Secret Wedding

Secret Wedding
Kejujuran Nathan


__ADS_3

"Sayang, foto ini diambil saat kami selesai mengerjakan proyek bersama dan mengadakan acara kecil untuk merayakannya. Aku tahu foto ini bisa menimbulkan kesalahpahaman, tapi aku bersumpah tidak ada yang terjadi antara kami. Dia hanyalah seorang teman, tak lebih dari itu," ujar Nathan dengan nada memohon.


Zara menghela napas, mencoba mencerna apa yang baru saja dijelaskan suaminya. Air mata di sudut matanya mencoba meredam amarah, sebelum akhirnya dia memutuskan untuk memberikan kepercayaan, satu kali kesempatan. 


"Baiklah, Mas. Aku akan percaya padamu, tapi pastikan ke depannya tidak ada hal seperti ini lagi yang akan merusak kepercayaan kita," ujar Zara, menatap tajam ke mata Nathan.


Nathan mengangguk dan merasa lega. Kesalahan yang mungkin membawa perpecahan telah dijauhi. 


"Terima kasih, Sayang. Aku janji tidak akan membuatmu khawatir atau curiga lagi," balas Nathan sambil merangkul Zara.


Keduanya kembali menjalani kehidupan berumah tangga, berusaha menjaga kepercayaan satu sama lain sembari mencoba memprioritaskan kebahagiaan bersama yang sudah mulai ditelan kesibukan pekerjaan di luar.


Hari berganti hari, dan perlahan kepercayaan mereka kembali dipulihkan. Zara masih memiliki rasa curiga di hatinya, tapi  ia berusaha keras untuk melawan pikiran-pikiran negatif yang seringkali mencoba menggerogoti kebahagiaannya.


Suatu pagi yang hening, Zara menemukan sebuah surat tergeletak di bawah pintu kamarnya. Tanpa isyarat apakah itu pesan atau kode, ia memutuskan untuk membuka surat tersebut. 


Ternyata, surat itu berisi pengakuan Nathan tentang kesalahannya. Di dalam surat tersebut, Nathan mengungkapkan betapa ia menyesal telah berbohong pada Zara. Ternyata, wanita dalam foto tersebut benar-benar memiliki hubungan lebih dekat dengannya, meskipun perasaan tersebut sudah sirna.


Zara merasa seperti dunia runtuh di sekelilingnya. Kecewa mengaburkan pandangannya yang belum sempat menerima kabut pagi itu. Ia merasa kesakitan yang begitu mendalam, melihat bagaimana kejujuran yang diharapkan dari Nathan kini hancur berantakan di depan matanya.


 Air mata mengalir deras, merajuk pada sakit yang terlanjur melukis lara di hatinya.


Mencoba menenangkan diri, Zara memutuskan untuk menemui Nathan dan mengkonfrontasi kebenaran yang disimpannya selama ini. 


Saat suaminya baru saja pulang dari pekerjaan, Zara berkata dengan suara yang hampir putus asa, "Mas, kita perlu bicara."


Nathan melihat Zara dengan kengerian menembusi cahaya, ia merasakan bahwa kebenaran yang selama ini disembunyikan akan segera terkuak. "Ada apa, Sayang?" 


Zara menunjukkan surat yang tadi ia temukan, tangannya bergetar hebat. "Mengapa kamu tidak jujur padaku dari awal. Mengapa kamu harus menyakiti hatiku dengan berbohong?"

__ADS_1


Nathan merasa terpojok, ia tidak bisa berkata-kata. Tidak ada cara lain, dia harus menerima konsekuensi dari perbuatannya. 


"Sayang, aku tahu aku salah. Aku seharusnya mengatakannya padamu dari awal. Aku sangat menyesal dan tak tahu bagaimana cara mengungkapkannya. Aku takut kamu akan meninggalkanku," jawab Nathan dengan sendu.


Kejadian ini bagaikan badai yang menghempas kebahagiaan mereka. Namun, Zara masih tidak ingin menyerah pada keterpurukan. Ia ingin mencoba memperbaiki hubungan yang sudah retak, sekalipun gelembung harapan sudah terkikis debu.


 "Kita perlu menyelesaikan ini, Mas. Kita perlu berkonsultasi dengan konselor pernikahan dan mencari cara untuk memperbaiki komunikasi kita. Aku ingin memaafkanmu, tapi kita harus berusaha bersama-sama," kata Zara dengan tegas namun lembut, mencoba mengumpulkan keberanian untuk melanjutkan langkah bersama.


Nathan menangis di hadapan Zara, merasa tak pantas untuk menerima kebaikan hati dan pengertian yang Zara berikan. 


