Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Akhir Ekspedisi(3)


__ADS_3

Duaaaarrrrr!


Terjadi ledakan yang luar biasa dari perbenturan keduanya.


Keduanya sama-sama mengeluarkan aura dari tahap Elite. Ifrit tidak mengalah pada Fu Hei begitupun juga sebaliknya.


'Kau sama sekali tidak menahan diri, setan."


"Hmph. Kau pun juga sama saja dengan pedang besarmu yang masih tetap tumpul. Tidak ada yang menakutkan darimu."


"Kurang ajar kau, padahal cuma setan tapi sok sekali."


Pertukaran serangan itu terjadi sangat lama dan sengit, orang-orang di sekitar mereka bisa menyadari bahwa keduanya sebanding.


Tetapi semua itu tidak bertahan lama sampai kubu musuh terus menekan dan membunuh pasukannya satu demi satu. Hanya tinggal seperempat saja mereka yang tersisa sedangkan di kubu musuh, masih tetap dan tidak berkurang.


Begitulah perbedaan kekuatan dari umat manusia dengan ras iblis.


"Ada apa, fokusmu pecah sekarang."


Jenderal Iblis Ifrit menemukan celah pada Fu Hei, dia memanfaatkan hal itu untuk menyerang secara bertubi-tubi yang hasilnya membuat Fu Hei didorong mundur.


Ifrit menyeringai sedangkan Jiang Jiang yang melihat tuannya sedang berada di ujung tanduk menatap Fu Hei dengan cemas.


'Tuan...'


Untuk bisa membantu mengurangi rasa cemas tuannya, entah bagaimana caranya Jiang Jiang harus mengurangi jumlah musuh di sini.


Dirinya mulai mengamuk dan menjadi gila di sana, sebanyak mungkin bagaimana caranya dirinya harus bisa membunuh musuh sebanyaknya, semua itu demi tuanya.


Namun Jiang Jiang sebagai tangan kanan kepercayaan tuannya itu telah gagal karena kelelahan. Jumlah musuh melebihi perkiraannya, mereka seolah tidak terbatas dan sangat kuat.

__ADS_1


Ifrit yang melihat itu terkekeh.


"Umat manusia, bukankah menurutmu mereka sangat lemah karena tidak bisa melakukan apa pun sendirian dan harus bersama-sama?"


Gerakan Fu Hei semakin lama semakin melambat dan lemah.


"Oh. Maafkan diriku, kau juga manusia ya. Pantas, kau menjadi sangat lemah sekarang."


Seringai lebar yang tak tertahankan lagi muncul di bibirnya. Senyuman itu sangat menakutkan dan bisa membuat orang-orang merinding ngeri.


"Hei, apa kau barusan merasakan takut?"


Ifrit bertanya pada Fu Hei di depannya tetapi orang itu hanya terdiam saja dengan punggung yang penuh dengan keringat.


"Hehehehehe"


Melihatnya seperti itu membuat Ifrit tertawa terbahak-bahak.


Tetapi tangannya tiba-tiba berhenti saat akan memenggal Fu Hei.


"Sword Dancing,"


Dirinya mendongak untuk mengetahui siapa orang itu.


"Gerakan kedua, Menari Di Atas Darah!'


Baek Tian menghentikan tangan Jenderal Iblis diwaktu yang tepat.


Ifrit seketika tersenyum.


"Jadi itu kau rupanya, orang yang telah melakukannya..."

__ADS_1


Dia menyeringai melihat Baek Tian.


"Senjata rahasia dan kartu tersembunyi dari umat manusia."


Tiba-tiba Ifrit tertawa.


"Aku tidak mengharapkan banyak tetapi bocah di tahap Grand Master adalah kartumu?"


Ifrit melirik pada Fu Hei.


Fu Hei yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dimaksud Ifrit menatap balik Baek Tian dengan tatapan lemas, siapa bocah ini dan darimana dirinya berasal?


Sampai Ifrit yang tiba-tiba menyinggung pasukan elitnya dan membuat Fu Hei perlahan menyadarinya.


'Ah... Jadi maksudmu bocah ini yang melakukannya. Dari awal, aku memiliki kekuatan sepertinya tetapi tidak mengetahui apa pun?'


"Aku tidak percaya orang yang membunuh para pasukan Minotaur dan Cyclop adalah boocah sepertimu."


Sekali lagi Ifrit tertawa.


?!


"Hmm. Bagaimana ini, aku memiliki kepercayaan yang sama denganmu."


Baek Tian tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya dan membisikan sesuatu di telinganya yang membuatnya geli.


Ifrit yang terkejut pun begitu saja terbang ke langit dengan kecepatan reflek yang sangat gila.


"Kau, kau ada dua?"


"Manusia sangat lemah dan tidak dapat melakukan apa pun tanpa bantuan orang lain kan?"

__ADS_1


__ADS_2