Secret Wedding

Secret Wedding
S.W. 36


__ADS_3

Rangga dan Feby sedang.bercanda bersama dan tak berapa lama, Sivia datang menghampiri dua manusia itu.


"kalian ngapain di sini,?" tanya Sivia dengan wajah tak sukanya.


hal itu membuat Feby sedikit heran di buatnya. " loe kenapa dah,?" tanya Feby dengan wajah bingung dan ekspresi tak bersalahnya.


" ayo Ikut gue," Sivia menarik tangan Feby dan membawa ke dalam gedung sekolah. sepanjang perjalanan, Sivia hanya terdiam dan terus saja melangkah menuju kelasnya.


"loe kenapa sih datang datang langsung tiba tiba bawa gue,?" tanya Feby masih tak mengerti dengan situasi saat ini.


Sivia yang mendengarnya, langsung menghentikan langkahnya. kemudian, menatap lekat wajah sahabatnya itu.


" loe beneran nggak tau apa yang udah loe perbuat,?" tanya Sivia dengan pandangan mata menyelidik.


Feby dengan cepat, menggelengkan kepalanya. karena memang, dirinya tidak mengetahui dengan apa yang terjadi.


"loe tau nggak kalau suami loe sekarang lagi ada di kelas,?" tanya Sivia yang membuat Feby semakin bingung di buatnya.


"lah, kan emang sekarang lagi ada pelajaran, makanya dia ada di kelas, terus kenapa,?" tanya Feby seperti orang bodoh.


hal itu membuat Sivia berdecak kesal." ck, loe itu ya,.. dahlah kita masuk ke kelas aja, nanti keburu ada guru masuk." Sivia berkata dengan sedikit kesal dan menarik tangan Feby


sesampainya di dalam kelas, semua mata tertuju lada dua gadis yang baru saja tiba itu.


" kenapa semua orang ngelihatin gue kayak gitu,?" tanyanya pada Sivia.


belum sempat Sivia menjawab, Syafira terlebih dahulu mengatakan hal yang membuat hatinya memanas.


"cie elah yang baru balikan sama mantan pacarnya," ucap Syafira dengan nada sinis.


Feby yang mendengarnya, langsung maju dan memarik rambut gadis yang di juluki ssbagai tante tante itu


"aakkh, lepasin!! sakit sialan,!!" maki Syafira berusaha melepaskan tarikan rambutnya.


" loe kenapa cari gara gara terus sama gue,? hmm " tanya gadis itu dengan mencrngkeram rambut Syafira semakin kuat.


hal itu membuat Syafira semakin kesakitan. tiba tiba, Aiden datang dan melerai semuanya. " ada apa ini,?" tanya laki laki itu.


Syafira yang melihat ada peluang untuk menjatuhkan musuhnya pun, segera menarik rambutnya secara paksa dan langsung memeluk Aiden.

__ADS_1


"Aiden, tolongin gue hiks, " Syafira menangis sesenggukan di dalam pelukan Aiden.


laki laki itu menatap tajam ke arah Feby. " apa yang loe lakuin, hah,?" bentaknya pada gadis itu. " apa belum cukup loe selama ini buat masalah,?" tanya Aiden dengan ganasnya.


hal.itu membuat semua yang berada di sana, menjadi sangat terkejut. karena selama sekolah di sana, laki laki itu belum pernah meninggikan suaranya.


Feby yang mendengar bentakan dari suaminya pun, memasang wajah datarnya.


karena menurutnya, suara bentakan itu adalah makanannya sehari hari. jadi, tidak ada pengaruhnya sama sekali.


"loe mau tau yang sebenarnya,?" tanya gadis itu tersenyum tipis. lihat saja rekaman CCTV," ucapnya melangkah pergi.


nsmun, dengan cepat, tangannya di tarik oleh Aiden. dan menatap tajam gsdis di depannya itu. " kalian berdua, Ikut gue," Aiden segera menarik tangan Syafira dan Feby menuju ruang Guru Bp.


****


pak Imam yang sedang terduduk di kursinyapun, mulai memijit kepalanya yang mulai berdenyut itu. " kalian buat ulah apa lagi,?" tanya laki laki berkumis pak raden itu.


