
jam pulang sekolah pun telah berbunyi lima belas menit yang lalu. namun, sepertinya gadis itu masih enggan untuk beranjak dari tempat duduknya.
"Feb, ayo pulang," Sivia menepuk pundak sahabatnya itu. membuat Feby seketika menoleh kearahnya.
"loe duluan aja ya," Feby menyuruh para sahabatnya untuk keluar kelas.
Sivia dan Imelda menurut dan keluar dari kelas. sementara Feby, gadis itu meneliti semua sudut ruangan seperti ada yang ingin dia cari.
dan taj lama, matanya berbinar karena melihat sesuatu. sesuatu yang bisa membuat musuhnya geram.
tak lama, senyum Feby mengembang kemudian mengambii spidol yang dirinya lihat kemudian melangkah meninggalkan ruqng kelas.
"hmm kebetulan sekali ketemu mereka," gumam Feby melangkah mendekati sasarannya.
"oh, jadi kalian bersekongkol,?" tanya Feby berusaha setenang mungkin.
hal itu sukses membuat dua orang yang tengah berbincang serius itu menoleh dan melihat ke arqh sumber suara.
'Feb, ini nggak seperti apa yang loe fikirnya," Renata mencoba menyentuh tangan Feby.
namun, dengan cepat Feby menepis tangan sahabatnya. eh, salah lebih tepatnya mantan sahabatnya.
"gue nggak nyangka ya, ternyata loe sebusuk ini," ucap Feby dengan ekspresi wajah dingin dan menyeramkannya.
sementara Syafira yang sedari tadi hanya diam. kini juga ikut menantang gadis itu. 'seharusnya loe tamya sama diri loe sendiri," ucapnya dengan nada angkuhnya.
Feby yang sedari tadi hanya diam dan menatap mantwn sahabatnya, beralih menatap musuh bebuyutanya itu.
"apa maksud loe,?" tanya Feby dengan menatap tajam Syafira.
menurutnya, selama ini Feby telah bersikap sangat bsik oada semua sahabatnya. dan tidak ada yang ia beda bedakan..
sehingga dirinya tidak mengerti jika sang sahabat merasa di rugikan.
"loe tau, loe itu egois Feb," tiba tiba saja, Renata yang sedari tsdi hanya diam dan menundukan kepala, kini berubah mendongak dan menatap Feby dengan tatapan tajamnya.
"apa maksud loe gue egois,?" tanyanya tak mengerti karena memang, Feby tak faham.
"loe itu egois. jangan loe fikir, gue nggak tau kalau loe lagi deketin Aiden. padahal loe udah ada Reza," Renata menatap sinis pada gadis di depannya itu.
gluk.
Feby seperti susah sekali untuk menelan salivanya mendengqr penuturan Renata.
__ADS_1
"gue nggak pernah ya melakukan apa yang loe tuduh," sanggahnya sedikit rwgu.
karens memang kenyatqanya, Feby masih b3estatus istri dan kekasih seseorang. entah bagaimana penyebutannya, Feby merasa tidak mengerti.
"alah bacot!!" bentak Renata berapi api. kemudian meninggalkan gadis itu sendirian.
namun sebelum pergi, Frby terlebih dulu menempelkan jrmari yang telah berlumur tinta permanen pada wajah Renata dan juga Syafira.
hal itu membuat kedua gadis itu menjerit seketika. "akkh, apa yang loe lakuin sialan,?" tanya Renata dan Syafira secara betsamaan.
dengan wajah tanpa Dosa, Feby melangkahkan kakinya agar sedikit menjauh. " dandanin kalian biar cantik," ucapnyq tersenyum jail.
Renata dan Syafira yang mendengarnya, ingin membalas perbuatan Feby. namun, mereka buru buru meninggalkan tempat itu karena mendengar langkah kaki.
"awas loe!," ucap Renata geram. kemudian berlalu pergi dari sana.
sementara Frby, gadis itu hanya tersenyum sendiri dan hendak berlalu pergi.
namun, tiba tiba, pundaknya di sentuh dari belakang membuat gadis itu segera menoleh. dan mendapati Aiden tengah tersenyum menatapnya.