"Terima kasih, Sayang. Aku berjanji bahwa mulai sekarang, kita akan membina kehidupan yang lebih baik, lebih jujur, dan lebih saling mengerti. Aku mencintaimu, dan aku akan melakukan apapun untuk memperbaiki kesalahanku," ucap Nathan.


Mereka kemudian mulai menjalani terapi pernikahan bersama. Di sana,.keduanya mulai belajar bagaimana berkomunikasi dengan lebih baik, menyampaikan perasaan dan kepentingan mereka secara terbuka dan jujur. Mereka juga belajar bagaimana mengatasi masalah dalam pernikahan dengan cara yang lebih konstruktif, serta menemukan penyeimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.


Lama kelamaan, hubungan mereka perlahan membaik. Nathan bersumpah tidak akan lagi menyakiti Zara dan merelakan kebahagiaan yang perlahan mengusik gelisah.


 Kendati rasa sakit dan pengkhianatan masih meninggalkan bekas luka di hati Zara, keduanya tetap berjuang untuk merajut kebahagiaan kembali dalam kehidupan mereka. 


Perlahan tetapi pasti, Zara mulai bisa melupakan peristiwa kelam yang sempat membuatnya tersungkur.


 Kepercayaan dan keterbukaan sekarang merupakan landasan utama dalam kehidupan mereka berdua.


 Nathan bekerja keras untuk membuktikan kesungguhan hatinya demi mempertahankan pernikahannya. 


Dari waktu ke waktu, mereka menghabiskan waktu bersama, memulihkan keintiman yang sempat terkikis oleh perasaan cemas dan tersakiti.


Tak diduga, ikatan keduanya  terasa semakin kuat setelah melewati berbagai rintangan dalam perjalanan cinta. 


Nathan sadar bahwa kejujuran dan komitmen adalah hal-hal yang paling penting dalam menjalin hubungan yang langgeng dan harmonis.

__ADS_1


Berkat usaha dan komitmen, kehidupan rumah tangga Zara dan Nathan mendapatkan titik terang yang baru dan berbeda dari sebelumnya. 


Kini, mereka bukan hanya sekedar pasangan suami istri, tetapi juga sahabat, mentor, dan pendamping dalam kehidupan dan perjuangan. 


Zara dan Nathan berjanji untuk tidak pernah menyerah pada diri dan perasaan.


Keduanya  belajar bahwa cinta bukanlah sesuatu yang mudah dan semata-mata mengikuti kata hati semata, melainkan butuh pengorbanan, kesabaran, dan pemahaman satu sama lain. Keduanya sadar bahwa untuk menciptakan kebahagiaan yang langgeng, mereka harus terlebih dahulu menghadapinya bersama-sama, menghadapi setiap badai yang menjegal nikmat perjalanan panjang.


Seiring berjalannya waktu, Zara dan Nathan menjadi saksi bagaimana kehidupan mereka kini lebih tulus, lebih bahagia, dan lebih langgeng. 


Malam-malam yang mereka lewati, membuat  semakin sadar akan keberadaan satu sama lain, bersinar dalam rasa simpul yang tak terurai.


Di tengah keramaian dunia yang tak pernah lelah untuk menggoda dan mengguncang, Zara dan Nathan dapat berdiri tegap sebagai pilar yang saling menyokong dan melindungi satu sama lain. 


Lebih dari sekadar cinta, mereka saling mengisi dalam kisah perjalanan yang telah mereka ukir bersama, sebuah cerita yang tumbuh dan berkembang menatap masa depan yang penuh harapan.


Meskipun dunia kadang menghadirkan rintangan dan ujian yang begitu keras, Zara dan Nathan kini menyadari bahwa tidak ada hal yang tak mungkin dihadapi asalkan mereka bersama, tulus, dan saling percaya. 


Kejujuran telah menyelamatkan ikatan mereka dan membawa mereka ke ujung pelangi kebahagiaan.


Dan kini, seperti embun yang menyegarkan daun yang letih, Zara dan Nathan bersiap untuk menyambut kehidupan yang lebih damai, lebih penuh cinta, dan lebih jujur. 


Sebuah kebahagiaan yang mereka anugerahkan satu sama lain, terukir dalam hening malam, dan bersemi dalam rasa yang tak terungkapkan.


Kini, Pasangan itu meyakini bahwa hanya kejujuran dan komunikasi yang baiklah yang akan memperkuat ikatan mereka, mengukuhkan pernikahan mereka dalam benteng cinta yang tak dapat digoyahkan.


End.


Akhirnya End, terima kasih yang sudah mampir, jangan lupa baca novel selanjutnya.

__ADS_1


Judul: Dinikahi Guru ngaji



__ADS_2