Secret Wedding

Secret Wedding
Kedatangan Mertua


__ADS_3

Setelah empat hari dirawat, Zara diperbolehkan pulang. Wanita itu ada rasa bahagia, hari ini kedua mertuanya juga akan datang dan langsung menuju ke rumah sakit.


Nathan sengaja menjemput langsung kedua orang tuanya, hingga Zara tinggal bersama ayah Tama.


Tepat pukul sepuluh pagi Nathan, Dania dan Albert sudah sampai di ruang rawat Zara.


Albert langsung mengobrol dengan besannya sedangkan Dania sibuk dengan cucunya.


Nathan dibantu mamanya membereskan barang-barangnya Zara.


"Mama, aku takut," kata Zara sambil menggendong erat putranya yang baru lahir saat mereka berjalan keluar dari rumah sakit.


"Tidak apa-apa. Kamu akan menjadi ibu yang hebat," Dania meyakinkan, sambil merangkul pundak menantunya.


"Saya tidak tahu bagaimana cara merawat anak, saya tidak siap untuk tanggung jawab ini," aku Zara, air mata mengalir di wajahnya.


"Ada buku panduan untuk menjadi seorang ibu, tapi percayalah, kita akan mengetahuinya bersama," kata Dania, sambil memberikan senyuman hangat.


Ketika mereka sampai di mobil,Dania  dengan hati-hati meletakkan gendongan bayi di kursi belakang, sementara Zara duduk di kursi tengah sebelahnya. 


Tama mengemudikan mobil sendiri karena harus ke kantor. Nathan mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang, di sebelahnya ada papa Albert.

__ADS_1


Dalam perjalanan pulang, Dania  mulai berbagi pengalamannya sebagai seorang ibu baru, memberi Zara nasihat tentang segala hal, mulai dari menyusui hingga mengganti popok.


Sampai di rumah Zara langsung disuruh untuk istirahat oleh Dania, sedang Nathan memilih menemani istrinya.


"Mas," panggil Zara lembut.


"Iya, Sayang.  Apa kamu butuh sesuatu?" tanya Nathan.


Zara menggelengkan kepalanya, wanita itu menggigit bibir karena jahitan di perutnya masih nyeri saat ia akan duduk.


Nathan dengan sabar membantu istrinya, pria itu menyusun bantal untuk mengganjal punggung istrinya.


Zara meminta Nathan untuk mengambil putranya untuk disusui, Asi Zara sudah keluar, ia berharap bisa lancar sampai putranya berumur dua tahun.


"Mama sedang apa, Mas?" tanya Zara.


"Aku suruh untuk istirahat, apa kamu lapar?" tanya Nathan karena sang mama sudah berpesan kalau waktu menyusui akan mudah lapar.


Zara tersenyum malu karena laparnya kali ini seperti sudah seharian tidak makan.


 

__ADS_1


Nathan tersenyum dan mengecup kening istrinya, pria itu segera keluar dari kamar dan menuju ke dapur. Ia meminta Bibi untuk menyiapkan makan untuk Zara. 


Setelah bibi siap, wanita itu memberikan pada Nathan nampan berisi makanan khusus untuk ibu sedang menyusui sesuai pesan mertuanya Zara.


Nathan dengan pelan membawa ke lantai dua, pria itu membuka pintu. Dilihatnya sang istri sedang melihat handphonenya.


"Mas Meli mau ke sini untuk melihat putra kita, katanya sudah tidak sabar, tapi Jhon tidak bisa karena papa sedang ada di sini." 


"Bilang sama Meli nanti saja kita pulang ke Turki berjumpanya," kata Nathan.


Zara mengangguk dan segera membalas pesan dari Meli. Wanita itu mengambil alih piring dan minum dari nampan.


Zara begitu lapar, wanita itu tidak peduli kalau sekarang harus gemuk yang penting asi untuk anaknya terpenuhi.


Nathan melihat istrinya menghabiskan makannya tersenyum, dan mengusap bibir istrinya dengan tisu.


Nathan kembali menyimpan nampan di atas nakas. Setelah kenyang Zara kembali lagi bersandar.


"Mas siapa nama putra kita?" tanya Zara.


Nathan mengangkat kepalanya, pria itu seakan sedang berpikir karena belum mendapatkan nama untuk anaknya.

__ADS_1


Zara menatap suaminya dengan penuh selidik." Mas jangan bilang kamu belum mendapatkan nama yang pas?" 


__ADS_2