
"Benar it. Zara, coba tenangkan dirimu. Akan lebih baik jika kita dengarkan dulu penjelasan mereka sebelum membuat asumsi," Nathan mencoba menenangkan istrinya yang tampak histeris saat melihat ayah Tama.
Zara yang sekilas melihat wajah Tama tampak sedih dan tak ada semangat, perlahan menarik nafas dalam-dalam. "Baiklah, jelaskan apa yang terjadi? Mengapa Ayah dan Papa tampak dalam situasi yang begitu mengerikan?"
Albert menelan ludah, kemudian mulai melaporkan kejadian yang baru saja mereka alami. "Perjalanan kami tadi dihadang oleh sekelompok preman jalanan yang dikenal suka membuat onar. Mereka baru saja melepaskan jagoan mereka yang juga ternyata merupakan anak buah Padesa. Setelah menyadari Mike meninggal di tangan keluarga kita, mereka berusaha memeras kami. Kami melawan untuk melindungi diri dan mereka akhirnya berhasil kami usir, tetapi Tama terluka dalam prosesnya."
Zara merasa perasaan sayang dan amarah bercampur aduk; sayang melihat anak buah Padesa terluka dalam keadaan yang ingin dilalaikan, dan amarah yang menyala terhadap kelakuan preman jalanan. Wajah Zara semakin memerah mendengar mereka akan memeras ayahnya.
Nathan berdiri, matanya bersinar dengan keberanian yang selama ini menjadi pendorong utama untuk melindungi keluarganya. "Jadi, apa yang sebenarnya terjadi dengan perman itu? Apa hubungannya dengan peristiwa yang dialami oleh bunda dan keterlibatan Mike dengan preman jalanan itu?"
Sementara itu, Tama meringis kesakitan sambil mengusap luka di lengannya. "Apa yang terjadi tadi adalah kesalahan Mike, tetapi dia tidak tahu bahwa hubungannya dengan preman jalanan itu bisa menyebabkan masalah ketika kita kembali ke sini. Dan aku melawan karena aku tidak ingin mereka menyebabkan lebih banyak masalah bagi kita semua."
Semua orang di ruangan itu tampak tegang, memikirkan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. Albert sebagai kepala keluarga, ia merasa ia harus mengambil tindakan untuk melindungi mereka.
"Kita harus menghadapi mereka, semua yang terlibat dalam kekacauan ini," kata Nathan dengan tegas.
"Saya akan berbicara dengan mereka, mencari tahu apa yang mereka inginkan, dan memastikan bahwa mereka tidak akan mengganggu keluarga kita lagi. Erlan, kamu harus bertanggung jawab untuk hal ini, dan jika kamu ingin diterima oleh keluarga ini lagi, kamu harus melalui proses tersebut bersama kami."
Erlan mengangguk, pria itu menatap Zara iba. Ia baru tahu begitu kejamnya Mike melakukan hal yang begitu menjijikan.
Erlan kecewa karena pria yang menculik dirinya dari keluarganya berniat jahat.
"Tujuan Pasada hanya ingin aku membunuh keluargaku sendiri," aku Erlan.
__ADS_1
Mendengar kejujuran itu semua terkejut, begitu juga dengan Jhon yang baru sampai diambang pintu.
Segera duduk dan begitu juga dengan istrinya
"Jadi kau ingin katakan, Pasada menggunakanmu sebagai alat untuk menyerang keluarga kita, Erlan?" tanya Nathan dengan wajah pucat.
Erlan mengangguk. "Aku bahkan tidak tahu kalau aku diculik saat kecil. Sejak kecil aku diasuh Pasada dan diberi misi untuk membunuh keluarga kalian. Tapi saat aku kembali dan mengenal kalian semua, rasanya sulit untuk mengikuti perintah Pasada tanpa pikir panjang."
Jhon, yang baru saja bergabung berusaha mencerna berita itu. "Jadi, apakah kamu sudah setuju untuk melawan Pasada, Erlan? Apakah kamu ingin menjauh dari dunia mereka?"
Belum sempat Erlan menjawab, Zara memanggil Meli untuk bicara di taman belakang. "Meli, kita perlu bicara."
Meli menatap Zara dengan kebingungan. "Ada apa, Zara?"
Mereka berdua berjalan ke taman belakang, merasakan udara segar yang sejenak dapat memberikan ketenangan di tengah situasi kelam yang mereka hadapi.
"Aku tahu ini sulit untuk dihadapi, Zara. Tapi aku juga yakin kamu bisa melaluinya bersama," ucap Meli dengan nada tegas.
