Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Jebakan itu, semuanya sia-sia! Membuat jebakan sekali lagi!(2)


__ADS_3

Urat-urat kemarahan muncul di kepala Fen Ruong.


Baek Tian yang melihat kemunculan Fen Ruong tersenyum. Dia merasakan ki dengan jumlah berbeda dari orang-orang yang telah dibunuhnya.


"Jadi ada juga orang yang layak untuk dilawan."


Baek Tian kemudian melihat ke arah Luo Yan.


"Kenapa tuanku?"


"Siapa dia Luo Yan?"


"Fen Ruong, Wakil pemimpin, orang nomer dua di sini."


Ternyata benar dugaan Baek Tian, perempuan di depannya itu bukanlah orang biasa.


"Sudah cukup, terima kasih."


Baek Tian mengibaskan tangannya pada Luo Yan yang menunduk dan permisi pergi.


"Kau, sebutkan namamu...!!!"


Fen Ruong melihat Baek Tian dengan nafsu membunuh.


"Cobalah melawanku dulu dan akan kukatakan padamu namaku setelah melihat kekuatanmu, apakah kau adalah orang yang layak untuk mengetahuinya?"


"Hah, Apa?!"


Fen Ruong berteriak.


"Asal kau tahu, tidak semua orang boleh mengetahui namaku."

__ADS_1


Tutup Baek Tian yang membuat pertarungan keduanya pecah.


Fen Ruong menarik pedangnya dan merengsek maju begitupun juga Baek Tian.


Tang!


Benturan keras terdengar di sana sampai membuat semua orang menoleh untuk melihatnya.


"Hmph. Lumayan!"


Fen Ruong merasakan kekuatan dari Baek Tian, sepertinya laki-laki itu tidak banyak gaya seperti beberapa pria kebanyakan.


Fen Ruong mengakui kekuatan Baek Tian. Lalu apakah seni berpedangnya juga sama hebat dengan kekuatannya?


Fen Ruong kemudian terbelalak, setelah bertukar satu sampai tiga serangan dia tidak dapat menembus Baek Tian sama sekali dengan pedangnya.


Dia bahkan dengan gampang menepis serangan itu seakan tidak ada apa-apa sebelumnya.


"Sialan!"


Dia mendominasi pertarungan di sana tanpa memberikan Baek Tian jeda untuk mengambil napas.


Sampai kemudian Fen Ruong akhirnya menyadari jika Baek Tian rupanya masih bermain-main dengannya.


Baek Tian tidak menganggap serius pertarungan mereka dan berhasil menguras separuh stamina Fen Ruong.


Setiap kali dia menyerang, Fen Ruong menyadari jika ada sesuatu yang tidak benar dengan serangannya, gerakkannya telah terbaca sepenuhnya oleh pria itu.


Dan semua orang yang berdiri di sana, bisa menebak siapa orang yang akan menjadi pemenangnya. Mereka akan setuju jika Baek Tian telah memenangkan pertandingan itu.


'Dia sudah setara dengan 4 Naga Langit diusianya yang masih muda?'

__ADS_1


Fen Ruong akhirnya mengakui kehebatan Baek Tian. Gerakannya perlahan melambat dan kekuatan serangannya juga menjadi pelan.


Luo Yan mengagumi sikap Baek Tian yang masih menahan diri meskipun melawan musuh yang lebih lemah darinya.


Sedangkan Bing Suinyuan sendiri sekarang mengerti dengan kata-kata Luo Yan mengenai Baek Tian beberapa hari yang lalu.


"Uwoooh!"


Booom!


Tiba-tiba Yun Nana ikut ke dalam pertarungan tersebut membantu Fen Ruong.


"Sialan!"


Namun meski telah dibantu oleh Yun Nana tidak ada perubahan yang terjadi sedikitpun di sana.


Baek Tian masih tetap tenang dan menahan serangan-serangan yang datang dari mereka berdua. Dia tetap sabar dan membuat mereka lelah sampai kehabisan napas dengan sendirinya.


'Sama sekali tidak masuk akal!'


'Mustahil. Monster! Dia adalah Monster!!'


Fen Ruong dan Yun Nana menjerit di dalam hatinya.


Apakah semua itu layak disebut sebagai pertarungan?


Baek Tian tidak mengakui hal itu, tapi tetap Baek Tian harus menghargai usaha yang telah mereka berdua kerahkan jadi dia akan menyebutkan namanya.


"Aku adalah Baek Tian, jika kalian ingin menuntut balas atau berperang melawanku. Kumohon cari aku kapan saja di Tang Zihan. Aku akan selalu menunggumu."


Dan hanya dengan itu Baek Tian mengakhiri kunjungannya di markas dari Naga Emas.

__ADS_1


__ADS_2