Secret Wedding

Secret Wedding
gara-gara Mangga


__ADS_3

Nathan sudah hampir tiga jam keluar masuk mencari buah mangga muda dan kedondong, tapi pria itu tidak juga mendapatkannya.


Jhon juga lelah, mall terbesar di Jakarta juga tidak menyediakan buah mangga muda itu, tapi kalau mangga masak banyak.


"Jhon kenapa Zara harus menginginkan mangga muda, padahal yang masak saja ada," keluh Nathan.


Jhon tersenyum tipis, pria itu juga sebenarnya lelah. Ia ingat istrinya tadi beli buah di pinggir jalan.


"Tuan, bagaimana kalau kita beli yang berada di pinggir jalan?" tanya Jhon.


"Di minimarket mall besar saja tidak ada, Jhon."


"Kita coba, tadi Meli membeli buah di pinggir jalan, katanya penjualnya ada juga buah tangan," ujar Jhon.


"Buah apa itu?" tanya Nathan karena baru mendengar apa nama buah tangan.


"Saya juga kurang tahu, Tuan."


"Gara-gara Mangga, kita keliling," kata Nathan.


Jhon hanya tersenyum, pria itu segera mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang.


Mobil yang dikemudikan oleh Jhon sampai di toko buah pinggir jalan. Kedua pria tampan itu keluar dari mobil.


Beberapa pengguna jalan ada sebagian memperhatikan kedua pria itu.


Jhon masuk diikuti oleh Nathan. Seorang wanita yang tadi mengobrol dengan Meli menghampirinya.


"Mau beli apa, Mr? Eh, bisa bahasa Indonesia enggak?" tanya wanita itu.

__ADS_1


"Saya bisa bahasa Indonesia," kata Jhon.


"Oh, syukurlah. Mau buah apa?"


"Apa ada mangga muda dan kedondong?" tanya Jhon.


"Mangga muda ada, kedondong ada, tapi tidak banyak lagi, Mr," jawab wanita itu.


"Tidak apa-apa," jawab Jhon.


Pelayan itu menunjukkan mangga muda dan kedondong pada dua pria itu.


"Kamu yakin ini kedondong?" tanya Nathan yang sedari tadi diam.


"Yeilah,Mr. Meragukan pengalaman saya," ucap pelayan itu terlihat kesal.


"Tuan sebaiknya Anda hubungi Nona untuk memastikannya," ucap Jhon lirih.


"Ada apa, Mas?" tanya Zara dengan tersenyum.


"Sayang coba lihat apa ini buah kedondong?" Nathan mengubah kamera belakang.


"Iya, akhirnya Mas dapat juga. Mangga mudanya ada?" tanya Zara.


Jhon menoleh pada penjaga toko itu, setelah wanita itu mengangguk. Barulah Nathan mengiyakan pada istrinya.


Setelah itu panggilan terputus.


"Mau berapa mangga dan kedondongnya, Mr?"

__ADS_1


"Semua," jawab Nathan.


"Buset, ini nyidam atau mau jualan, Mr?"


Jhon dan Nathan tidak menjawab, setelah mangga dan kedondong itu dimasukkan dalam karung, barulah dimasukkan ke bagasi mobil.


"Apa buah tangannya masih ada?" tanya Jhon yang penasaran akan buah tangan.


"Buah tangan, Maksudnya?" Pelayan itu terlihat bingung.


"Iya buah tangan," kata Jhon.


Pelayan itu akhirnya paham melihat dua pria bule itu.


"Mangga yang Anda beli itu namanya buah tangan atau oleh-oleh," jelas pelayan itu.


Nathan dan Jhon saling pandang, kedua pria itu langsung masuk mobil tanpa pamit.


Jhon mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, mencari buah ia harus hampir empat jam keliling.


Setelah tiga puluh menit mobil sampai di rumah Zara.


Zara langsung membuka pintu, tapi saat melihat Jhon mengeluarkan karung dari bagasi mobil mata wanita itu melebar.


"Astaghfirullah kenapa banyak sekali!" seru Zara melihat isi karung itu.


Wanita itu menatap dua pria yang saling pandang itu.


"Biar banyak, Sayang. Tadi kami masuk mini market di mall tidak ada yang jual."

__ADS_1


Zara menepuk keningnya, wanita itu juga merasa bersalah karena tidak memberitahu di mana beli mangganya, tapi beruntung suaminya mendapatkan dua buah yang diinginkannya.


__ADS_2