"Aku bingung, harus cari cara bagaimana melawan Pasada dan menjaga keluarga agar tetap aman, tanpa perlu membahayakan siapa pun." Zara mengigit bibirnya menahan sesak di dada.
Zara menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. "Kau benar, Meli. Aku harus berpikir jernih agar menemukan cara untuk melindungi anak dan keluargaku dari Pasada, sementara membuat Erlan memilih jalan yang benar. Tapi, apakah aku bisa melakukannya?"
Meli meletakkan tangan di bahu Zara, memberikan semangat. "Aku yakin kamu bisa. Selama kalian tetap bersatu, kamu akan mampu mengatasi masalah ini. Sekarang, saatnya kamu putuskan langkah selanjutnya dan melaporkannya kepada yang lain, termasuk mengajak Erlan ikut serta."
__ADS_1
Keduanya kembali ke dalam mansion untuk menghadapi situasi sulit yang belum sepenuhnya terselesaikan. Dengan keberanian yang telah ditetapkan ke dalam benaknya Zara mulai menciptakan rencana untuk melawan ancaman Pasada demi melindungi keluarga dan menjaga Erlan agar kembali ke jalan yang benar.
Melihat istrinya kembali, Nathan mengumpulkan keluarga dan berbicara dengan tegas. "Kita perlu mencari tahu lebih banyak tentang Pasada, rencananya, dan bagaimana kita bisa melawannya. Kita tidak bisa hanya duduk diam, membiarkan mereka mengendalikan hidup kita dan mengancam keselamatan keluarga kita. Erlan, apakah kamu bersedia bekerja sama dengan kami?"
Erlan menatap keluarga yang telah menerima dirinya meskipun tak sengaja dia terlibat dalam masalah ini. ia mengangguk memberikan sokongan. "Saya akan berbagi segala sesuatu yang saya ketahui tentang Pasada untuk membantu melindungi keluarga ini."
Mereka berkumpul di ruang keluarga, duduk dengan map dan dokumen yang mencakup informasi tentang Pasada yang sebelumnya Erlan peroleh selama bertugas di organisasi tersebut. Satu per satu, mereka menyusun puzzle dan mencari titik lemah dalam rencana Pasada.
"Saya tahu mereka memiliki beberapa markas di kota ini dan di luar kota," ucap Erlan.
"Mereka memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok keras dan jaringan kriminal di seluruh negara. Pasada memiliki mata-mata yang bekerja di setiap sektor markas. jadi sangat sulit untuk menentukan siapa yang bekerja untuk mereka dan siapa yang tidak," lanjut Erlan
Nathan menggaruk dagu sambil berpikir keras. "Ini seperti perang gerilya. Kita harus cerdik dan waspada. Kita tidak hanya akan menghadapi mereka dan berharap mereka akan menyerah. Kita perlu menyusup, mencari tahu bagaimana mereka beroperasi, dan mengungkap kelemahan setiap markas."
Meli menatap dokumen yang ada di depannya, lalu menemukan sesuatu yang menarik. "Tampaknya operasi Pasada sangat bergantung pada dana yang mereka peroleh dari berbagai cara, seperti penyelundupan narkoba, pencucian uang, dan pemerasan. Jika kita bisa menghancurkan jaringan keuangan mereka, kemungkinan besar kita bisa melemahkan organisasi ini."
Zara menambahkan, "Kita juga perlu mencari tahu tujuan utama Pasada. Apakah mereka hanya menginginkan kuasa atas keluarga kita atau ada tujuan lain yang lebih besar di balik semua itu?"
Erlan membenarkan. "Sepengetahuan saya, Pasada ingin menguasai negara ini dan ingin menjadikan seluruh pengusaha sebagai bonekanya. Mereka juga terikat dengan kekuatan mafia di bisnis gelap, sehingga kita harus berhati-hati dalam setiap langkah yang kita ambil."
Setelah menghabiskan beberapa jam, Nathan dan lainnya menyusun rencana dan strategi untuk mengekspos Pasada serta melindungi keluarganya. Mereka memutuskan untuk membagi tugas, dengan sebagian dari mereka akan menyusup ke dalam markas Pasada, sementara yang lain mencoba untuk mengungkap hubungan Pasada dengan pihak perusahaan yang diam-diam menjadi sumber keuangan pria tua itu..
Rencana itu selesai dan semangat Nathan kali ini tak terkalahkan. Ia berjanji akan melakukan segala upaya untuk menghancurkan Pasada dan melindungi yang mereka cintai dari bahaya yang mengintai.
__ADS_1