
Albert dan Dania menatap Nathan dan pria satunya lagi. keduanya begitu mirip.
"Erlan, apa itu kamu, Nak?" Dania berjalan mendekati kedua anaknya.
Baik Nathan dan dan Erlan hanya diam. Zara dan Meli sudah terisak karena merasa haru melihat pertemuan anak dan orang tua yang sudah terpisah bertahun-tahun lamanya.
Mata Nathan dan Erlan begitu terpaku satu sama lain dan keduanya tidak bisa mengalihkan pandangan dari satu sama lain.
Pada awalnya, mereka tidak yakin tentang perasaan apa yang muncul saat mereka bertemu, tetapi seiring waktu berlalu, rasa familiaritas antara mereka bertambah kuat.
Dania terus bertanya pada Nathan dan Erlan, tetapi keduanya masih bertatap-tatapan dan terdiam. Sepertinya suasana mulai tegang dan Dania mulai merasa khawatir. Namun, tiba-tiba Erlan berbicara, dengan suara yang lembut namun penuh kelegaan.
"Akhirnya, aku bertemu dengan keluargaku lagi," ujarnya dengan berlinang air mata.
Mendengar kalimat itu membuat Nathan meneteskan air mata juga dan mereka akhirnya berpelukan, sebagai tanda persaudaraan dan perdamaian ada di antara mereka.
Albert menatap ke dua anaknya dengan bangga dan haru sekaligus, ia berterima kasih pada Zara yang telah membawa Erlan kembali bersama-sama. Saat ini, ia merasa bahwa keluarga mereka telah pulih dan lebih utuh lagi.
Dengan peristiwa ini, mereka merayakan pertemuan itu dengan makan malam yang hangat. Mereka tertawa dan menikmati hidangan makan malam, bahkan menangis bahagia berkali-kali karena mengingat masa lalu yang tak terlupakan.
Keluarga Albert kembali menjadi lengkap, dan mereka berjanji untuk menjaga persaudaraan yang baru ditemukan ini.
Albert merasa bersyukur kepada Zara karena membantunya menemukan kembali anaknya, dan Nathan dan Erlan merasa terharu dan bersyukur karena akhirnya bertemu lagi.
Banyak hal yang mereka lalu selama Erlan dinyatakan hilang. Namun, Diam-diam Zara memperhatikan Erlan . Entahlah wanita itu tidak sepenuhnya percaya dengan saudara kembar suaminya itu.
Zara sebenarnya sudah diberitahu oleh Rehan jika Erlan adalah pembunuh bayaran. Namun, wanita itu tidak bisa mengatakan pada keluarga suaminya karena mereka pasti tidak akan percaya.
Malam kian larut Dania meminta Erlan untuk istirahat di kamar tamu. Setelah itu Nathan dan Zara juga masuk dalam kamarnya.
Malam ini Zara membawa Nevan untuk tidur di kamarnya . Hal itu membuat Nata heran.
"Sayang , kenapa Navan tidur di sini?"
"Aku masih kangen," alasan Zara karena tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya jika sedang khawatir dengan keselamatan putranya.
Nathan akhirnya mengangguk, pria itu baring di sisi kanan Nevan dan Zara di kiri putranya.
__ADS_1
Setelah itu keduanya terlelap, hingga pagi menjelang. Zara seperti biasa mengurus anak dan suaminya. Setelah itu selesai sarapan Nathan pamit ke kantor karena sudah hampir satu Minggu tidak cuti dan pastinya pekerjaan menumpuk.
Tanpa terasa Erlan sudah satu Minggu tinggal di mansion Nathan , tidak ada hal yang mencurigakan dari pria itu. Zara sudah meminta Rehan untuk tes DNA sampel rambut dari Erlan dan Albert.
Rehan bilang satu Minggu baru keluar hasilnya, harusnya sekarang sepupunya itu sudah mengabarinya.
Siang harinya Zara duduk di gazebo , memandangi taman yang luas di depannya. Ia merasa cemas dan khawatir dengan keadaan suaminya, Erlan yang sudah tinggal selama lebih dari sepekan. Meskipun ia berusaha tegar, namun hatinya sangat resah dan tidak tenang.
Zara mengirim pesan pada sepupunya itu.
"Tapi ada sesuatu yang aneh, Rehan," ujar Zara pada sepupunya yang juga ia percayai.
"Kenapa?" tanya Rehan saat membalas pesan adiknya itu.
"Saat itu, Aku melihat Erlan di jalanan. Ia mengenakan jaket hitam dan topi, sepertinya mencoba menyembunyikan wajahnya dari orang-orang sekitar. Dan ketika melihatku langsung pergi tanpa menoleh padaku sama sekali!" jelas Zara dengan wajah penuh misteri walaupun Rehan tidak melihatnya.
Rehan terdiam sejenak, kemudian membalas pesan Zara dengan penuh perhatian. "Kamu harus memberitahu keluargamu tentang hal ini."
Zara merasa semakin cemas. Ia tidak tahu apakah akan memberitahu keluarganya tentang kecurigaannya terhadap Erlan.
Akan tetapi , merasa tidak bisa percaya pada siapa pun tentang kejadian aneh itu, karena ia sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Mereka semua khawatir dan takut dengan keadaan Erlan yang masih belum pulang setelah dua hari pergi. Zara merasa ia harus berbicara dan memberitahu keluarganya tentang kecurigaannya terhadap Erlan.
