Sang Penguasa Malam

Sang Penguasa Malam
Turnamen(4)


__ADS_3

"Wow. Kau memenangkan pertarungan itu?"


Baek Tian tidak menyangkanya. Hasil pertandingan antara Mo Xian melawan Luo Yan berhasil dimenangkan oleh Luo Yan.


Luo Yan menunjukkan keterampilan Sword Dancing gerakan pertama dan menggunakan teknik itu untuk mengembalikan serangan Mo Xian hingga dua kali lipat.


"Cih. Lalu apa peduliku?"


Di sisi lain, Bing Suinyuan tampak kesal karena kalah melawan Pangeran Kedua, Yin Baram.


"Hei, jangan begitu, aku yang akan membalaskan kematianmu itu."


"Brengsk. Aku masih belum mati."


Luo Yan dicekik Bing Suinyuan di sana karena telah berani mengejek dirinya, Baek Tian yang melihatnya hanya tersenyum tanpa mempedulikan Luo Yan yang meminta pertolongan kepadanya.


"Keeeekk! T,T, Tolong lepaskan aku... dari pembunuh ini..."


Babak 16 besar dimulai hari berikutnya, lawan telah diundi dan diumumkan di sana.


Terdapat dua orang yang menjerit ketika melihat hasil undian itu. Mereka berdua adalah Luo Yan dan Er Ling.


(Bagan Pertandingan 32 Besar)


- Yin Yuze melawan Wang Kai.


- Su Lian melawan Qing Chen.


- Tang Zihan melawan Luo Yan.

__ADS_1


- Fu Ning melawan Mei Yun.


- Er Ling melawan Baek Tian.


- Ho Ryuu melawan Xiao Nuwa,


- Qian Hu melawan Sin Ko


- Mu Jian melawan Yin Baram.


***


Turnamen bela diri untuk para generasi baru selalu diadakan setiap sepuluh tahun sekali menyambut para generasi baru yang yang masih awam dengan dunia bela diri.


Selain untuk belajar dan menumbuhkan membuka mata para murid, Turnamen ini menjadi ajang unjuk kebolehan dengan bakat mereka sekaligus membuat namanya di dunia bela diri.


"Bagaimana pendapatmu dengan turnamen generasi ini Guru Besar Yi Jin?"


Guru Besar dari Sekte Gunung Hua, Han Seo dan Guru Besar Sekte Lembah Pedang, Yi Jin tengah terlibat perbincangan.


Keduanya adalah sekte yang sama-sama memperdalam ilmu pedang dan memiliki hubungan baik antara satu sama lain.


"Hmmm. Tapi apakah ini benar, bagaimana bisa sekte yang dipimpin oleh orang bejat itu memiliki banyak sekali jenius di dalamnya."


Di sana Guru Besar Lu Huo sedang bersenang-senang dengan para perempuan tuanya, Yi Jin yang melihatnya hanya menghela napas.


"Sungguh beruntung sekali pak tua itu."


Han Seo yang melihat itu juga merasakan cemburu. Setelah turnamen ini selesai nama dari Sekte Pavilion Harta Karun akan sangat terkenal di benua.

__ADS_1


"Apa kalian lihat-lihat?" Pak tua Lu Huo mendengus mengetahui tatapan yang tidak mengenakan berasal dari pria tua yang sedang terbakar api cemburu.


"Asal kalian tahu, aku tidak ingin membagi wanitaku ini dengan kalian, mending kalian berdua cari yang lain saja."


***


"Ayah, bolehkah aku bertemu dengan kakak Baek Tian?"


"...Kakak?"


Sudah lama Yin Yuehua ingin bertemu dengan Baek Tian dan mengobrol semenjak insiden dengan kakaknya dulu.


Yin Yuehua perlahan tanpa dia sadari telah menumbuhkan sikap ketertarikan yang semakin tinggi padanya.


Pada turnamen ini, Yin Yuehua jadi memiliki kesempatan untuk dapat mengenal lebih dekat Baek Tian.


Kaisar Yin Song melihat putrinya itu kemudian termenung. Yin Yuehua adalah putri yang penurut dan juga baik, dia tidak suka meminta sesuatu barang ataupun hadiah seperti dengan kakak-kakaknya yang lain.


'Ini adalah permintaan yang pertama...'


Kaisar Yin Song seharusnya mencegah putrinya itu untuk pergi menemui Baek Tian, karena sebentar lagi dirinya akan dijodohkan dengan seseorang dari negeri sebelah.


Di dunia ini, sama sekali tidak aneh apabila seseorang anak kecil dijodohkan dan menikah diumur yang masih belia, jika itu memang cocok dan keduanya sama suka maka tidak ada yang akan keberatan.


Hal ini juga menjadi keuntungan untuk masing-masing keluarga mempelai. Menyatukan dua keluarga akan membuat keluarga mereka menjadi lebih besar lagi dan kuat.


Tetapi kembali lagi, karena ini adalah permintaan yang pertama dari putrinya, maka Kaisar Yin Song hanya bisa menghela napas.


"Hanya untuk kali ini saja kamu mengerti?"

__ADS_1


"Ya, Ayah!"


__ADS_2