
Di ruangannya, Instruktur Oh menghela napas panjang. Satu minggu telah berlalu semenjak insiden besar itu.
Syukurlah berita besar mengenai perpecahan di dalam sekte tidak sampai tersebar keluar.
Instruktur Oh berhasil mencegah hal tersebut terjadi, entah bagaimana cara dia melakukannya.
Dirinya tidak bisa sampai membayangkan wajah yang dibuat Guru Besar Lu Huo jika mendengar berita tersebut. Akankah dia langsung pulang dari misinya?
Dia adalah orang yang bertanggung jawab di sekte untuk sekarang, maka dari itu dirinya harus berusaha yang terbaik menjaga sekte.
Tok. Tok.
"Siapa itu?"
"Ini saya, Baek Tian."
Instruktur Oh mempersilakan Baek Tian masuk.
"Jadi apa yang ingin anda bicarakan denganku Instruktur?"
"Apa kau berniat menjadi seorang Instruktur?"
Pernyataan Instruktur Oh cukup membuat Baek Tian terkejut.
"Apa yang anda bicarakan, seorang Instruktur?"
Instruktur Oh menganggukkan kepalanya.
"Atau apakah kau ingin mengincar sesuatu yang lebih tinggi, misalnya..."
Instruktur kemudian menunjuk ke langit-langit.
"Seperti seorang tetua?"
__ADS_1
Instruktur Oh menunjukkan senyuman liciknya.
Baek Tian terbelalak mendengarkan. Posisi dari seorang tetua tidak bisa semudah itu didapatkan oleh orang lain, apalagi seseorang yang sangat muda seperti Baek Tian, yang sekilas jika dilihat dari luar seolah dirinya belum memahami apa pun mengenai dunia persilatan.
Dirinya berpikir cukup keras mengenai tawaran dari Instruktur Oh sampai suara ketukan terdengar dari luar pintu.
'Siapa itu?'
Baek Tian menaikan salah satu alisnya.
"Masuklah."
Xiao Nuwa dan Tang Zihan masuk ke dalam ruangan secara bersamaan.
Instruktur Oh sekali lagi menunjukkan senyum liciknya kepada mereka berdua tetapi tanpa basi-basi dirinya langsung menawarkan posisi seorang tetua untuk keduanya.
"Apa aku tidak salah dengar?"
Instruktur Oh sendiri telah menimbang banyak keputusan sebelum mengatakan akan memberikan posisi tetua.
Instruktur Oh merasa posisi tetua sudah pantas untuk disandang oleh mereka bertiga, sekaligus hal itu bertujuan untuk mengikat para bakat muda ini supaya tidak meninggalkan sekte ataupun berpindah.
'Apakah mereka sudah memikirkannya?'
Posisi tetua adalah posisi yang terhormat meskipun itu dibawah Patriak, yaitu Guru Besar Lu Huo, namun mereka memiliki kuasa atas sekte yang juga tidak terbatasnya.
"Kurasa aku menerimanya."
"Aku juga akan melakukannya!"
"Jika Baek Tian ingin menjadi tetua, maka kupikir aku juga akan mencobanya."
Instruktur Oh tersenyum mendengar masing-masing jawaban dari mereka bertiga.
__ADS_1
"Baiklah akan kukatakan syarat pertama menjadi tetua."
Instruktur Oh kemudian menunjuk pada beberapa orang.
"Cukup sederhana, kalian perlu mengalahkan para tetua itu maka otomatis kalian adalah orang yang akan menggantikan posisi mereka."
"Eh?"
"Apa?"
"Haa..."
Mengejutkannya mereka semua tampak kaget terkecuali Baek Tian.
"Apa masih ada syarat lagi?"
Baek Tian yang seperti biasa, berkepala dingin bertanya mengenai itu.
"Hoho,"
Instruktur Oh nampak bahagia mendengar responnya.
"Pertama untuk menantang para tetua kalian bertiga perlu memiliki plakat Emas kemudian mengalahkan seorang Instruktur di dalam duel."
Mendengar syarat yang semakin bertambah membuat ketiga anak itu merasakan lelah dan lebih baik mengurungkan niatnya.
'Aku bisa melihat ekspresi kalian anak-anak. Hohoho.'
Instruktur Oh kemudian mengangkat tangannya.
"Jika kalian bisa melakukannya, kalian bertiga akan menjadi tetua termuda di sejarah sekte. Sebagai hadiah juga, kalian bertiga akan mendapatkan hak untuk memasuki ruang penyimpanan harta milik sekte."
Mata ketiganya tiba-tiba menyala, mendengar hadiah macam apa yang akan didapatkannya membuat mereka menjadi bersemangat.
__ADS_1