"Hanya aku yang tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Erlan, tapi aku tidak bisa mengatakannya padamu, Ma. Tapi ini demi kita semua kalau sebenarnya Erlan itu pembunuhan bayaran ," ucap Zara di hadapan ibu mertuanya dengan wajah penuh penyesalan.
"Erlan anakku tidak mungkin melakukan kejahatan seperti itu," kata ibu mertua Zara dengan nada yang marah.
"Tapi, Ma, aku sudah melihat sendiri Erlan di jalanan dengan pakaian hitam dan topi. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi aku merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan keadaan Erlan yang hilang selama ini," jelas Zara dengan suara yang tidak merdu.
Keluarga mereka semua diam dan terdiam, mereka terlihat takut membayangkan hal terburuk yang terjadi pada Erlan. Namun, ada satu orang yang tidak terlihat santai, yaitu Nathan , kakak kandung Erlan.
"Zara, aku punya informasi yang mungkin bisa membantu kita, tapi tolong jangan membicarakannya pada siapa pun," kata Nathan sambil menatap Zara dengan tatapan tajam.
Zara merasa penasaran dengan apa yang ingin dijelaskan oleh Nathan, tapi ia tidak tahu apa yang harus diucapkan. Mereka semua berdiri di meja makan dengan cemas.
Nathan kemudian berkata, "Erlan adalah pembunuh bayaran."
__ADS_1
Semua keluarganya terdiam, tidak ada yang bisa berkata apa-apa. Mereka semua merasa tidak percaya, Dania merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
Nathan kemudian menjelaskan bagaimana ia tahu tentang hal ini dan memberikan bukti yang cukup kuat.
Namun, Dania tetap tidak bisa percaya bahwa anaknya sendiri adalah seorang pembunuh bayaran.
Zara terus memperhatikan hal-hal kecil dan mencari tahu detail kejadian yang ada. Namun, setiap kali dia menyampaikan temuannya pada keluarganya, mereka semua merasa ia kelewat paranoid dan terlalu panik.
Satu malam, ketika Zara sedang duduk, Erlan muncul tiba-tiba di depannya. Namun, seusai waktu yang singkat mereka berbicara, Erlan pergi dan tidak ada kabar lagi darinya.
Zara merasa curiga dan tidak bisa berhenti memikirkan tentang keadaan iparnya yang masih belum pulang. Ia merasa gelisah dan tidak bisa tidur, tapi tiba-tiba ada orang di depannya.
"Zara, saya terkejut masih bisa menemukanmu di sini di malam hari yang gelap seperti ini," kata Nathan sambil tersenyum.
Zara merasa keheranan dan senang dapat bertemu dengan suaminya. Namun, dia merasa ada yang tidak beres setelah bertemu dengan Nathan . Wanita itu merasa seperti ada yang disembunyikan oleh suaminya, namun dia tidak tahu apa itu?
"Kamu baik-baik saja, Sayang?" tanya Zara pada Nathan.
"Iya, aku baik-baik saja, dan benar-benar terkejut bisa menemukanmu di sini," kata Nathan sambil tersenyum karena sedari tadi mencari istrinya.
Mereka berbicara selama beberapa menit, sebelum Nathan memberikan sebuah kotak kecil pada Zara. "Ini hadiah untukmu."
Zara merasa senang dan terkesan dengan kejutan hadiah dari suaminya. Namun, begitu Nathan pergi, rasanya ada sesuatu yang tidak beres.
Malam itu, Zara membuka kotak kecil yang diberikan oleh Nathan. Di dalamnya ada sebuah arloji emas dengan inskripsi di belakangnya: "Untuk Zara, aku selalu mencintaimu. -Nathan".
Zara merasa senang dan tersentuh dengan hadiah itu, tetapi kemudian Ia mulai ragu dengan kata-kata di inskripsi.
Kenapa Nathan selalu memberikan hadiah? Apa yang membuat suaminya semanis ini?
Ketika sedang memikirkannya, tiba-tiba seseorang menyentuh bahunya. .Zara menoleh dan kaget melihat Nathan di sampingnya.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Zara.
"Yang Nathan berikan padamu, itu milik salah satu kliennya. Aku mengenal bahkan bekerja dengannya," kata Erlan
Zara merasa terkejut dan tidak bisa mempercayai kata-kata.Erlan. Ia mengambil arloji emas dari kotak kecil dan melihat inskripsi di belakangnya. Namun, inskripsi itu masih ada nama Zara dari tangan suaminya menjadi: "Untuk Zara, aku selalu mencintai-mu. - Nathan"
__ADS_1
Zara merasa marah dan kecewa dengan Erlan yang telah menuduh suaminya tidak-tidak, Tapi pikirannya bingung ketika dia menyadari bahwa Nathan selalu mengawasinya, sementara Erlan mengaku mengenal siapa klien suaminya.
Apakah kecurigaan Zara terhadap iparnya selama ini ternyata benar? Dan siapa klien Nathan tersebut? Banyak pertanyaan melanda kepala Zara. Ia akan mencari tahu kebenaran dengan caranya sendiri.