
"Ugh! Dimana ini?"
Setelah sadar dan membuka matanya, Instruktur Oh menemukan dirinya sedang berada di pusat pengobatan.
Dengan mata yang berkunang-kunang, dirinya memaksakan untuk bangun.
"Ah. Jadi anda sudah bangun."
Seorang tabib bergegas menghampiri dirinya dan membantu Instruktur Oh, dia kemudian memeriksa keadaannya sekali lagi dan mengangguk puas.
Tabib itu menghembuskan napas yang lega setelah memeriksa bahwa semuanya normal.
"Hmm. Tabib bolehkah aku bertanya, bagaimana hasil pertandinganku?"
Tabib itu menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
"Jadi aku telah kalah, huh. Baiklah, sekarang aku harus memenuhi janjiku dan membawanya ke ruangan itu."
"Apa yang mau kau lakukan Instruktur Oh."
Instruktur Na masuk begitu saja ke dalam ruangannya.
"Instruktur Na, pergilah kau, aku sedang tidak ingin mendengar kritikan tak berguna darimu sekarang."
"Hahaha, kau masih tetap saja menyebalkan. Sayangnya, kau bisa bersantai sekarang karena aku telah membawanya ke sana."
"Apa katamu? Ah! Jadi begitu. Baguslah."
__ADS_1
Intruktur Na tersenyum melihat rekannya itu dan membawakan secangkir minuman hangat padanya.
"Tapi tidak kusangka bocah itu bisa sampai bisa menembus pertahananmu."
"Hmph. Aku juga sama, tidak pernah akan membayangkannya jadi seperti ini."
"Sejauh ini seseorang yang mampu menembus pertahananmu menjadi dua orang, huh."
"Kau... benar."
Ekspresi Instruktur Oh terlihat pahit saat mengakuinya.
***
Sesaat setelah Baek Tian melangkahkan kakinya ke dalam ruangan itu, tiga puluh tiga penjaga di dalam sana seketika langsung menoleh ke arahnya. Mereka kesemuanya berada di tahap Grand Master karena Baek Tian bisa merasakannya.
'Uwah, menyeramkan..."
Mungkin inilah cara mereka mengawasi seseorang yang masuk supaya dapat mengetahui berapa banyak barang yang diambil.
'Karena setiap orang hanya diperbolehkan membawa satu, jadi apa yang harus kubawa?'
Baek Tian melihat ke setiap tempat. Semuanya diisi dengan senjata, pil, aksesoris, tanaman berharga, atau bahkan kitab seni bela diri.
Dia sekarang memiliki waktu dua hari di sana, jadi dirinya harus bisa memanfaatkan waktu ini dengan sebaik mungkin.
Baek Tian menghela napas panjang. Ini akan menjadi merepotkan pikirnya.
__ADS_1
Di area senjata Baek Tian bisa melihat pedang berbunga dari gunung huasan yang terkenal dan armor besi hitam yang dulunya pernah digunakan sang legenda ahli bela diri dalam sejarah perang besar aliran hitam dan putih.
Sekarang Baek Tian memahami kenapa sektenya itu memang disebut seribu harta karun.
Kurang lebih ada seribu harta karun di dalam ruangan tersebut.
Di area pil dan sumber daya berharga, Baek Tian bisa melihat pil tujuh warna langit dan bunga lotus emas sembilan puluh sembilan lapis. Semua itu membantu budidaya mereka berkultivasi.
Baek Tian kemudian bergerak ke arah tempat buku-buku, banyak sekali buku-buku yang mengajarkan tentang seni bela diri di sana.
Baek Tian cukup tertarik saat melihat buku meringankan tubuh, teknik bergerak sang angin dari sekte pedang.
"Hmm... cukup menarik..."
Namun itu masih bukan pilihan bagi Baek Tian untuk saat ini.
Perhatian Baek Tian kemudian tertuju pada sesuatu.
"Sebuah cincin?"
Setelah Baek Tian menyuntikkan energi qi miliknya ke dalam, dirinya bisa melihat sebuah ruang kosong di depan matanya.
"Ini? Cincin spasial, bukankah ini akan membuat perang antara sekte-sekte jika diketahui."
Rumor mengatakan bahwa cincin spasial memiliki harga yang sangat mahal dan dapat membeli tiga wilayah pedesaan dengan lahan pertanian mereka.
"Apa aku harus mengambilnya?"
__ADS_1
Baek Tian bertanya-tanya, dari semua benda dan artefak yang sejauh ini telah dilihatnya. Hanya cincin itulah yang memiliki banyak kegunaan baginya di masa depan.
Sampai suara barang yang pecah terdengar dan membuatnya tertarik untuk mencari tahu.