Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Harta Karun(4)


__ADS_3

Kaoook-!


"Seekor burung?"


Di kejauhan Baek Tian terkejut menemukan burung yang bertengger di atas langit.


"Apa yang dilakukan gagak itu di sini?"


Namun pertanyaan utamanya, bagaimana bisa gagak itu hidup sampai sekarang jika dirinya terkurung di dalam ruangan harta.


Suara pecah yang barusan terdengar rupanya berasal dari gagak itu. Dia menjatuhkan sebuah guci yang berisi pil-pil berwarna emas.


"Gagak itu tidak biasa..."


Baek Tian bisa melihat bola matanya yang berwarna menyala berwarna merah dan juga setitik energi qi di dalam tubuhnya.


Melihat pil-pil yang menyebar dan menggelinding ke segala arah di lantai, gagak itu mengambilnya satu persatu lalu memakan pil-pil tersebut.


"Jadi dari sana energi qi di dalam tubuhnya berasal, meski begitu gagak ini masih tidak biasa."


Gagak itu terbang menjauh setelah merasakan kehadiran Baek Tian.


Baek Tian yang melihat hal itu menaikan kedua bahunya, sangat disayangkan karena Baek Tian tidak menemukan apa yang menarik dari gagak ini namun dia tidak perlu lagi mempedulikan gagak yang sudah menjauh tersebut.


"Siapa kau?"


Sampai seseorang tiba-tiba berbicara kepadanya.


Baek Tian mengernyitkan keningnya, darimana suara itu berasal, kemudian dia menemukan gagak yang sedang melihat ke arahnya.

__ADS_1


"Aku tanya, siapa kau sebenarnya?"


Baek Tian yang terkejut hampir saja melompat.


Apakah gagak itu barusan berbicara kepadanya? Jika itu benar, maka Baek Tian tahu siapa gagak itu.


Di masa depan akan ada cerita mengenai burung yang bisa berbicara. Pemiliknya adalah ahli bela diri terkenal sekaligus bawahan terpercaya dari Tang Zihan, Qian Hu.


Gagak itu dikatakan adalah hewan magis legenda, dirinya sangat kuat dan bisa berubah menjadi apa saja.


Gagak itu turun dan merubah wujudnya menjadi seperti Baek Tian.


"Siapa kau, apa kau idiot karena tidak bisa menjawabnya?"


Wujud gagak yang menyamar menjadi Baek Tian itu, tidak memiliki ekspresi wajah apa pun kecuali polos dan datar yang terukir di wajahnya.


"Hewan magis? Apa maksudmu, nak?"


Baek Tian mengernyitkan keningnya.


"Aku adalah seorang pria tua yang sudah hidup ratusan tahun lalu bereinkarnasi ke duniamu. Jangan panggil aku hewan magis."


"Tapi kau saat ini adalah hewan magis."


"Hah. Sudah kubilang jangan panggil lagi aku seperti itu!"


Dari suaranya gagak itu terlihat sedang marah tetapi karena dirinya sedang berubah wujud menjadi Baek Tian tanpa ekspresi, Baek Tian tidak mengetahui apakah hewan magis itu sungguh marah atau tidak.


Hewan magis yang tidak mau disebut hewan magis sangat menarik untuk Baek Tian.

__ADS_1


"Apa kau ingin pergi dari tempat ini?"


Baek Tian menawarkannya sebuah kesepakatan.


"Buatlah kontrak denganku."


Gagak itu mendengus dengan wujud Baek Tian.


"Apa maksudmu, kau lah orang yang seharusnya menjadi anak buahku. Aku memiliki status yang lebih tinggi darimu."


"Dengan status yang tinggi itu, kau bahkan tidak bisa keluar dari ruang harta ini. Sudah berapa lama kau hidup di sini?"


Gagak itu tampak berpikir lama, dalam ekspresinya yang kesusahan bisa dipahami bahwa dirinya sudah lupa berapa hari dirinya terjebak di sini.


"Hmhm. Sungguh menarik..."


"Ada apa gagak tua?"


"Apa kau tidak tahu kenapa aku berubah menjadi dirimu?"


Baek Tian menggelengkan kepalanya.


"Aku memiliki kekuatan berubah wujud menjadi apa pun, dan aku juga bisa melihat sejarah orang tersebut."


Baek Tian terbelalak. Yang artinya gagak itu sudah sudah melihat semua sejarah masa lalu Baek Tian dan perjalannya sampai sekarang.


"Baiklah! Aku setuju membuat kontrak denganmu. Dengan kekuatan tubuhmu, aku yakin bisa membalas dendamku di masa lalu."


Gagak itu terdengar bersemangat.

__ADS_1


__ADS_2