
Situs Stan merupakan web yang menjadi wadah bagi masyarakat khususnya para penggemar untuk berinteraksi satu sama lain. Situs itu dipakai hingga miliaran kali dalam sehari, mengingat situs ini bukan hanya memberikan berita seputar selebritis tetapi juga berita-berita lainnya.
Hari ini, situs tersebut dibuat heboh dengan sebuah artikel berjudul. Latar Belakang Jin Ji PALSU! Ini kebenarannya! Orang-orang yang penasaran membuka artikel tersebut dan terkejut dengan isinya.
Senin, 14 november 2020. Hai, hari ini aku akan memberitahukan pada semua orang baik di negara ini maupun negara lain yang mencintai, mendukung, dan mengidolakan Jin Ji, bahwa kalian semua telah ditipu habis-habisan olehnya. Dalam profil Jin Ji dituliskan bahwa dia adalah anak polos dari desa yang direkrut oleh agensinya, ITU BOHONG! Nyatanya adalah Jin Ji itu adalah Ji Hyujin, anak dari pengusaha kaya raya, Ji Hyu Seo, yang tujuh tahun lalu menjadi tersangka atas tindak asusila, dan percobaan pembunuhan terhadap anak angkatnya. Berita itu mungkin telah terhapus dari jejak pencarian karena Jin Ji yang mengaku polos itu ternyata adalah simpanan dari pewaris Chae-gu Group, sehingga melenyapkan berita dari media dan daring cukup mudah untuk dilakukan. Bukan hanya itu, Jin Ji sendiri bisa masuk ke dunia hiburan itu semua karena dia menjual dirinya kepada para pria tua bangka yang merupakan orang-orang penting di pertelevisian yang juga memiliki kelainan biseksual. Saat kebenaran ini akan terungkap, seorang dari perusahaan media mengatakan bahwa seseorang yang berasal dari perusahaan Chae-gu meminta agar semua berita tentang Jin Ji harus di saring, berita jelek tidak boleh terbit kalau tidak mereka akan bermasalah dengan Chae-gu Group. Menurut kalian siapa yang bisa melakukan hal seperti itu jika dia tidak memiliki jabatan tinggi di Chae-gu Group? Itulah sebabnya berita perudungan Jin Ji terhadap Haejun tiba-tiba menghilang, dan Bahkan mereka sengaja mengeluarkan berita fitnah tentang Haejun untuk menutupi berita tentang kebusukkan Jin Ji. Aku tahu kalian tidak akan percaya dengan hanya melihat tulisanku, maka dari itu, aku menyertakan sederet bukti ini pada kalian.
Si anonim memberikan beberapa gambar di mana Jin Ji terlihat masuk ke hotel bersama dengan para petinggi di industri pertelevisian, dan juga Screenshoot pemberitaan tentang ayahnya.
Orang-orang mulai berpendapat.
"Kudengar kasus tujuh tahun lalu itu juga melibatkan Jin Ji. Kudengar dia dan ayahnya melakukan 3 in 1 pada gadis itu."
"Ibuku pernah bilang bahwa ayah Jin Ji memaksa gadis itu untuk melakukan pengangkatan rahim supaya dia tidak harus repot-repot melakukan aborsi bila spermanya berhasil berbuah."
"Gila, aku tidak menyangka bahwa selebritis juga meladeni orang-orang dengan kelainan biseksual."
"Jin Ji pasti sangat frustasi setelah kebejatan ayahnya dan dia terungkap, dia pasti tidak tahu harus berbuat apa, makanya dia memutuskan untuk masuk industri hiburan dengan cara seperti itu."
"Wow, wajahnya sangat polos. Aku sempat tak percaya kalau dia merundung Haejun, tapi melihat semua bukti ini..., wow, Jin Ji, enyahlah dari dunia hiburan!"
"Pantas saja! Pantas jika tiba-tiba berita perundungan yang dilakukannya menghilang dan berubah menjadi berita tentang Haejun. Gila! Hey, Jin Ji, bagaimana kau bisa memiliki wajah sebaik itu di saat kau benar-benar orang yang bejat!"
"Kasus yang menimpa ayahnya tujuh tahun lalu benar-benar mengejutkan!"
"Apakah benar dia dan ayahnya melakukan 3 in 1 pada gadis itu tujuh tahun lalu? Waww."
"Dia melakukan 3 in 1 bersama ayah dan adik angkatnya, dan itu membuatku amat terkejut mengingat dia berkata pada fans nya bahwa dia menggunakan aktor pengganti untuk adegan ciuman di dramanya. Dasar brengsek!"
"Yang lebih mengejutkan lagi adalah fakta bahwa dia di dukung oleh group Chae-gu!"
