Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
7 Tahun Kemudian(4)


__ADS_3

"Bagus sudah menahannya Baek Tian."


Baek Tian berbalik dan menemukan Chang Yi sudah berdiri di depannya.


"S-S, Sekretaris Chang Yi?!"


Kakek Lu Huo yang terkejut tiba-tiba melompat.


"Ah!"


Baek Tian juga ikut melompat.


"Kenapa kau melompat setelah melihatku juga?"


Di belakang Chang Yi tidak terduga ada seorang perempuan yang luar biasa cantik berdiri di belakangnya.


"Fu Ning?"


"Kenapa? Apa? Masalah? Kau tidak suka?"


Fu Ning yang sudah mekar sepenuhnya seperti sebuah bunga, sekarang sudah menjadi seorang perempuan dewasa seutuhnya.


Tubuhnya menjadi lebih tinggi lagi dan bentuk tubuhnya mampu membuat pria manapun meneteskan liurnya.


Baek Tian sangat terkejut melihat segala perubahan Fu Ning itu.


"Kau menjebakku Baek Tian. Aku akan mengingat perbuatanmu hari ini padaku!"


Sekertaris Chang Yi menarik kuping Lu Huo dan mereka pergi bersama kembali ke Sekte.


"Rasakan itu Kakek mesum!"

__ADS_1


"Baek Tian! Awas saja kau-!!"


Setelah Lu Huo dan Chang Yi meninggalkan mereka sendirian di dalam hutan, Fu Ning kemudian berbalik menatap Baek Tian dengan tatapan tidak percaya.


"Aneh sekali, aku merasa kau sungguh akan bergabung dengan Guru Besar Lu Huo dan menyerang perempuan tak berdosa itu. Apa hanya perasaanku saja?"


Glek!


Baek Tian menelan ludah. Keringat mulai muncul di dahinya.


"I, I, Itu, Itu hanya perasaanmu..."


Naluri Fu Ning itu selalu tepat dan karena itu Baek Tian selalu berusaha menghindar dan menjaga jarak setiap kali mereka bertemu.


"Tapi sudah empat tahun ya..."


Fu Ning kemudian mengamati Baek Tian, dia juga berputar dan mengecek Baek Tian dari belakang.


Dia menepuk-nepuk punggung Baek Tian.


"Dan kau juga masih saja bocah."


Tepukan dari Fu Ning perlahan menjadi keras dan membuat Baek Tian terbatuk di sana.


"Sepertinya kau telah menyelesaikan latihanmu. Dia akan tersenyum lebar ketika melihat dirimu sekarang."


Wajah Xiao Nuwa seketika muncul. Sudah berapa tahun dirinya tidak melihat wajahnya.


Xiao Nuwa pasti sudah menjadi lebih cantik lagi sekarang.


Karena Xiao Nuwa masuk ke ruangan tertutup untuk melakukan latihan lebih dulu daripada Baek Tian dan juga Tang Zihan, keduanya pun jadi tidak dapat bertemu. Dan juga selalu Xiao Nuwa orang yang lebih dulu menemuinya.

__ADS_1


Karena itu ketika Xiao Nuwa memutuskan untuk berlatih, Baek Tian tiba-tiba merasakan kesepian kehilangan sosok Xiao Nuwa.


***


Wajah Baek Tian ditekuk, dia tidak mengira jika yang dimaksudkan Fu Ning itu adalah Tang Zihan.


"Meski dirinya seolah tidak tersenyum tetapi di dalam hatinya sesungguhnya dia tersenyum."


Dia seolah menjadi penerjemah antara Baek Tian dengan Tang Zihan.


"Aku bisa membaca ekspresimu kau mengatakan, 'Mana kutahu sat! Wajahnya itu selalu dingin seperti es!' begitu kan?"


Fu Ning tertawa melihat duo itu saling mengadakan kontes menatap satu sama lain masih seperti dulu.


Keduanya sama-sama menegaskan kehadirannya masing-masing dan menekankan siapa diri mereka.


"Apa lihat-lihat, belum pernah melihat orang tampan sebelumnya?"


"Hah?! Kau pasti sedang bercanda?"


Urat-urat marah di wajah mereka muncul dan Fu Ning mulai menggaruk rambutnya.


"Gawat nih."


Fu Ning tidak memperkirakannya.


"Perang dunia sebentar lagi akan pecah."


Tang Zihan dengan ditemani Mo Xian dan Qian Hu di belakangnya, mereka mengambil senjatanya dan bersiap.


Tidak kalah Baek Tian juga melemaskan tubuhnya dan menghirup napas berulang kali kemudian membuangnya.

__ADS_1


Namun diluar dugaan ternyata pertengkaran itu tidak terjadi. Seseorang menghampiri mereka sebelum keduanya saling menyerang satu sama lain.


__ADS_2