"kenapa belum pulang,?" tanyanya tersenyum tipis. "lagi nungguin aku,? alisnya naik turun menggoda gadis di depannya.
Feby yang mendengarnya, mwmutar bola mata malas " idih kepedean," sahutnya swdikit ketus.
Feby segera menuju keparkiran untuk segera mengambil mobilnya. namun, saat gadis itu hendak membuka pintu, tanganya di cekal oleh seseorang.
hal itu mrmbuat Feby seketika menoleh dan mendapati Reza tengah tersenyum ke arahnya.
"kamu kemana aja selama satu minggu ini yank,?" tanya Reza mengelus tanganya.
"dasar buaya,asih aja bersikap manis," gerutunya dalam hati. dan dengan cepat segera menepis tangan laki laki itu.
"sory gue sibuk," ucapnya sedikit ketus. dan setelanya, masuk ke dalam mobil dan menjalankannya.
meninggalkan Reza ya g masih tampak kebingungan sendiri atas perlakuan kekasihnya itu. sementara di sisi lain, ada sepasang mata yang tengah menatap intetaksi itu dengan tatapan tajamnya.
siapa lagi orangnya jika bukan Aiden. laki laki itu segerq melajukan motornya untuk memyusul sang istri.
*****
tak berapa lama, mobil Feby telah sampai di pelataran rumahnya. dan dengan cepat, gadis itu segera turun dan menghampiri sang Mama Mertua yang sedang menggendong baby Syeril.
"assalamu'alailum Mah," sapa Feby menghampiri dan segera menyalami Mama mertuanya itu.
__ADS_1
"wa'alaikum salam, eh Feb, kamu udah pulang,?" tanya Mama Yunita. Feby yang mendengarnya, hanya tersenyum tipis.
tanganya hendak terulur untuk mrnggendong Baby Syeril. namun urung di lakukan saatendengar suara dari belakang.
"cuci tangan dulu sana," perintah Aiden. membuat gadis itu mendegus kesal.
" akukan udah cuci tangan," sahutnya dengan mode merajuk.
Aiden yang melihat dan mendengarnya terkekeh dan mencubit pipi chuby sang istri. " itu belum bersih sayang," ucapnya lembut.
Feby yang mendengarmya, hanya menganggukan kepala dan segera berlalu pergi.
sementara Mama Yunita yang mrlihat interaksi anak dan menantunya, tersenyum tipis. " apa istrimu sudah menerima kamu,?" tanya Mama Yunita.
Aiden yang memdengarnya, hanya menganggukan kepala. kemudian pamit pada sang Mama untuk membersihkan diri.
ceklek
pintu kamar di buka dari luar dan terlihat Feby yang tampak segar karena habis mandi. kulit putih seperti susu itu, hanya terbalut daster tipis dengan rambut yang di kuncir asal.
hal itu sukses membuat Aiden tak berkedip lama dan hal itu rupanya di sadari oleh gadis itu.
"ngapain lihatin aku kayak gitu,?" tegur Feby seraya berjalan menuju meja rias.
namun, belum sempat gadis itu sampai di meja riasnya, Aiden telah lebih dulu menariknya hingga mereka jatuh terduduk.
jsntung Feby seperti ingin lepas dari tempatnya saat menyadari jarak mereka yang sedikit intim itu.
"Aiden kamu apa apaan sih," protes Feby yang mencoba bangkit dari suaminya. namum, pinggang gadis itu di tekan sehingga Feby tak bisa berkutik.
"tadi kamu ngapain sama Reza,?" tanya Aiden dengan wajah datar dsn mata menatap tajam hingga seakan menembus jantung sang istri.
Feby yang sedang di tatap sedemikian rupa, menjadi gelagapan sendiri.
"nggak ada ya, aku sama dia nggak ngapa ngapain," Feby memalingkan wajahnya.
sementara Aiden semakin maju dan mengikis jarak di antara mereka dan..
cup
satu kecupan mendarat mulus di daun telinga Feby membuat gadis itu seketika merinding.
"aku cemburu," bisiknya di telinga sang istri.
__ADS_1
See You....