"Waww~ ternyata pewaris group Chae-gu itu wanita murahan yang memiliki hubungan dengan pria murahan!"
"Hahaha aku dulu adalah pegawai Chae-gu Group, jadi aku tahu bahwa 'orang dari Chae-gu Group' yang dibicarakan pasti anak bungsu presdir Chae, si sombong Chae Eun!"
"Jadi namanya Chae Eun? Temanku juga pernah bekerja di sana, dan dia bilang Chae Eun itu adalah wanita gila yang penuh napsu!"
●●●
"Ini benar-benar menjatuhkan nama Chae-gu Group!"
"Benar! Satu-satunya jalan adalah mencabut jabatan Direktur Chae Eun untuk meredamkan amarah publik!"
"Tapi Direktur Chae Eun banyak berkontribusi untuk kemajuan perusahaan."
"Lagipula itu hanya rumor, belum tentu benar! Terlalu gegabah jika kita bertindak keterlaluan seperti itu hanya karena rumor tak berdasar!"
Terjadi pro-kontra di dalam ruang rapat gedung Chae-gu Group. Beberapa pemegang saham seolah tak peduli dengan skandal yang menjerat Chae Eun. Namun, yang lainnya, yang merupakan sekutu dari paman Chae Eun, Chae Hyungho, menyatakan yang sebaliknya.
Ayah Chae Eun nampak pusing. Dia tak henti-hentinya memijat keningnya, dan menghela napas panjang.
"Paman, meskipun ini hanya rumor tapi, rumor ini dapat merusak image Chae-gu Group jika diabaikan," Chae Eun berkata pada ayah Chae Eun.
Ayah Chae Eun bisa melihat jelas wajah anak adiknya itu, teramat senang ketika mengatakan hal tersebut. Ayah Chae Eun merasa frustrasi, dia tahu posisi Chae Eun saat ini serba salah untuk dipertahankan. Namun, jika sampai posisi Chae Eun dicabut, maka artinya Chae Hyungho dan anaknya yang akan mengelola Chae-gu Group, mengingat ayah Chae Eun sudah tidak bisa lagi menduduki posisi tertinggi di perusahaannya tersebut karena usia dan juga riwayat penyakitnya yang mungkin akan mengganggu jalannya kredibilitas perusahaan.
"Itu benar. Namun, kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa Chae-gu Group menjadi lebih besar karena andil Direktur Chae Eun. Oleh karena itu, untuk saat ini ada baiknya kita mengawasi silkus saham Chae-gu, apabila ada penurunan yang signifikan, maka kita akan kembali membicarakan pencabutan posisi Chae Eun," tukas ayah Chae Eun sebelum dia mengakhiri rapat, dan meninggalkan ruangan bersama sekretarisnya.
"Bu Hwang, hubungi Chae Eun, katakan padanya untuk menemuiku!"
●●●
__ADS_1
Seok Woo bergegas menemui Jin Ji di rumahnya ketika melihat berita di situs Stan pagi ini. Saat masuk ke rumah mewah itu, benar saja yang dikhawatirkan olehnya sepanjang perjalanan, bahwa Jin Ji akan melakukan hal-hal gila seperti..., mencoba untuk mengakhiri hidupnya.
"JANGAN!" Seok Woo menepis obat yang hendak di minum oleh Jin Ji, dan itu membuat Jin Ji tertegun. Apalagi ketika Seok Woo memarahinya.
"Kau gila?! Kau sungguh mau mati dan meninggalkanku, hah?! Sudah kukatakan bahwa apapun yang terjadi kau masih memiliki aku, Jin-ah! Aku tidak akan ke mana-mana! Jadi jangan bodoh!" Seok Woo menangis, dan memeluk Jin Ji dengan erat.
"K-kak, s-sebenarnya k-kau kenapa? Kenapa kau membuang obat diareku?" Tanya Jin Ji dengan wajah yang teramat bingung.
Seok Woo melepaskan pelukkannya, dan menatap Jin Ji penuh tanya, "obat diare?"
"Emm, semalam aku memesan banyak sekali makanan, Chae Eun tidak membantu sama sekali karena makannya tidak banyak, jadi aku yang menghabiskannya, dan pagi ini perutku menjadi sakit," jelas Jin Ji.
"Heh? Jadi..., kau tidak sedang mencoba bunuh diri?"
"Kenapa harus?"
"Kau belum melihat berita?"
"Berita apa?"
"Itu...," belum selesai Seok Woo bicara ponsel dalam saku celananya berbunyi.
Dia mendapat panggilan masuk dari Direkturnya.
"Iya, Direktur?" Tegur Seok Woo.
