
Nathan dan Zara saling pandang, keduanya segera naik ke lantai dua.
"Ayah buka pintunya!" seru Zara panik.
Nathan juga ikut mengetuk pintu. Tidak berselang lama pintu terbuka.
Tama menatap anak dan menantunya dengan heran." Ada apa?"
"Harusnya kamu yang bertanya? Kenapa terdengar orang berkelahi di kamar, Ayah?"
Mendengar apa yang dikatakan oleh putrinya, Tama tertawa lepas." Kamu itu ada-ada saja, Zara.
Zara dan Nathan mendengar suara tawa ayahnya merasa heran, padahal dengan jelas ia mendengar suara berkelahi dari lantai dua.
"Apa Ayah yakin tidak apa-apa di dalam?"
"Tidak, Ayah yang mengusir kucing yang memanjat di balkon kamar," jelas Tama.
Mendengar itu Zara hanya menarik napas panjang, wanita itu akhirnya mengajak suaminya untuk masuk kamar.
Sesampainya di kamar, cara langsung naik ke ranjang sedangkan Nathan, pria itu lebih memilih masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
Setelah 20 menit, pria itu segera keluar dari kamar mandi. Ia tersenyum karena istrinya sudah menyiapkan pakaiannya.
"Apa kamu yakin kalau itu benar-benar suara kucing, Mas?" tanya cara kepada suaminya.
"Jangan terlalu berpikir yang tidak baik, ayah sendiri bilang tidak apa-apa tadi kan?"
"Maaf, Aku tidak percaya dengan ayah, tetapi hanya khwatir karena hanya Ayah sekarang yang ku punya," ujar Zara.
"Hai, Sayang. Apa kamu juga lupa memiliki aku, Hem?" Nathan. Menatap tidak suka kepada istrinya karena melupakan kalau ada dirinya di sampingnya.
Zara tertawa, wanita itu langsung memeluk pinggang suaminya. Terasa bahagia menyelinap di hatinya, rasa bersyukur kepada yang kuasa karena sosok yang dulu begitu dingin dan acuh kepadanya, kini mulai terlihat begitu sayang dan posesif.
Banyak perubahan pada diri Nathan, itu membuat cara semakin mencintai suaminya itu.
Namun, ia percaya. Semua kejadian ini akan Anda hikmahnya. Setidaknya ia tahu sebelum menjadi istri Mike, Bagaimana bejatnya pria itu.
Zara merasa membuang waktu sia-sia selama ini, tapi ya bersyukur kepada Tuhan. Ayahnya menjodohkannya dengan Nathan.
Dulu Zara pikir, pernikahan yang tidak akan tahan lama karena ada sosok wanita lain di hati suaminya.
Lagi lagi jarah dan Nathan bersyukur, pria itu mengetahui jika Maryam dan Mike memiliki hubungan.
__ADS_1
Nonton melihat istrinya melamun, pria itu mengucapkan mengecup kening Zara." Kenapa melamun Apa yang kamu pikirkan sayang?"
"Mas, semoga rumah tangga ini sampai kita menua nanti," kata Zara.
"Kita sebagai manusia hanya bisa berencana sayang."
"Iya sebenarnya kita sebagai manusia berencana dan berdoa," ujar Zara.
Nathan mengajak istrinya untuk tidur, Ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada istri dan janin dalam Zara.
Nathan, tidak berharap lebih. Apapun jenis kelamin anaknya nanti itu yang terbaik untuk keluarganya.
Mau laki-laki ataupun perempuan, yang penting anak dan ibunya nanti sehat saat hari persalinan.
Zara seperti biasa memeluk lengan suaminya, sedangkan Nathan menggeser kepala istrinya untuk berbantalkan lengannya.
"Terima kasih sudah hadir dalam hidupku, Sayang." Nathan mengecup bibir Zara.
"Sama-sama," sahut Zara membuat suaminya terkejut.
Nathan melihat wajah istrinya, pria itu mengerutkan keningnya karena sang istri masih tidur seperti semula.
__ADS_1
Zara sebisa mungkin menahan tawanya, ia yakin Nathan masih bingung karena ia sudah sukses mengerjainya.
Wanita itu mengeratkan pelukannya dan setelah itu ia mulai terbawa ke alam mimpi.