
"Hoo. Jadi begitu ceritanya..."
Baek Tian mendengarkan keseluruhan cerita yang diberikan wasit itu. Pandangan Baek Tian kemudian mengarah pada Su Lian.
"Bukankah ini menjadi lebih menarik lagi?"
Xiao Nuwa dan Fu Ning tidak dapat bertanding, apalagi Tang Zihan yang harus dirawat satu bulan di pusat kesehatan karena lukanya. Prediksi yang telah dibuat, Baek Tian jadi salah semua.
"Baek Tian kita bertemu kembali, dengan ini aku akan membalaskan dendamku kepadamu dulu."
"Salam untuk tuan muda kedua Yin Baram, kumohon jangan terlalu berlebihan saat sedang melawan saya."
Wasit pertandingan mengangkat tangannya ke udara dan pertarungan ketiga pun dimulai.
Yin Baram orang yang pertama bergerak, dengan senjata barunya dia mengeluarkan aura yang hebat.
'Apa itu artefak?'
Baek Tian sampai merasakan perasaan yang kurang mengenakan dari senjata itu.
Pergerakan Yin Baram sangat cepat dan kuat, seolah Baek Tian tidak melihat lagi Yin Baram setengah tahun yang lalu.
Yin Baram menunjukan penguasaan keterampilan berpedang yang mendalam. Dia berhasil menekan Baek Tian dan membawanya ke sudut arena.
"Brengsk! Seriuslah melawanku kau sialan!"
"Apa maksud anda tuan muda kedua, saya selalu serius saat sedang bertarung."
__ADS_1
"Omong kosong!"
Yin Baram melihat disela pertarungan mereka yang sengit itu, Baek Tian hampir beberapa kali tertangkap melirik ke arah penonton, tepatnya itu adalah Su Lian, dan menghiraukan orang yang berdiri di depannya.
Yin Baram merapatkan barisan giginya, dia menjadi sangat kesal sekarang atas perlakuan Baek Tian kepadanya.
"Asal anda tahu Yang mulia, saya mengetahui apa fungsi artefak di tangan anda saat ini."
"Kalau begitu katakan padaku, jangan cuma sok tahu dasar kau kepart!"
Tang!
Arah pertarungan berganti, Baek Tian perlahan mulai mendominasi dengan penguasaan pedang yang lebih mendalam lagi dari Yin Baram.
"Aku tahu, itu adalah senjata yang bisa menggerakkan penggunanya iyakan?"
Yin baram tercengang mendengarnya.
"Dengan artefak itu anda bisa menunjukkan keterampilan berpedang yang sangat hebat. Alasan gaya bertarung anda berubah drastis adalah karena artefak itu."
Darimana Baek Tian bisa mengetahuinya, Yin Baram bertanya dari dalam hatinya.
Artefak di tangannya itu adalah senjata pemberian langsung dari ayahnya Kaisar Yin Song. Kaisar Yin Song juga mengatakan kepada Yin Baram bahwa artefak ni hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya.
Baek Tian dan Yin Baram saling beradu pedang, para penonton bersorak sangat gembira karena pertunjukkan hebat keduanya.
Yang mereka lakukan adalah murni beradu pedang tanpa mengandalkan energi qi sedikit pun, dan Yin Baram seharusnya orang yang paling diuntungkan di sana karena artefak miliknya memiliki banyak teknik berpedang tingkat tinggi.
__ADS_1
Namun semua itu masih kalah dengan keterampilan Baek Tian, dia hanya menggunakan itu-itu saja tetapi mampu mematahkan semua teknik yang dimiliki oleh artefak itu.
Yin Baram kemudian mengakui kekalahannya setelah pedangnya terpental ke belakang dan Baek Tian mengalungkan senjata itu di leher Yin Baram dari belakang.
"Aku menyerah, teknik apa yang barusan kau keluarkan itu?''
"Ini? Ini adalah Sky of supreme sword dancing technique."
Yin Baram memiringkan kepalanya karena belum pernah mendengar nama teknik itu sebelumnya.
"Tidak masalah jika anda sekarang tidak tahu, karena teknik ini akan terungkap jauh di masa depan."
"Apa?"
Penonton berteriak dan bertepuk tangan setelah melihat Baek Tian meninggalkan arena pertandingan.
...
..
.
"Halo, kita bertemu lagi ya."
"Kau..."
"Kau!! Bagaimana bisa?!"
__ADS_1
Dan Baek Tiang sekarang sedang berhadapan dengan seorang sesepuh waktu dirinya sedang dalam misi ekspedisi.