Secret Wedding

Secret Wedding
Saling menikmati


__ADS_3

Jhon melihat istrinya berjalan aneh merasa heran.


"Sayang, kamu kenapa jalan seperti itu?"


Meli menatap suaminya itu dengan tatapan tajam, andai ia belum menjadi istri dari pria dingin itu mana berani.


Jujur wanita itu kesal akan pertanyaan dari suaminya, jelas-jelas  karena ulah pria itu yang begitu ganas membuatnya jadi susah berjalan karena rasanya perih dan ada sesuatu yang masih mengganjal di bawah sana.


Jhon yang menyadari akan salah bertanya, pria itu segera memapah Meli untuk duduk di kursi meja makan.


"Tunggu sini, sebentar lagi sarapan siap." Jhon segera kembali lagi ke dapur.


Meli menatap punggung kekar suaminya itu, jujur ini seperti mimpi bisa menikah dengan pria yang sudah lama dicintainya.


"Sarapan nasi goreng seperti resep yang kamu ajarkan dulu," ujar Jhon.


"Itu juga diajarkan Nona Zara, Bee."


Jhon tersenyum wajar karena selama ini Meli hanya membuat makanan khas Turki, sedangkan sekarang istrinya itu juga bisa membuat bakso dan makanan lainnya.


Keduanya makan dengan lahap, Jhon melihat istrinya sudah selesai merasa heran." Sayang kenapa sudah?"

__ADS_1


"Sudah kenyang, Bee."


"Tapi kamu butuh tenaga untuk malam nanti," kata Jhon dengan mengedipkan mata mengoda istrinya.


Meli menelan salvianya, pria dingin itu hendak menginginkan lagi, pada hal intinya masih begitu sakit.


Melihat wajah istrinya yang tegang, seketika tawa Jhon pecah begitu saja. 


"Bee!" seru Meli kesal karena suaminya sudah mengerjainya.


"Maaf, aku tidak mungkin kalau masih sakit untuk menyentuhmu, tapi jika diizinkan setelah ini juga aku sanggup membuatmu tidak bisa turun dari ranjang besok!" kata Jhon dengan tatapan mesumnya.


"Kenapa Anda jadi begini mesum, Tuan?"


"Sepertinya, Anda salah minum obat." Meli membersihkan meja makan sedangkan suaminya membawa piring kotor ke dapur.


Kini keduanya duduk di ruang keluarga, Jhon memeluk pinggang istrinya dengan posesif padahal tidak ada orang lain di apartemennya.


Jhon sesekali mencium pucuk kepala istrinya lembut, tapi lama-lama tangan yang berada di pinggang mulai menyusup ke balik kaos yang dikenakan oleh Meli.


Meli memejamkan matanya saat tangan itu mulai merayap ke dadanya.

__ADS_1


"Sayang jangan dipakai kalau berada di rumah," kata Jhon sambil melepas bra istrinya.


Meli hanya menarik napas panjang, ia tahu itu akal-akalan suaminya saja.


"Bee," lenguh Meli saat tangan suaminya memainkan tangannya begitu gemas dadanya.


Jhon tersenyum, pria itu langsung berbaring di paha istrinya.


"Mau apa, Bee?" 


Belum sampai selesai Meli bicara kepala Jhon sudah berada dalam kaos over sizenya, wanita itu memejamkan matanya saat suaminya itu sudah seperti bayi.


Meli berusaha fokus dengan acara televisi di depannya, tapi tangan suaminya yang tidak mau diam membuat tubuh wanita itu menggeliat.


Jhon masih asik dengan hobinya yang sekarang, tanpa pria itu tahu sang istri sudah memejamkan mata dan tangannya menutup mulut agar desahannya tidak lolos.


Merasa sudah puas, Jhon keluar dari kaos Meli, pria  itu menatap istrinya dengan sorot mata yang berkabut.


Meli memalingkan wajahnya karena detak jantungnya berdetak kencang saat netranya beradu dengan Jhon.


Tanpa berkata-kata Jhon langsung mengangkat tubuh Meli dan bibirnya langsung membungkam mulut istri dengan *******.

__ADS_1


Meli ingin sekali menolak, tapi melihat suaminya begitu menginginkan lagi akhirnya wanita itu hanya bisa pasrah.


Bohong jika Meli tidak menikmati akan sentuhan dari suaminya, beberapa kali mendapatkan rasa nikmat setelah menikah dari pria yang dicintainya.


__ADS_2