"Bawa dia ke sini. Kita harus melakukan klarifikasi!" Bentak sang Direktur, sebelum panggilan itu diakhiri olehnya.
"Kak, sebenarnya ada apa?"
"Jin-a, aku akan menjelaskannya dalam perjalanan. Ayo."
●●●
Panjang lebar ayahnya berbicara. Namun, yang ada dalam pikiran Chae Eun hanya satu.
Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia akan ketakutan seperti saat itu?
"Hubungan kalian hanya akan menyakiti satu sama lain. Jadi, kenapa kalian tidak mengakhirinya saat aku meminta kalian, huh? Hubungan kalian tidak akan...,"
"Apa maksud ayah?" Chae Eun menyela, dan menatap ayahnya penuh tanya. "Apa maksud ayah dengan berkata begitu? Mungkinkah ayah..., ayah meminta Jin Ji bercerai denganku?"
"Itulah yang terbaik, Eun-ah."
Chae Eun menatap tak percaya pada ayahnya. "Terbaik? Tahu apa ayah tentang sesuatu yang terbaik untukku, eoh? Merebut impianku, merebut kebebasanku, dan memaksaku menjadi boneka keluarga ini, apakah itu disebut terbaik?!"
Ayahnya tercengang, ini pertama kali Chae Eun bereaksi seperti itu. Matanya yang memicing, dan bicaranya yang seolah merendahkan.
"Yaa! Chae Eun, kau...,"
"Ahhh, benar! Aku hanya anak dari selingkuhanmu, jadi apapun yang kalian katakan, itu semua pasti dianggap yang terbaik untukku," sela Chae Eun, membuat ayahnya tersentak.
"Kau...,"
"Ayah penasaran bagaimana aku tahu? Akupun sempat penasaran, kenapa hanya aku yang diperlakukan berbeda diantara kakak-kakakku, rupanya ini alasannya. Karena aku hanya anak seorang selingkuhan. Aishhh!! Aku terlalu meninggikan diriku saat mengira bahwa kalian mendikte hidupku karena aku terlalu hebat dalam segala hal." Chae Eun terkekeh. Namun, airmata memgalir di kedua pipinya. "Menyebalkan sekali! Aku muak dengan kalian! Apa ayah tahu berapa kali aku mencoba untuk mati karena keluarga sialan ini, hah?!"
"Chae Eun, kau...,"
"Tapi aku tidak juga mati, Chun Bong, si bodoh itu selalu menyelamatkanmu. Padahal, aku hanya menyelamatkannya satu kali, dan dia menyelamatkanku berkali-kali! Kenapa dia begitu berhutang budi padaku? Seharusnya dia membiarkanku mati."
__ADS_1
"Ayah, ada apa ini?" Tanya ibunya yang baru saja datang dengan Chae Sun, dan Chae Hyun.
"Eun-ah, kau kenapa?" Tanya Chae Hyun khawatir.
Chae Eun menghampiri ayahnya, dan bersimpuh dihadapannya. "Kau boleh memerintahku, dan mendikteku sepuasmu, tapi tolong. Jangan rebut Hyujin dariku. Dia..., adalah satu-satunya hal yang kuinginkan dalam hidupku. Hal pertama yang kuinginkan dan ingin kupertahankan. Jangan rebut dia. Tolong!"
"Ini tentang Hyujin? Apakah bersangkutan tentang berita pagi ini?" Tanya Chae Sun menegaskan.
"Eun-ah, kami ke sini karena mendengar berita itu. Jadi, kami pikir akan lebih baik jika kau berpisah dengannya," kata Chae Hyun. "Tapi...," dia menghampiri Chae Eun, merengkuh bahu adik bungsunya itu. "Tapi jika itu yang kau inginkan, maka lakukanlah. Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan dengan ayah, tapi kurasa ini memang saatnya kau mengambil jalan hidupmu sendiri. Kami semua akan mendukungmu."
"Hyun-ah." Tegur ayahnya.
"Kak Hyun benar, ayah. Chae Eun selalu melakukan segalanya yang kita minta, dia tidak pernah mengeluh atau apapun, jadi apa salahnya jika dia mendapatkan apa yang dia inginkan?" Sun menimpali.
"Tapi...,"
"CUKUP!!" Sang ibu membentak, membuat semuanya bergeming. Dia menghampiri suaminya, dan menatap suaminya dengan yakin. Seraya berkata, "sudah lama ingin kukatakan padamu bahwa kau tidak layak melimpahkan kesalahanmu pada Chae Eun!"
