
"Murid Inti?!"
Seseorang tidak akan semudah itu bisa menjadi murid Inti, khususnya mereka yang baru bergabung.
Tes ini jelas spesial dan belum pernah ada sebelumnya.
'Apakah kita akan masuk neraka atau menghadapi Raja Iblis atau semacamnya?'
Chang Yi telah memberikan aturan pelaksanaan tes pada semua orang.
Dia pamit setelah selesai membuat semua orang jatuh ke dalam kebimbangan.
Sekali lagi siapa yang tidak mau menjadi murid Inti, mereka adalah orang-orang berbakat di dalam sekte dan telah berlatih selama puluhan tahun.
"Nah, pilihlah pintu kalian dengan benar."
Semua orang menelan ludahnya saat Chang Yi mengatakannya tetapi hal itu tidak berarti bagi seseorang.
Tang Zihan adalah orang pertama yang melangkahkan kakinya ke pintu kedua.
Chang Yi yang melihat itu tersenyum karena kagum dengan keberanian Tang Zihan.
'Jadi itu adalah Si Anak Tuhan, huh. Tidak buruk juga kurasa.'
Disusul Tang Zihan, Li Guanji, Mo Xian, Xiao Nuwa&Fu Ning, dan Qian Hu kemudian yang terakhir adalah Baek Tian.
"Eh. Siapa dia itu?"
"Bukankah dia adalah orang biasa? Kenapa dia sangat berani masuk ke dalam pintu kedua."
Semua orang membicarakan Baek Tian.
__ADS_1
Jelas aneh untuk mereka melihat Baek Tian yang bukan siapa-siapa berani masuk seperti dirinya adalah mereka anak-anak jenius.
"Tunggu sebentar."
Chang Yi menahan Baek Tian yang hampir melangkahkan kakinya ke dalam pintu.
"Ada apa sekretaris Chang Yi. Apa ada yang salah?"
"Tidak. Tidak ada."
Sama seperti semua orang, Chang Yi juga merasakan ada yang salah di sini namun segera mengangkat tangannya karena semuanya keputusan diambil oleh mereka para peserta.
"Kalau begitu, aku pamit masuk sekarang."
Chang Yi hanya mengangguk mendengarnya.
Melihat keberanian dari Baek Tian beberapa orang tidak berpikir panjang lagi dan langsung masuk ke dalam pintu kedua, meski ada sebagian yang lain memilih untuk bermain aman. Mereka memilih pintu pertama sebagai jaminan mereka.
***
[ Misi Pertama : Bertahan hidup. ]
[ Misi kedua : Bunuh sebanyak mungkin Goblin. ]
Begitu masuk ke dalamnya, semua orang langsung mendapatkan pesannya.
Pesan itu menjelaskan jika mereka harus bertahan hidup di dalam hutan selama tiga hari, tidak hanya itu sebuah misi lagi ditambahkan dan mengharuskan mereka membunuh Goblin sebanyak mungkin.
"Ini akan menjadi mudah."
Mo Xian terkekeh.
__ADS_1
"...."
Sedangkan Tang Zihan masih terdiam.
Mo Xian terus mengikuti Tang Zihan setelah masuk ke dalam pintu kedua. Dia tidak menanyakan kepadanya untuk ikut, dia hanya terus menempel padanya.
Di pintu kedua ini semua orang dipindahkan ke sebuah hutan yang luas. Tidak ada yang tahu mereka ada dimana sekarang.
Hutan itu sangat luas dan menyeramkan ada juga gunung yang menjulang tinggi, danau, sungai, dan rawa di sana. Meski tempat itu sama seperti hutan pada umumnya namun satu hal terus mengusik Tang Zihan.
'Di sini tidak normal.'
Begitulah yang dikatakan instingnya.
Meski begitu mereka berdua terus berjalan dan meneruskan perjalanan lurus ke depan.
***
"Kyaaaaaaa-!"
Seseorang perempuan menjerit kencang. Dia terus berlari dan sebisa mungkin berusaha menjauh dari sesuatu yang mengejarnya.
Sesuatu itu semakin mendekat, setiap dia berjalan sebuah gempa kecil terjadi dan membuat pohon-pohon yang dilewatinya bergetar.
"Bagaimana mungkin... apa ini pantas disebut ujian...?"
Perempuan itu menggigit bibirnya.
"Ini adalah sebuah neraka!"
Bruak!
__ADS_1
Sesuatu yang sedari tadi berada di belakangnya melompat dan sekarang berdiri di depannya.
"Grrrrrgrrrrr-!!"