
"Apa-apaan..."
Wajah Bing Suinyuan memucat. Di sekelilingnya puluhan murid sedang mengepungnya.
Bing Suinyuan tidak yakin akankah dia dapat keluar dari sana tanpa mendapat luka.
"Apa-apaan ini?!"
Bing Suinyuan berteriak ke arah kerumunan itu.
"Kau memiliki bakat, bergabunglah dengan kita Suinyuan."
"Fei Fei? Kau kah itu?"
Diantara semua orang Bing Suinyuan menemukan sahabat masa kecilnya.
"Long Fei apa yang kau lakukan bersama dengan para bajing*n ini! Apakah kau tidak tahu jika keadaan di dalam sekte sedang tidak stabil?"
Long Fei yang mendengar itu kemudian tertawa.
"Apa kau baru paham itu sekarang, kita sedang berperang tahu, Bing Suinyuan!"
Long Fei kemudian mengepalkan tangannya ke arah Bing Suinyuan menunjukkan bahwa ambisinya sudah sangat besar.
"Untuk membuktikan siapa diantara yang akan mendapatkan segalanya di dalam sekte ini dan berkuasa!!"
"Apa...?"
"Karena itu, aku ingin kau ikut ke dalam bagian dari Naga Petir, Suinyuan kumohon bergabunglah dengan kami. Dengan bakatmu itu maka--"
"Bla Bla Bla Bla."
Seseorang mendekati mereka.
"Teruslah mengoceh tidak jelas seperti itu. Tapi orang yang akan menguasai semuanya itu pasti adalah Baek Tian, dan aku sangat yakin dengan itu."
Luo Yan muncul di tengah-tengah keributan.
__ADS_1
"Kau... Luo Yan kan? Bakatmu juga menonjol, bagus ikutlah dengan kami juga."
"Dan aku terpaksa menolak."
"Hah?"
Long Fei tidak menyangka hal itu.
"Apa kau tidak tahu siapa itu Naga Petir?"
"Hm? Aku tahu kok. Dia adalah murid dengan plakat Emas kan. Namanya jika tidak salah adalah Han Zhongyun."
"Jika kau mengetahui semua itu kenapa..."
"Hmph."
Luo Yan kemudian tersenyum.
"Kau sama sekali tidak mengerti. Aku pernah melihat Han Zhongyun dan mengobrol dengannya."
"Namun lucunya, aku bisa mengobrol biasa dengannya. Dia tidak memiliki aura yang sekuat dibicarakan orang-orang. Sekarang, pernahkah kau melihat Baek Tian?"
Luo Yan menepuk pundak Long Fei beberapa kali.
"Sobat, kau pasti tidak dapat membayangkan apa yang kurasakan."
Itulah yang dirasakan Luo Yan selama ini saat berada di belakang Baek Tian. Dia hanya mempu tuk berjalan di belakangnya dan hanya melihat punggung itu.
Baek Tian seolah tidak tersentuh, untuk menggapainya Luo Yan merasa itu sangat jauh seperti bintang yang bersinar di langit.
Bing Suinyuan mengernyitkan keningnya, penjelasan dari Luo Yan tentang Baek Tian terasa seperti dilebih-lebihkan dan terkesan dipaksakan.
Namun ada sebagian dari dirinya yang merasa jika apa yang diceritakan Luo Yan itu kebenaran melihat dari sorot matanya yang sangat bersinar saat ini.
'Siapa itu Baek Tian?'
Bing Suinyuan jatuh kedalam lamunannya.
__ADS_1
Nama Baek Tian terus menerus digaungkan akhir-akhir ini dan mendapatkan tempat yang spesial, bahkan salah satu dari 4 Naga Langit sempat mendatanginya langsung untuk mengajaknya bergabung.
'Ah. Dia si Super Rookie!'
Bing Suinyuan mengingatnya, nama itu kemudian menghilang setelah empat tahun.
'Katanya dia sedang melakukan pelatihan tertutup, apa latihannya itu sudah selesai? Hanya dalam empat tahun saja?'
"Brengs*k! Kau mencoba mengatakan bahwa nama tuan kami lebih rendah dari Baek Tian?"
"Aku tidak mengatakan seperti itu kaulah yang mengatakannya."
Grep!
Dengan cepat kerah Luo Yan dicengkeram sangat kuat oleh Long Fei.
"Kau akan menyesal jika memukulku dan membuat pertarungan pecah di sini."
Dan Luo Yan yang memprovokasi Long Fei.
Sesaat tubuh Long Fei seolah bergetar setelah Luo Yan mengatakannya.
"Cih. Ayo kita pergi!"
Long Fei lalu melepaskan Luo Yan begitu saja.
Dia melambaikan tangannya kepada semua orang dan memberikan mereka komando untuk meninggalkan Bing Suinyuan dan Luo Yan di sana.
"Long Fei membuat keputusan yang tepat."
"Apa maksudmu?"
Bing Suinyuan yang mendekat bertanya tentang hal itu.
Long Fei hampir saja memukul Luo Yan di sana tetapi apa yang tidak disadari oleh Long Fei adalah tangan Luo Yan yang sudah sedari tadi memegang sarung pedang dan siap ditembakkan kapan pun.
"Hmm. Tidak ada."
__ADS_1