Secret Wedding

Secret Wedding
Nyidam mangga muda


__ADS_3

Meli tersenyum, ia tidak ingin suaminya marah kepada penjaga toko buah itu.


Jhon tersenyum, pria itu segera mengemudikan mobil menuju ke rumah Tuannya.


Selama dalam perjalanan keduanya sama-sama diam. Hingga mobil berhenti di depan rumah dua lantai.


Meli keluar lebih dulu, setelah itu Jhon keluar dengan membawa buah yang dibeli istrinya.


Meli dan Jhon belum sampai mengetuk pintu, Nathan sudah berada di pintu terlihat akan pergi.


"Ah, akhirnya kamu datang juga pada hal baru mau aku hubungi, Meli kamu jaga Zara ya saya mau beli buah mangga muda dan kedondong." Nathan melihat handphonenya karena semua yang diinginkan istrinya sudah dicatat.


Jhon mendengar itu menelan salvianya. Niat datang ingin menjenguk Nonanya, tapi kini harus mencari buah yang belum pernah dilihatnya.


Kalau mangga ia tahu, tapi kalau mangga muda setahunya harus memetik di pohon.


Setelah mobil yang dikemudikan oleh suaminya tidak terlihat lagi. Meli segera masuk, wanita itu melihat di dapur hanya ada pelayan.


"Bibi Nona mana?"


"Ada di taman belakang, Non."


"Bibi panggil Meli saja," pinta Meli karena awalnya para pelayan memanggil Meli.

__ADS_1


Namun, setelah wanita itu menikah dengan orang kepercayaan Nathan. Semua pelayanan menjaga jarak.


Meli segera berjalan menuju di mana Zara sedang duduk santai sambil memberi makan ikan.


"Nona," panggil Meli.


Zara menoleh, senyum mengembang melihat siapa yang kini sedang berdiri sambil membawa potongan buah naga.


"Wah, akhirnya kamu datang. Selama kamu tidak ada rumah jadi sepi," ujar Zara dengan memeluk lengan Meli.


Meli tersenyum dan memberikan potongan buah naga pada Zara, tidak menunggu lama istri dari Nathan itu langsung memakannya.


Sejak tahu dirinya hamil, Zara selalu mual jika bau nasi. Bahkan saat memaksa makan nasi, tidak sampai lima detik perutnya langsung mual.


Namun, jika makan buah. Zara herba sama sekali tidak ada rasa mual dan hal itu juga membuat Nathan khawatir.


"Kamu beli buah di mana, ini enak sekali?" tanya Zara karena buah naga yang dibeli Meli begitu manis.


"Di toko buah dekat apartemen," jawab Meli.


"Sepertinya ini kualitas premium," ujar Zara.


"Ada juga buah tangan tadi, Nona. Saya tidak beli karena belum pernah memakannya."

__ADS_1


Zara menghentikan gerakan tangannya untuk mengambil buah naga di depannya. Wanita itu menatap Meli." Buah tangan?"


"Iya, Nona." Meli akhirnya menceritakan kalau makan di rumah makan Padang.


Namun, saat suaminya menyebut menu pelayan ada yang tertawa.


"Tunggu pelayan buah itu tanya untuk buah tangan?" tanya Zara.


"Iya."


Tawa Zara langsung pecah, wanita itu sampai mengusap air matanya.


"Meli kalau di Indonesia itu jenguk orang sakit, atau ke saudara dan sahabat kita ada baiknya membawa buah tangan, sini deh aku jelaskan. Yang dimaksud buah tangan itu ini, buah naga yang kami bawa. Atau bisa sama dengan oleh-oleh."


Meli akhirnya paham, tapi wanita menghentikan obrolannya saat pelayan bilang jusnya sudah siap.


Zara akhirnya mengajak Meli untuk masuk.


"Kamu sudah makan belum, Meli?"


"Sudah Nona, makan pakai dendang," jawab Meli.


Zara kembali lagi tertawa mendengar jawaban sahabatnya itu. Ia mengajak Meli untuk duduk di ruang keluarga.

__ADS_1


"Namanya dendeng, buka. Dendang, Meli." Zara ingin sekali mencubit pipi Meli karena gemas akan jawaban wanita itu.


__ADS_2