
Tang Zihan tidak percaya dengan pemandangan di depannya. Orang-orang berbaris dan mengantri menyebutkan bahwa mereka akan bergabung dengan Aliansi.
Tang Zihan sendiri tidak mengerti, apa maksud mereka dari Aliansi tetapi jika untuk menerima kekuatan demi mengalahkan Baek Tian maka dirinya akan menerimanya saja.
Setiap hari jumlah orang yang menundukkan kepala dan bersumpah setia padanya semakin bertambah, bahkan rumor sampai beredar jika Aliansinya memiliki kekuatan dari setengah sekte.
Tang Zihan tentu saja tidak percaya itu, tetapi nyatanya Tang Zihan sendiri tidak bisa menghitung jumlah pasukan yang bergabung dengannya.
"Ahahahaha! Baek Tian sebentar lagi rasakanlah balas dendam dariku."
Tang Zihan tertawa, jelas sekali bahwa ribuan orang yang berada di depannya akan sangat membantu untuk menundukkan Baek Tian.
Jika dia mengerahkan ribuan pasukan itu kepada Baek Tian yang hanya memiliki pasukan yang dapat dihitung menggunakan jari, maka Tang Zihan sendiri orang yang akan mendapatkan banyak keuntungan.
"Baiklah, sudah saatnya kita untuk menyerang."
"Menyerang?"
Fu Ning yang penasaran dengan maksud Tang Zihan memiringkan kepalanya.
"Kemana kita akan menyerang tuanku?"
Qian Hu dengan patuh menjawab apa pun keinginan tuannya sedangkan Mo Xian sendiri, dirinya masih berbaring di lantai dan hampir saja mendengkur.
"Pihak musuh akan menyerang kita."
__ADS_1
Tang Zihan percaya jika saat ini Baek Tian sedang menyusun siasat untuk mempermalukannya atau bahkan membunuh dirinya.
"Tidak. Aku salah, musuh sedang bergerak sekarang."
"Apa... apa, anda yakin dengan itu tuanku?"
Qian Hu merasa cemas sedangkan balon ingus di hidung Mo Xian pecah setelah mendengar kata-kata Tang Zihan. Dia terbangun dan mengusap matanya berkali-kali.
Fu Ning sendiri agak tidak percaya kepada Tang Zihan, tetapi karena pemimpin mereka adalah Tang Zihan maka mereka terpaksa mematuhinya.
"Benar, tidak salah lagi. Kita bersiap menyerang!"
Tang Zihan memberikan perintah dan komando pada semua orang. Tidak berselang lama setengah dari ribuan orang telah siap dengan peralatan dan perlengkapannya.
Kemudian,
Seseorang tiba-tiba menyerang markas mereka dan menyalakan bunyi tanda gawat darurat.
'Baek Tian-!!!'
Tubuh Tang Zihan seketika dipenuhi semangat. Dia melompat dan lekas berlari secepat kilat.
Tang Zihan sangat yakin seratus persen bahwa seseorang yang menyerang mereka saat ini adalah Baek Tian. Dia sangat yakin dengan hal itu, karena tidak ada seseorang pun yang bisa seberani ini dengannya selain orang itu.
Namun setelah dirinya sampai di depan barisan bersama dengan Mo Xian, Fu Ning, dan Qian Hu di sampingnya. Tang Zihan hanya mengernyitkan keningnya dan beberapa kali berkedip.
__ADS_1
'Baek Tian?'
Ternyata,
'Dimana dia, dimana Baek Tian? Kenapa dia tidak ada?'
Oang yang menyerang mereka bukanlah Baen Tian melainkan orang-orang dari 4 Naga Langit.
Wajah yang dikenalnya Yun Nana, Fan Misa, dan Han Zhongyun berdiri di sana.
"Uwaa... bagaimana bisa mereka bersiap sangat cepat seperti ini?"
"Apa informasinya telah bocor?"
Fan Misa dan Han Zhongyun adalah orang yang memimpin untuk serangan pertama.
Tetapi baru beberapa detik saja setelah mereka mengerahkan pasukannya, tiba-tiba seluruh pasukan Tang Ziha telah siap dengan pakaian dan senjata bertarungnya. Hal ini membuat Fan Misa dan Han Zhongyun terkejut karena tidak menduganya.
Di sisi lain, Tang Zihan mendapatkan apresiasi dari orang-orang di sekitarnya seperti Fu Ning, Mo Xian, dan Qian Hu ditambah juga para pasukan yang sekarang bisa mengetahui alasan kenapa mereka diminta bersiap.
-Tidak kusangka, aku salah mengira dirimu.
-Tang Zihan, kau benar-benar sesuatu... tapi aku masih mengantuk saat ini. ~Hoam.
-Hebat sekali tuan, kerja bagus karena bisa memprediksi ini semua!
__ADS_1
Berbeda dari yang apa yang sebenarnya mereka bayangkan, Tang Zihan sama sekali tidak mempersiapkan mereka demi hal ini melainkan untuk hal lainnya.