
"Kalian duo yang menarik..."
Baek Tian menoleh pada asal suara itu.
"Aku tidak berteman dengannya. Kami berdua adalah musuh yang berusaha saling membunuh satu sama lain."
Baek Tian masih dengan muka yang ditekuk.
"Siapa perempuan idiot ini, hei kau memiliki seorang teman juga rupanya."
Tang Zihan terkekeh mengejek Baek Tian.
Baek Tian melihat perempuan berambut merah dan mata yang menyala menggambarkan sebuah api.
'Dia...'
Baek Tian mengidentifikasi perempuan di depannya. Dengan ciri-ciri utamanya itu Baek Tian dapat dengan mudah mengenalinya.
"Apa kau adalah Naga Api yang terkenal itu, Fan Misa?"
Semua orang kemudian menoleh ke arah perempuan itu seolah ingin menanyakan kebenarannya, Fan Misa kemudian menjawab dengan mengangguk yang membuat mereka semua melompat karena terkejut.
Awalnya mereka berempat berpikiran darimana perempuan bodoh ini berasal kenapa dia beraninya datang dan mengatakan kata-kata terlarang seperti itu pada mereka berdua.
Namun jika itu adalah satu dari 4 Naga langit, pantas jika Fan Misa memiliki kepercayaan diri yang tinggi.
Di belakang Fan Misa berjejer anak buah yang mencapai puluhan. Para anak buah dari Fan Misa kemudian mengelilingi Baek Tian dan Tang Zihan.
"Jika kalian ingin mengalahkanku, kusarankan kau membawa lebih banyak lagi orang kemari."
__ADS_1
"Mungkin kau tidak mengetahuinya, namun aku ini cukup kuat. Aku bahkan mendapatkan peringkat pertama dan bisa mengalahkan orang itu."
Baek Tian menuding Tang Zihan.
"Apa? Tidak tidak, aku tidak akan melakukan itu pada kalian berdua. Aku hanya ingin..."
Fan Misa tersenyum dan menunjuk ke arah dua orang.
"Hei, kalian berdua bergabunglah denganku."
Baek Tian mengernyitkan keningnya sedangkan Tang Zihan membuang mukanya.
"Kalian..."
Alis Fan Misa berkedut berulang kali karena dipermalukan keduanya.
Dia mendapatkan penolakan dari keduanya langsung tanpa perlu ada yang dipikirkan.
Luo Yan sedang berdiri di tepi danau. Dia mengamati pantulan bayangannya di sana dan tiba-tiba menarik sebuah pedang.
Luo Yan kemudian mulai berlatih di sana, dia mengayunkan pedang dengan sebuah pola.
Setiap gerakan yang Luo Yan praktikan selalu mencipratkan air kemana-mana dan membuatnya tersebar.
Namun gerakan itu kuat dan mengibaskan angin di sekitarnya, sayang Luo Yan malah terlihat marah dan kesal.
"Sial!"
Setelah selesai dia menatap air di bawah kakinya, air itu naik turun berulang kali yang menandakan masih ada kesalahan dari gerakannya barusan.
__ADS_1
"Apa sebenarnya yang menjadi masalah?"
Luo Yan sudah melakukan gerakan itu hampir sepanjang hari dan terus menemukan kecacatan di dalam gerakannya.
Luo Yan bahkan melatih gerakan tersebut dari dirinya yang masih berumur sepuluh tahun tetapi tidak ada satupun kabar menandakan bahwa dia telah berkembang.
Hari telah berganti malam dan Luo Yan kemudian memutuskan untuk kembali ke rumah.
Besoknya Luo Yan datang lagi ke danau tersebut, namun dia terkejut setelah mendapati seseorang telah menempati tempatnya yang biasa.
"Dia..."
Luo Yan melihat pria tersebut. Dia bahkan mengenali siapa orang itu.
"Tidak... Bakal aneh jika aku tidak mengenali siapa orang itu."
Semua orang mengenalnya, dia juga mendapatkan namanya sendiri dan menjadi luar biasa terkenal di dalam Sekte.
Dia adalah...
"Super Rookie, Baek Tian."
Mengetahui tempatnya telah dipakai, Luo Yan memilih pergi dan berlatih di sisi yang lain.
Lalu secara kebetulan Baek Tian juga melihat gerakan yang dilakukan Luo Yan. Dia berlari ke arah Luo Yan dan dengan hitungan satu napas, dirinya tiba di depan wajahnya.
"Itu bukannya..."
"Ada yang bisa dibantu tuan jenius?"
__ADS_1
"Gerakan Seni Berpedang, Sword Dancing?"
Mata Luo Yan terbelalak seketika.