"Yeobo, kau...,"
"Bukan salah Chae Eun jika dia lahir dari selingkuhanmu. Jadi, jangan desak dia untuk menuruti semua perintah keluarga ini hanya demi menenangkan rasa bersalahmu pada keluarga ini! Aku! Sejak Chae Eun dibawa ke sini. Aku tidak pernah sekalipun membencinya."
Benar. Alasan mengapa sang ayah selalu memaksa Chae Eun untuk menuruti permintaan isteri dan anak-anaknya yang lain adalah karena dia merasa bersalah, dan dia pikir dengan membiarkan Chae Eun selalu mengalah, dan menurut bisa menebus kesalahannya. Hingga akhirnya keluarganya mulai terbiasa mendikte hidup Chae Eun. Namun, melihat Chae Eun mengemis seperti itu, membuat ibu dan kakak-kakaknya merasa bersalah.
Sang ibu menghampiri Chae Eun. "Jika bersama Hyujin adalah yang kau inginkan, maka lakukanlah. Maaf karena selama ini kami begitu egois padamu. Mulai sekarang, kami akan mendukungmu."
"Eomma...,"
●●●
"Aku akan membunuhnya bila dia menyebut namamu," Hyong Seo mengepalkan tangannya kuat-kuat ketika melihat pemberitaan tentang Jin Ji.
"Oppa, ini tidak benar. Hyujin tidak salah apapun, dia...,"
"Kau mau menolongnya? Kau mau mengatakan yang sebenarnya pada media bahwa kaulah yang menggoda ayahnya, hah? Kemudian kau akan menjadi bulan-bulanan media dan masyarakat!" Bentak Hyong Seo.
"Tidak! Tidak begitu ceritanya oppa, aku...,"
"Entah bagaimanapun cerita yang sebenarnya, jika kau menceritakannya kepada media, maka media akan membuat fiksi berdasarkan ceritamu. Jadi, segera kemasi barang-barangmu. Kita harus pergi sejauh mungkin agar tidak perlu lagi berurusan dengan dia!"
"Tapi...,"
"DIAM!"
●●●
"Direktur ini tidak benar! Bagaimana bisa kau melakukan ini?!" Bentak Seok Woo.
"Lalu? Kau mau kita semua hancur?"
"Tapi semua masalah ini kau lah yang membuatnya. cerita bahwa dia adalah anak polos dari desa. Kau juga yang menjebaknya untuk menemui para petinggi itu di hotel demi investasi. Beruntung saat itu aku datang dengan cepat, hingga para pria gila itu belum sempat melakukan apapun pada Jin Ji!" Bentak Seok Woo. Ya. Selama ini, sang Direktur memang mencoba memanfaatkan latar belakang Jin Ji. Para petinggi industri hiburan itu merasa penasaran setelah sang direktur berkata bahwa Jin Ji adalah anak dari Ji Hyu Seo, pengusaha kaya yang dikabarkan memerkosa anak angkatnya, dan melakukan 3 in 1 bersama putra kandungnya. Oleh karena itu, para petinggi itu ingin merasakan Jin Ji. Namun, beruntung sekali bahwa Jin Ji memiliki seseorang seperti Seok Woo disampingnya, sehingga sebelum para petinggi itu macam-macam, Seok Woo susah lebih dulu membawa Jin Ji pergi.
"Hey, Seok Woo sejak dulu aku sangat tidak suka caramu bekerja. Kau benar-benar memuakkan. Lagipula ini adalah cari cepat untuk menyelesaikan semuanya. Jika Jin Ji mengaku bahwa semua ini adalah idenya untuk memalsukan identitasnya, dan mengakui bahwa dia yang memiliki pikiran menggunakan cara kotor untuk mendapat sponsor, maka permasalahan ini akan terselesaikan. Perusahaan akan aman, dan Jin Ji akan kupastikan untuk menanggung hidupnya," kata Sang direktur seenaknya. Membuat Seok Woo memandang tak percaya.
"Kau gila. Kau benar-benar mencoba untuk mengorbankan Jin Ji! Aku tidak akan biarkan. Ayo, Jin Ji. Kita akan mengklarifikasi semuanya sendiri tanpa agensi." Seok Woo meraih tangan Jin Ji, hendak membawanya keluar dari ruang Direktur ketika sang direktur kembali berkata,
"Kalian pikir akan ada yang percaya padanya, huh? Sseorang dengan masalalu cacat seperti dia, siapa yang akan menerimanya? Jadi, ikuti saja arahanku. Kau..., mengakulah bahwa semua itu idemu. Memalsukan identitas, dan mencari sponsor, katakanlah itu idemu. Maka itu akan mudah untukmu."
Jika kulakukan. Apakah itu akan menjadi baik-baik saja untuk Chae Eun? Aku..., hanya ingin melindunginya.
__ADS_1