
Teguh yang melihatnya, hanya meringis saja. memangnya, ada yang salah dengan pertanyaan yang dia lontarkan,? kan tidak!
tak lama, Aiden memutuskan untuk masuk kedalam warung makan miliknya. yang di susul oleh Teguh. laki laki itu ssgera mengecek pekerjaanya.
karena memang, laki laki itu ingin segera pulang untuk segera bertemu dengan Istri dan Anaknya. setelah hampir dua jam setengah, akhirnya pwkerjaan Aiden telah selesai.
"gue pulang dulu ya," pamit Aiden pada yang lain.
"oke, eh loe nggak ke tempat latihan,?" tanya Teguh saat dirinya menyadari jika ada latihan sore ini.
Aiden yang mendengarnya, hanya menoleh sesaat. sebenarmya, laki laki itu ingin mengikuti latihan itu. namun, egonya lebih tinggi sehingga kali ini, Aiden memilih untuk menuruti egonya.
"enggak! nanti loe ganti aja sama Tio," ucapnya seraya berlalu pergi dan segera menaiki kuda besinya.
Aiden segera melesatkan motornya, membelah jalan raya yang masih terlalu ramai. karena hari sudah menunjukan pukul lima.
itu berarti, waktunya semua untuk pulang kerumah masing masimg. sehingga jalanan menjadi sangat macet.
Aiden sangat merasa kesal karena jalanan menjadi sangat lambat dan dia menjadi sangat membuang waktunya.
Aiden ingin sekali segera bergegas pulang karena merasa telah sangat merindukan sang anak.
entah mengapa, laki laki itu sangat meraaa merindukan malaikat kecilnya itu.
setelah sekian lama berada di jalan raya, akhirnya Aiden telah sampai di depan rumahnya. laki laki itu segerq menyunggingkan senyumnya, saat melihat dua bidadarinya. telah menunggu dirinya.
"assalamu'alaikum," sapa Aiden seraya langsung duduk di samoing sang istri.
Aiden hendak mebyentuh kepala baby Syeril. namun, langsung di tepis oleh sang istri.
"ngapain di sini, sana cuc muka dan tangan dulu, banyak kuman!" tegurnya seperti yang di lakukan eh Aiden tadi siang.
Aiden yang mendengarnya, hanya tersenyum dan mengacak acak rambut indah istrinya. kemudian, berlalu pergi dari sana.
Aiden segera menaiki anak tangga. tiba tiba saja, laki laki itu menghentikan gerakan kakinya dan menoleh pada sang istri yang sedang menimang baby Syeril.
"apa gue ngomng langsung aja sama dia,?" tanya laki laki itu oada dirinya sendiri. " ya sudah, nanti saja " lanjutnya menaiki anak tangga.
__ADS_1
sementara Feby, Ibu muda itu masih mendendangkan lagu untuk sang putri tercinta. " nina bobo oh nina bobo, kalau tidak bobo di gigit nyamuk," gumamnya pelan.
tak lama, ponselnya berdering menandakan ada panggilan yang masuk. dan dengan segera, gadis itu segera membuka pesanya.
matanya membulat sempurna saat melihat falam pinselnya. " nggak mungkin," gumamnya seraya menggelengkan kepala. dan sesaat kemudian, air matanya mengalir bak air sungai yang tak terbendung.
Aiden yang baru saja keluar dari kamar, dan menuruni anak tangga, begitu terkejut karena mendapati sang istri sedang menangis.
"sayang, kamu kenapa,?"tanya Aiden yang langsung terburu buru mendekati dan duduk di sampingnya. laki laki itu segera mengambil alih Baby Syeril dari gendongan sang istri.
bukanya menjawab, Feby menangis tersedu sedu dalam pelukan suaminya. hal itu membuat Aiden semakin panik di buatnya.
laki laki itu segera memanggil semua Maid untuk segera menghadap ke arahnya.
"kalian melakukan apa, sehingga Nyonya muda menangis seperti ini,?" tanya Aiden dengan wajah menyeramkannya.
hal itu membuat semua Maid yang ada di sana, sangat ketakutan.
