Secret Wedding

Secret Wedding
Jadilah milikku seutuhnya


__ADS_3

Kedatangan Meli membuat Zara tidak lagi sepian. Wanita itu setelah hampir satu bulan sang Bunda meninggal dan ayahnya sedang keluar kota.


Zara hanya tahu jika sang Ayah sedang menenangkan diri saja, sedang sang suami untuk sementara menggantikan Tama di bantu Diego dan Jhon.


Nasib Mike dan anak buahnya masih sama, mereka dalam antrian menjadi santapan buaya yang jumlahnya banyak.


Pagi ini kebetulan weekend, Zara masih asik di kasur karena setelah sholat subuh, gadis itu langsung kembali lagi mengecek laporan yang di email oleh Rehan.


Nathan yang baru pulang joging, pria itu hanya menarik napas panjang. melihat Zara sibuk di saat hari libur begini.


Nathan segera ke kamar mandi, pria itu membersihkan tubuhnya. Setelah lima belas menit. Suaminya keluar dari kamar mandi.


"Mas," sapa Zara yang baru sadar jika suaminya sudah selesai.


"Sibuk," kata Nathan.


Zara hanya tersenyum, wanita itu meletakkan tablet di atas nakas.


"Mas, apa ada kabar dari ayah?"


"Kenapa?" Nathan duduk bersandar di ranjang. 


Zara menatap wajah tampan suaminya itu, wanita itu kini duduk di samping Nathan dengan tangan memeluk lengan suaminya.

__ADS_1


Nathan memejamkan mata, saat lengannya menempel di dada sang istri.


Ada desiran di dadanya, selama ini ia belum menyentuh Zara. Ia takutnya istrinya belum siap untuk melakukan ritual suami istri.


Nathan walaupun di besar di luar negeri, kedua orang tuanya benar-benar mendidik dengan baik. Bahkan pria itu tidak sampai terpengaruh pergaulan bebas di sana.


Nathan sudah beberapa kali, pria itu dirayu Maryam untuk melakukan hubungan suami istri. 


Namun, Nathan begitu menghormati wanita karena ia menyayangi sang Mama.


Nathan menatap sang istri, kedua Netra itu beradu. Pria itu mendekatkan wajahnya ke istrinya.


Nathan mengecup bibir ranum Zara, wanita itu memejamkan matanya. Merasa dikasih lampu hijau, pria memperdalam ciumannya.


"Apa boleh." Nathan menatap sang istri dengan tatapan sayu.


Zara tidak menjawab, wanita itu hanya menganggukkan kepalanya saja.


Nathan kembali mengecup bibir istrinya, cumbuan mulai ke leher putih Zara. 


Sentuhan yang baru dirasakan oleh Zara, membuat wanita itu beberapa melenguh, hal itu membuat Nathan semakin menggila.


"I love you, Zara. let me make you all mine," bisik Nathan.

__ADS_1


Zara menatap sayu wajah suaminya, wanita itu menahan desahannya karena merasa malu.


"Jangan ditahan, lepaskan saja, Sayang."


Nathan memulai ritualnya, ini pertama kali buat pria itu, begitu juga dengan Zara. Walaupun awalnya dua kali gagal. Namun , sedetik kemudian. Ia mampu menjadikan sang istri menjadi miliknya, apa yang dijaga oleh sang istri selama ini telah direnggutnya.


"I love you, honey." Nathan mengecup bibir sang istri.


Ada rasa bersalah karena membuat wanita itu sampai menangis." Maaf."


Nathan mengusap air mata istrinya, Zara tersenyum tipis. Jujur rasanya tubuh terbelah.


Nathan perlahan mulai mengerakkan pingulnya, Zara memejamkan mata. Wanita itu mengingat bibir bawahnya.


Tubuhnya ikut bergerak, mengimbangi gerakan dari suaminya.


Rasa sakit. Kini sudah mulai menghilang, suara lenguhan dan ******* memenuhi kamar wanita itu. Beruntung kamarnya kedap suara, Nathan melengkung panjang saat sampai ke puncak, begitu juga dengan Zara. Tubuh wanita itu bergetar entah sudah yang keberapa ia mendapatkan pelepasan pagi ini.


Napas keduanya tersengal, begitu juga dengan Zara.


"Makasih, Sayang." Nathan mengecup bibir istrinya. Setelah itu menggulingkan tubuhnya di samping istrinya. 


Zara masih mengatur napasnya, wanita itu begitu lelah. Nathan sebenarnya menginginkan lagi, tapi pria itu tidak ingin membuat sang istri kelelahan.

__ADS_1


__ADS_2