Secret Wedding

Secret Wedding
Part 24


__ADS_3

"Sudah ada kabar tentang Hyujin?"


Chae Eun menenggak air mineralnya. Kemudian berkata, "aku tidak mencarinya."


Chae Hyun tersentak, "kenapa?"


Untuk sesaat Chae Eun terdiam. Bukan tanpa alasan dia tidak mencari Jin Ji, dia hanya ingin menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi terlebih dahulu, agar saat dia pergi mencari Jin Ji, dia tidak lagi merasa risau, dan takut bila perasaan Jin Ji terluka.


"Jika dia pergi, maka dia bisa kembali jika dia ingin."


"Kau menyerah?"


"Aku sudah sejauh ini, kak. Mana mungkin menyerah. Aku hanya ... ingin memberinya waktu untuk pulih dari semua ini."


Chae Hyun menghela napas panjang. "Aku tidak pernah berpikir sebelumnya, bahwa kau ternyata juga memiliki keinginan seperti ini. Maaf ya, Eun-ah, karena aku egois padamu."


"Iya, aku juga. Aku tidak tahu bahwa sikap kami membuatmu tertekan," Chae Jung yang datang tanpa diundang tiba-tiba ikut menimpali.


"Tidak kok, kalian itu sangat baik padaku. Hanya saja ... terkadang kalian memang brengsek!" Tukas Chae Eun, membuat kedua kakaknya itu tertegun.


"K-kau bercanda, 'kan, dik?" Tanya Chae Jung.


"Aku memangnya pernah bercanda?" Tukas Chae Eun. Namun, sebenarnya dia hanya bergurau, dan kakak-kakaknya juga menyadari itu.


"Sialan! Sini kau!" Chae Jung yang murka membuat Chae Eun beranjak dari tempatnya, dan mencoba untuk menghindar. Sedangkan Chae Hyun hanya diam saja sembari menyeruput kopinya.


●●●


"Jadi, kau meminta uang sebanyak itu pada mereka?!" Eun Joo terkejut ketika mengetahui nominal uang yang Hyang Seo minta dari keluarga Ji sebagai bentuk kompensasi dari kasus yang terjadi 7 tahun lalu.


"Maafkan aku, Eun Joo. Aku hanya ingin memastikan bahwa kita bisa hidup nyaman dengan uang itu."


"Oppa! Kau benar-benar gila! Kau yakin melakukan ini untuk kita? Tidak! Kau melakukannya untuk dirimu sendiri. Aku sudah tahu bahwa saat itu kau bermasalah dengan kreditur, karena itulah kau tiba-tiba muncul lagi dihadapanku, dan pura-pura menjadi pahlawan bagiku! Kau..., tega sekali!" Eun Joo benar-benar kecewa. Orang yang dia percayai sebagai orang yang akan melindunginya, ternyata adalah orang yang paling banyak menusuknya dari belakang.

__ADS_1


Eun Joo dan Hyang Seo adalah teman sejak kecil. Mereka tumbuh di pantiasuhan yang sama. Sampai suatu hari, Hyang Seo diadopsi oleh pasutri kaya raya, dan sejak saat itu Hyang Seo tidak pernah lagi menemui Eun Joo. Ketika Eun Joo berusia 17 tahun, dia diadopsi oleh keluarga Ji. Keluarga Ji sangat menginginkan anak perempuan, maka dari itulah mereka mengadobsi Eun Joo.


"Eun Joo, bukan begitu. Aku...," sebenarnya, Hyang Seo tidak berniat memanfaatkan Eun Joo, hanya saja saat itu keluarga angkatnya mulai hancur, dan dia harus berurusan dengan kreditur hingga hidupnya tak tenang. Oleh karena itu, saat tahu bahwa Eun Joo bermasalah dengan keluarga kaya raya, Hyang Seo segera menghampiri Eun Joo, dan memanfaatkan kesempatan itu untuk mendapatkan uang dari kompensasi yang tidak pernah Eun Joo ketahui.


"Sudahlah, oppa. Aku ... kuharap kita tidak pernah lagi bertemu."


●●●


Hyunwoo masuk ke rumah Jessica dengan tergesa-gesa.


"Sudah kuduga kau di sini!" Serunya saat dia melihat Chae Eun.


"Oh, jadi kau ke sini untuk melihat Chae Eun, bukan untuk melihatku?!" Jessica merajuk, dan itu membuat Hyunwoo salah tingkah.


"E-hhh bukan begitu. Aku ... aku... pokoknya bukan begitu." Hyunwoo menghela napas panjang. Belakangan ini Jessica jadi sensitive sekali padanya, ada apa?


"Kau kenapa mencariku?" Tanya Chae Eun.


"Ah itu ...," Hyunwoo duduk di depan Jessica dan Chae Eun. "Itu..., kau ternyata benar, wanita bernama Eun Joo itu sungguh melakukannya."


"Melakukan apa? Apa dia menggodamu?!" Tukas Jessica, membuat Hyunwoo semakin gugup. Sedangkan Chae Eun hanya menggeleng-gelangkan kepalanya. Belakangan ini Chae Eun juga sudah menyadari sikap sensitive Jessica. Entah apa yang terjadi pada temannya itu.


"Bukan begitu. Lagipula, memangnya sebagus apa Hyunwoo sampai harus digilai banyak wanita?" Cibir Chae Eun.