"kami tidak melakukan apapun Tuan," jawab mereka serempak.
Aiden yang mendengarnya, hendak mengeluarkan kata katanya. namun, semua itu di urungkan karena tangan Feby menahannya.
Aiden yang mendengarnya, hanya tersenyum.tipis kemudian mengqngguk mengerti. kemudian, laki laki itu menyuruh semua Maid untuk membubatkan dirinya.
setelahnya, laki laki itu membawa istri dan anaknya untuk masuk ke dalam rumah. karena memang, hari hampir saja malam.
sesampainya di kamat, Aiden pamit pada sang istri karena memang, akan mengecek Distro baju yang ia kelola.
"aku nanti agak malam pulangnya," Aiden berkata seraya mengenakan jaket di tubuhnya.
Feby yang sedang berbaring pun, sontak menoleh kearah sang suami. " baru pulang kok udah balik lagi,?" tanya gadis itu secara spontan.
Feby tidak mengetahui, jika perkataanya barusan, membuat hati Aiden melayang.
"udah kangen aja ya istri aku,?" tanya laki laki itu menggoda Feby.
dengan cepat, gadis itu segera memalingkan wajahnya. karena telah salah mengeluarkan kata kata.
__ADS_1
"GR banget, " cibirnya seraya mencebikan bibirnya. hal itu membuat Aiden tergelak tanpa suara.
kemudian, laki laki itu segera menghampiri dan mengecup kening istri dan anaknya secara bergantian.
"aku nggak lama, paling sampai jam sembilan," ucapnya seraya mengecup pipi Feby kemudian berlalu pergi dari sana sebelum terkena terkaman singa betina hehehe.
sementara Feby, hanya bisa menghela nafas kemudian melanjutkan acara berbaringnya.
tiba tiba, ingatanya tertuju pada foto yang dirinya dapat dari nomor tak di kenal itu.
"apa benar, foto itu asli?" tanyanya dalam hati. kemudian, tak berapaa lama, ikut terlelap menyusul sang Putri tercinta yang telah terlebih dulu terlelap.
****
jam setengah sepuluh malam, Aiden baru saja tiba dari tempat kerjanya. laki laki itu segera masuk dan mendapati dua bidadarinya telah terlelap dalam balutan mimpi.
Aiden tersenyum geli saat melihat pemandangan yang belum pernah ia lihat. yaitu melihat sang istri tidur dengan mulut sedikit terbuka.
setelah bersih bersih, laki laki itu segera merangkak naik ke atas kssur dan memeluk Baby Syeril yang berada di tengah.
"aku janji, akan menjaga kalian dengan sebaik mungkin.
Aiden mengecup kening kedua bidadarinya itu secara bergantian. kemudian, matanya tak sengaja melihat ponsel istrinya bergetar.
pertanda ada pesan masuk dari sana. dan dengan perlahan, laki laki itu mengambil dan melihat isi dari ponsel sang istri.
matanya menatap tajam pada gambar itu. " pantas saja, dia menangis tadi ternyata ini penyebabya," gumamnya pada benda pipih itu.
"berarti, apa yang gue lihat tadi itu nggak salah," gumamnya. "aku janji, akan membahagiakan kamu Feb, " tanganya terulur dan mengelus kepala istri kecilnya itu. kemudian, ikut tertidur.
pagi harinya, mereka berdua kembali berangkat ke sekolah dengan kendaraan masing masing. " kalian masih mau berangkat sendiri sendiri,?" tanya Mama Yunita.
Feby yang mendengar, hanya mengangguk kepala. " iya Mah, kami berangkat sendiri sendiri," jawab Aiden tersenyum tipis.
"jangan nakal ya, sama Oma," Feby menggendong dan mengecup pipi gembul anaknya.
Aiden juga melakukan hal yang sama. dan menggendong dan mencium Baby Syeril yang mulai gembul itu.
__ADS_1
"Baby Syeril baik baik ya di rumah," ucap Aiden
See You....