"Feby menjambak rambut saya Pak," adu Syafira.


" bohong Pak, dia duluan yang memulainya," sanggah Feby membela diri.


"apaan loe yang memulai kok," Syafira masih mrnyanggahnya


"sudah diam! bapak jadi pusing gara gara kalian," tegur pak Imam melerealrai dua gadis itu.


jika tidak di lerai, dapat di pastikan jika perdebatan mereka akan semakin memanas.


" kita biarkan saksi berbicara," Pak Imam menunjuk ke arwh belakang. membuat Aiden seketika maju dan menatap dua gadis itu dengan bergantian.


"Feby yang salah Pak, tadi saya melihatnya, sedang menantang dan kemudian menarik rambut Syafira " ucapnya dengan wajah tenang.


Feby yang mendengarnyapun, terperangah kaget. seakan tak percaya kalimat itu keluar dari mulut laki laki yang berkata akan selalu membahagiakannya itu.


tapi ternyata sepertinya itu hanya bualan semata. karena buktinya, untuk sekedar mendengarkannya saja tidak mau.


ya. malam itu, Feby mendengar semuanya. dia merasa sangat beruntung bisa hidup dengan keluarga yang mau mendengar keluh kesahnya. tanpa menghakimi satu sama lain.


namun, sekarang ia bisa tau jika itu hanya bualan semata dan tak akan benar.

__ADS_1


seharusnya dia tau jika itu tak akan pernah mungkin terjadi. orang yang menganggap dirinya spesial itu hanyalah omong kosong semata.


"baiklah kalau begitu, kamu di hukum untuk membersihkan toilet di lantai dua. " tunjuk pak Imam pada Feby.


sementara Syafira yang mendengarnya, tersenyum penuh kemenangan.


setelah selesai memberikan hukuman, Feby dan Syafira keluar dari tuang BP di temani Aiden yang berada di belakangnya.


"babay cewrk bar bar, nikmati atas ulah yang kamu dapat," Syafira mrlambaikan tangan pada Feby dan berlalu pergi.


sementara itu, Feby yang mendengarnya, segera melangkahkan kakinya menuju toilet. Feby sama sekali tidak menoleh pada sang Suami yang masih setia berjalan di belakangnya.


setelah sampai di depan pintu toilet, gadis itu segera membersihkan ruang toilet dengan benar.


sementara Aiden, laki laki itu hanya bertugas menjadi pengawas saja tanpa berniat membantunya.


sepertinya Aiden masih sangat kesal pada istrinya itu. walaupun, ditinya tak bisa memaksakan perasaan seseorang.


tapi, kenapa dirinya tidak jukur dengan apa yang Feby rasakan. agar Aiden tak berharap akan mendapatkan cintanya.


"ngapain sih, ada di sana,? mau jadi petugas pengawas,?" tanya gadis itu ketus.


dengan cepat, Aiden segera mensrik dan mendekap sang istri dengan erat. seakan tak ingin kehilangan gsdis itu.


Feby yang yang di peluk secara tiba tiba pun, berusaha melepaskan diri. namun, sepertinya drkapan Aiden terlalu kencang. sehingga usahanya sia sia.


"Maaf, karena aku membiarkan kamu di hukum seperti ini," bisiknya di telinga Feby.


rencananya, Aiden ingin mendiamkan sang istri karena merasa kecewa dengan sikapnya yang tidak jujur itu.


namun, sekuat apapun Aiden berusaha mengabaikan Feby, yang di dapat hanyalah tmrwsa sakit.


karena memang, yang tertanam sekarang ini adalah nama gadis itu.


untuk masalah hukuman, laki laki itu memang sengaja ingin meminta hukuman itu agar Aiden bisa berlama lama dengan istri kecilnya itu.


lama Feby terhanyut dalam dekapan suaminya, gadis itu segera mendorong tubuh kekar sang suami.


"loe nggak usah sok baik di depan gue," ucap Feby menggunakan kata ' loe gue' bukan 'aku kamu' lagi.

__ADS_1


hal.itu membuat Aiden merasa aneh pada samg istri.


See You....


__ADS_2