
setelah semua siswa kumpul di lapangan, kepala sekolah.
"selamat pagi semuanya, bapak mengumpulkan kalia. disini, untuk memberitahukan ada yang akan di sampaikan oleh seseorang," Pak Kepsek menunjuk pada Aiden.
hal.itu membuat semua orang yang ada di lapangan, menjadi kasak kusuk. apa yang akan di sampaikan oleh laki laki itu,
"selamat pagi semuanya, disini saya akan memberitahukan, berhubung kita udah mau lulus satu bulan lagi, jadi akan ada yang saya katakan," ucapnya seraya melirik sang istri yang berada di barisan depan.
Feby yang mendengarnya, mendadak was was. feelingnya berkata jika sang suami akan membuka suatu hal yang besar.
"saya akan memberitahukan, jika Saya, Aiden Wardana telah melangsungkan pernikahan dengan seorang gadis yang berada di sini," lanjutnya. seraya matanya tak lepas dari sosok sang istri.
Deg.
seketika itu juga, Feby seperti di hantam batu besar. jujur saja, wanita berusia delapan belas tahun itu, sangat ketakutan.
takut jika ia akan di serang setelah pengakuan sang suami itu.
"siapa,?"tanya Syafira dengan dada bergemuruh. rasanya, gadis itu ingin menguliti hidup hidup yang berani merebut Aiden dari sisinya.
Aiden yang mendengar itu, tak menjawab. laki laki itu segera melangkah turun dari panggung aula dan berjalan mendekati Feby.
__ADS_1
semua orang seakan tak percaya dengan apa yang mereka saksikan itu. " dia adalah istri saya, bahkan dia telah menjadi Ibu dari anak anak saya," Aiden mengamit pinggang sang istri.
semua yang ada di sana, seketika itu gaduh. dan Syafira terlihat sangat murka itu." apa maksud mu Aiden, kamu selama ini sudah menikah dengan dia ?" tanya Syafira.
"kamu jahat Feb, " tiba tiba saja, Reza datang menghampirinya. hendak menyentuh si Bumil itu. namun, dengan cepat, Aiden menepis tangan Reza.
"jangan pernah sentuh istri gue," sentaknya dan segera membawa Feby pergi dari sana. sementara itu, Syefira mengepalksn tanganya erat. ia bertekad akan membalaskan dendamnya.
"awas saja kalian," serunya berapi api. kemudian, gadis itu pergi dari sana.
****
dan sedari tadi, gadis itu hanya terdiam saja. bahkan sama sekali tidak merespon ucapan sang suami.
"sayang, kamu kenapa diam aja,?" tsnya Aiden dengan menyentuh tangan Feby.
"aku hanya takut, apa yang kamu lakukan, membahayakan keluarga kecil kita," ucap Feby menundukan kepala.
"kamu tenang saja ya, semua akan baik baik saja," Aiden menggrnggam tangan sang istri.
dan tak lama, mereka sampai di drpan rumah. dsn dengan segera, Aiden membawa sang istri masuk.
__ADS_1
sesampainys di kamar, Aiden ssgera memasukan semua pakaanya dan sang istri kedalam koper.
"kita mau kemana,?" tanya Feby yang merqsa bingung.
"hanymoon dan Baby moon," sahut Aiden singkat. dan hsl itu membuat Feby seketika teringat akan obrolanya dengan sang suami.
"tapi, apa ini tidak terlalu mendadak,?" tanya Feby. Aiden menggelengkan kepalanya.
dan hari itu juga, mereka telah betangkat menuju negara.H dan menginap di resort termewah disana.
Mama Yunita pun, di ikut sertakan untuk membantu Feby yang kadang kewalahan menjaga Baby Syeril yang sudah sangat aktif.
sore harinya, Frby dan Aiden tengah duduk di tepi pantai seraya mengawasi sang anak bermain pasiir.
"aku mencintai mu," bisik Aiden di telinga sang istri.
"aku juga mencintaimu," Feby mendongak menatap mank hitam tegas sang suami.
mereka sangat menikmati dan merasa sangat bahagia. karena akhitmrnya bisa di fase yang seperti ini.
Tamat
__ADS_1