Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Menundukkan Para Naga!(10)


__ADS_3

Luo Yan yang bersama dengan Bing Suinyuan sedang berkeliling mencari Baek Tian di tengah medan pertarungan.


-Aku pergi dulu.


Mereka terpisah hanya dengan sepatah kata dari Baek Tian itu. Mereka kemudian mampu menemukan Baek Tian, tetapi dirinya saat itu sedang di tengah pertarungan yang serius melawan dua kepala Instruktur sekaligus.


Awalnya mereka berdua ingin membantunya, namun mengetahui pertarungan yang berada jauh dari liganya, Luo Yan yang sadar akan kemampuan bela dirinya, dengan berat hati menarik dirinya dari sana.


Meski begitu Bing Suinyuan nampak tidak mau tau dan tetap akan pergi, tapi seseorang tiba-tiba menarik lengannya dari belakang.


"Kau..."


Bing Suinyuan mengerutkan dahinya.


Dia tidak tahu siapa nama perempuan yang menariknya, namun dia sangat mengenali rupanya.


Bagaimana dia bisa lupa akan wajah tanpa cacat seperti itu?


"Xiao... Nuwa...?"


Sementaranya dirinya mengingat-ingat nama perempuan yang menariknya, Luo Yan sudah menyebutkan namanya itu.


"Kalian berdua jangan bergabung dengan pertarungan itu atau kalian akan mati."


Xiao Nuwa mengatakannya dengan wajah yang serius.

__ADS_1


"Jadi maksudmu kita hanya akan berdiam di sini saja begitu?"


Bing Suinyuan tidak peduli jika memang level kemampuannya sekarang tidak dapat memberikan bantuan satu saja pada Bark Tian. Meski begitu dia tetap akan ke sana dan memikirkan suatu cara.


Xiao Nuwa yang melihat masih ada seseorang yang begitu peduli kepada Baek Tian tersenyum. Dia menggeleng untuk menjawab pertanyaan Bing Suinyuan.


"Tidak. Bukan begitu."


Bing Suinyuan yang mendengarnya menaikan salah satu alisnya.


"Hah?!"


"Cukup aku saja orang yang perlu ke sana, kalian berdua tolong persiapkan jalur kabur untuk kemungkinan terburuk."


***


Instruktur Goh memaksa Baek Tian mundur.


"Ini demi dirimu sendiri, kau tidak mungkin menang."


Terjadi pertukaran serangan yang cukup lama di sana antara Baek Tian melawan Instruktur Goh.


Keduanya memiliki keterampilan pedang yang seimbang, dimana hal itu membuat Instruktur Goh tak percaya. Apakah yang dilawannya sekarang itu memang benar seorang bocah?


Instruktur Goh sendiri merasa jika dirinya sedang berhadapan dengan seorang ahli yang sudah memegang pedang selama puluhan tahun.

__ADS_1


"Bakatmu ini, tidak boleh sampai menghilang di sini."


Siapa orang yang mampu berhadapan melawan dua kepala Instruktur secara bersamaan seperti ini selain Baek Tian, bahkan Tang Zihan sendiri tidak dapat melakukan hal yang sepertinya.


Instruktur Goh setuju jika bakat Baek Tian adalah yang terhebat dari teman-temannya yang lain.


"Jangan bodoh dan menyerahlah."


Instruktur Goh tidak akan sampai percaya diri mengatakan yang seperti itu, jika bukan karena pertolongan Instruktur Oh di belakangnya.


Setiap kali Baek Tian merubah kuda-kuda dan berniat menggunakan Sword Dancing di sana, seketika itu juga sekelebat bayang-bayang seseorang terlihat. Dirinya dipaksa berhenti melakukan gerakkan tersebut dan mundur beberapa langkah dengan melihat adanya orang itu di belakang.


Teknik tersebut akan terus digagalkan berulang kali oleh Instruktur Oh, karena dia terus menyimpan energi qi miliknya secara khusus demi Baek Tian.


Keduanya harus dipisahkan, pikir Baek Tian, tetapi bagaimana cara melakukannya Baek Tian sendiri tidak tahu.


Sampai tiba-tiba aura kuat dari seseorang muncul dan membuat Baek Tian sontak memalingkan wajahnya untuk mencari tahu.


'Apakah bala bantuan dari musuh lagi?!'


Baek Tian sendiri sudah sangat kesusahan bertarung dengan dua orang kepala Instruktur ditambah masih ada dua orang lainnya, Fan Misa dan Han Zhongyun yang berdiri tidak jauh di belakang mereka.


Namun, seseorang yang muncul itu sungguh diluar dugaan. Baek Tian terbelalak melihatnya.


"Tahap Grand Master...?"

__ADS_1


Xiao Nuwa berdiri di samping Baek Tian.


__ADS_2