"Tentu saja bagus! Sangat bagus! Siapa wanita di dunia ini yang tidak suka Hyunwoo! Sialan! Aku kesal sekali! Aku pergi saja!" Jessica mengumpat, setelahnya dia pergi begitu saja meninggalkan Chae Eun dan Hyunwoo yang memandang kepergiannya dengan terheran-heran.


"Sebenarnya kesalahan apa yang kau lakukan?" Bisik Chae Eun.


"Entahlah, dia sudah begitu sejak beberapa minggu lalu."


Chae Eun menghela napas panjang. "Ya sudahlah. Toh, Chun Bong tidak akan bisa ke mana-mana," kata Chae Eun. "Oh iya, ada apa dengan Eun Joo?"


"Tunggu sebentar." Hyunwoo mengeluarkan ponselnya, dan membuka sebuah file di sana.

__ADS_1


"Direktur WS media adalah temanku, dan dia memberikan draft untuk berita besoknya padaku. Ini ... adalah wawancara dengan Eun Joo. Mari kita lihat."


●●●


[Hot News: setelah tujuh tahun berlalu, kasus asusila yang melibatkan keluarga dari aktor Jin Ji akhirnya terungkap...]


"Perempuan dengan inisial EJ, yang mengaku sebagai korban, hari ini mengungkapkan sesuatu yang mengejutkan tentang kasus tujuh tahun lalu...,"


Baik berita cetak, berita daring, maupun televisi, semuanya ramai dengan pemberitaan tetang wawancara Eun Joo.


Semua orang kini telah tahu, bahwa kasus tujuh tahun lalu yang melibatkan keluarga Jin Ji bukanlah kesalahan keluarga tersebut. Eun Joo, benar adanya dia diadopsi oleh keluarga Jin Ji. Namun, dia melakukan sebuah kesalahan yang tidak seharusnya dia lakukan. Dia ... jatuh cinta, pada salah satu kolega ayah Jin Ji. Namun, Eun Joo tidak tahu, bahwa pria yang 20 tahun lebih tua darinya itu adalah seorang brengsek. Eun Joo hamil, dan dia justru meminta gadis belia itu untuk melakukan aborsi, dan mengangkat rahimnya. Namun, setelah melakukan semuanya, pria itu ... justru menikah dengan orang lain.


Eun Joo ingin menghancurkan pria itu. Akan tetapi, yang terjadi adalah ... ayah angkatnya tiba-tiba menjadi tersangka utama, dan dihujat oleh semua orang, hingga akhirnya ibu angkatnya mengalami depresi dan bunuh diri. Ayah angkatnya yang begitu terpukul, menjadi sedikit gila, bukan hanya karena kematian isterinya tapi, juga karena perusahaannya yang mengalami pailit, dan juga ... fakta bahwa pihak kelpolisian tidak terlihat berniat menuntaskan kasus tersebut, sehingga ayah Jin Ji mulai lelah, dan memutuskan untuk menerima semua hukuman, guna mengakhiri hujatan orang-orang yang mungkin bisa terus berdampak pada anaknya apabila dia terus menyangkal kasus tersebut, dan berita itu terus berlanjut.


Sekarang, berkat pengakuan Eun Joo yang akhirnya dia ungkapkan setelah tujuh tahun berlalu, masyarakat menuntut polisi untuk menuntaskan kasus tersebut.


Sekarang, apakah sudah selesai? Apakah Hyujin sudah bisa tenang? pikir Chae Eun.


"Ini melegakan karena semua pemberitaan buruk itu akhirnya terselesaikan satu persatu," kata Eun Joo.


"Terimakasih."


Eun Joo menatap Chae Eun dengan tulus. Seraya berkata, "aku benar-benar pengecut, 'kan, karena baru berani mengungkapkan kebenarannya sekarang."


"Tidak begitu. Aku tahu ... pasti sulit jika ada diposisimu. Nona Eun Joo, kau ... pokoknya aku berterimakasih karena sudah membantu meluruskan semuanya. Meskipun terlambat, tapi terimakasih." Chae Eun memang bukan orang yang pandai dalam mengatakan hal-hal baik.


"Aku yang harusnya berterimakasih, karena kau telah menyadarkanku," kata Eun Joo. "Dan... jika tidak keberatan, bisakah kau menyampaikan maafku pada Hyujin. Aku ... sepertinya belum siap untuk mengatakan langsung padanya. Aku ... terlalu malu."


Menyampaikan apa? Aku bahkan tidak tahu dia di mana.


"Kau ... sebaiknya kau sampaikan langsung padanya," kata Chae Eun. "Oh iya, jika... jika kau butuh sesuatu, atau jika kau butuh bantuan. Hubungi saja aku, ok?"


Eun Joo hanya tersenyum sebagai jawaban dari perkataan Chae Eun. Kemudian dia pergi, meninggalkan Chae Eun di depan kantor polisi. Ya, saat Eun Joo diintrogasi di kepolisian, Chae Eun dengan setia menunggunya.

__ADS_1


Benar! Sekarang semuanya sudah berakhir, apa itu artinya aku bisa mulai mencarimu? Atau, apakah aku harus menunggumu untuk kembali? Hyujin, di manapun kau, kuharap kau baik-baik saja.


__ADS_2