Secret Wedding

Secret Wedding
S.W. 42


__ADS_3

satu tahun kemudian, kini, Feby dan Aiden telah saling mencintai. dan saat ini, Feby tengah hamil anak kedua mereka.


rona bahagia, tengah terpancar dari wajah keduanya. apalagi,vsaat ini Feby dan Aiden tengah menunggu hasil ujian akhir sekolah.


"duh, nggak nyangka loh aku bisa nikah sama cewek sebar bar kamu," ucap Aiden dengan tersenyum tipis. kemudian, merangkul sang istri.


"iya, aku juga nggak nyangka, bisa nikah sama coeok ternyebelin kayak kamu," Feby menyindir sang suami.


hal.itu membuat Aiden tersenyum lebar dan kemudian, mengecup kening sang istri.


"Mama," tiba tiba ada seorang bayi perempuan yang berjalan tertatih tatih.


kedua orang itu segera menoleh dan mendapati sang putri tercantik mereka telah berada di sana.


"sayang," panggil Feby dengan merentangkan tanganya hendak menggendong Syeril. namun, gerakannya segera di tahan oleh sang suami.


"jangan coba coba menggendong Syeril!! " tegurnya dengan mata menatap tajam.


hal itu membuat Feby yang mendengarnya, mendegus kesal dan berlalu dari sana. meninggalkan Aiden yang masih tertegun.


"apa ama apa,? (Papa Mama kenapa,?" tanya gadis mungil.itu.


Aiden yang mendengarnya, tersenyum tipis." Mama nggak papa sayang, Mama lagi capek mungkin," terang Aiden dengan mengelus puncak kepala Syeril.


"apa ayo.ain," ajaknya dengan menarik tangan sang Papa.

__ADS_1


"kakak Syeril mau main,?' tanya Aiden. gadis cantik itu hanya mengangguk saja. " boleh, asalkam setoran hafalan surat surat pendek dulu," Aiden mengecup pipi gebul gadis itu.


dan Syerilpun menurut dan mulai menghafalkan surah surah pendek. dan tanpa sepengetahuan mereka, Feby melihat dari balik pintu kamar.


wanita yang kini tengah hamil tiga bulan itu, merqsa sangat bersyukur karena bisa mengajarkan ilmu agama pada anaknya.


walaupun, dulunya Feby adalah korban keegoisan orang tuanya, namun ia berjanji pada dirinya sendri akan mengajarkan ilmu agama sejak dini.


bahkan kini, Feby sering memperdengarkan Syeril dan calon adiknya dengan lagu lagu islami yang bisa mereka hafalkan.


selesai melantunkan ayat ayat alqur'an, barulah Aiden mengajak Syeril untuk bermain. Feby dan Aiden memang mejarkam pada Syeril untuk timbal balik.


dimana ada kewajiban pasti ada hak yang di dapat. dan itu di terapkan sejak Syeril masih kecil. agar gadis kecilnya itu mengerti.


namun, Aiden yang memaksa untuk mengajak sang istri pergi. karena Aiden akan memberikan kejutan pada istri juteknya itu.


tak lama setelah menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit, Aiden dan Feby telah sampai di depan gerbang sekolah.


Aiden dan Feby turun dari dalam mobil. dan dengan langkah tegas, Aiden mengapit pinggang istrinya. sontak saja, pemandangan itu mbuat semua orang heboh.


termasuk juga Syafira dan teman temannya. mereka merasa sangat geram pada gadis yang bernama Feby.


"dasar penjilat," gumam Syafira menatap Feby penuh amarah. kemudian berlalu pergi dari sana. termasuk juga Renata dan Reza.


kedua penghianat itu, telah meresmikan hubungan mereka berdua dan akan menikah dalam waktu dekat. saat mereka telah lulus.

__ADS_1


tiba tiba saja, semua siswa di himbau untuk bergegas kelapangan. karena ada sesuatu yang akan di katakan oleh kepala sekolah.


"Feb, loe lagi isi lagi ya,?" tanya Sivia berbisik saat mereka. berjalan beriringan menuju lapangan.


sementara Feby yang mendengarnya, menautkan alisnya. karena darimana temanya itu tau jika dia tengah hamil,


" loe tau darimana,?" tanya Feby merqsa keheranan. karena temanya itu tau tauan tentang wanita yang sedang hamil


**See You...


Nb : mampir yuk di karya baru Author berjudul One Night Stand With Teacher**



Blurb : "ayo Masuk, kita senang senang di dalam," seorang gadis dengan alis tebal, tengah menarik tangan gadis cantik bermata biru dan berkulit putih, untuk masuk kedalam bangunan Diskotik.


mereka berdua, berjalan memasuki ruangan yang menyuguhkan musik yang memekkan telinga. dan juga,sorot dari lampu disko yang menggoda iman.


mereka berdua, masuk ke dalam, dan bergabung dengan teman teman yang lain. dan kedatangan mereka, disambut baik oleh seluruh teman temannya.


"Maira, yaampun, loe cantik banget sih malam ini, udah kayak model," seru salah satu dari mereka dengan tatapan mendamba dan memuja.


"ish paan sih," ucapnya mendegus kesal. gadis itu tidak menyukai yang namanya berlebihan. bahkan, untuk tempat tinggalpun, Maira levih menyukai tinggal di rumah sederhana daripada tinggal di rumah orang tuanya yang merupakan, seorang pengusaha.


"alah, dasar Muna!!" hardik salah satu dari mereka yang bernama Nabila Maharani itu. tentu saja, hal itu tidak berani di lakukan oleh mereka di depan Maira.

__ADS_1


__ADS_2