Secret Wedding

Secret Wedding
Cinta dalam diam


__ADS_3

Meli yang sedang menunggu Zara dan Tuanya untuk sarapan sudah sampai jam sebelas siang pasangan suami istri itu tidak juga keluar.


Meli di depan tangga ragu untuk naik ke lantai dua, tidak lama Mbak Marni pelayan yang sudah lama bekerja  merasa heran.


"Meli kamu kenapa?" 


"Itu kenapa mereka sarapan, saya takut terjadi sesuatu." Meli meremas jari-jarinya jika sedang panik.


Jhon yang baru saja datang karena akan di pergi bersama Nathan. Pria itu menatap wajah Meli yang terlihat begitu pias.


"Ada apa ini?" 


Meli dan Marni menoleh, wanita itu menarik napas lega, ia menceritakan pada Jhon apa yang terjadi.


Jhon mendengar apa yang dikatakan Meli, hanya tersenyum. Pria itu menarik tangan Meli dan segera mengajaknya ke mobil.


"Masuk."


"Tuan." 


"Masuk Meli!" perintah Jhon dengan tatapan dingin.


Meli yang didorong akhirnya masuk, wanita itu tidak habis pikir akan yang direncanakan pria dingin di sampingnya.


"Tuan ini mau kemana, bagaimana kalau Nona Zara mencariku."


"Zara sudah tahu saya sudah kirim pesan pada Tuan Nathan."


Meli hanya menarik napas panjang, hingga mobil berhenti tepat di sebuah mall terbesar di ibu kota.


Meli melihat Jhon keluar dari mobil, wanita itu juga mengikutinya.


"Bantu saya cari baju, kamu tahu aku hanya membawa sedikit, tidak tahunya bakal lama di sini."


Meli hanya mengangguk, wanita berparas cantik dengan rambut berwarna coklat kontras dengan kulit putihnya.


Meli berjalan di belakang Jhon. Wanita itu tidak menyadari jika dirinya menjadi perhatian para pengunjung mall tersebut.


Jhon membalikkan badannya, pria itu berdecak kesal karena gadis itu tertinggal begitu jauh darinya.


Setelah menunggu sekitar lima belas menit, Meli akhirnya sudah berada  di samping dekat Jhon. Tanpa rasa bersalah, gadis itu menatap tuanya dengan menautkan kedua alisnya.


"Ada apa?"


Jhon bukan menjawab, pria itu menarik tangan Meli. Kini kedua jalan beringin dengan tangan Meli berada di genggaman pria dingin yang sudah lama disukai dalam diam itu.


Meli menatap tangannya, setelah hampir tiga tahun menyukai pria dingin di sampingnya itu akhirnya moment pergi berdua terlaksana walaupun hanya di jadikan teman untuk membeli pakaian pria itu 


Kini Keuda sudah berada di butik yang direkomendasikan oleh Zara, tanpa Keduanya tahu kalau itu butik mulin bundanya Zara. 

__ADS_1


"Kamu pilihkan untuk saya," kata Jhon.


Meli begitu terkejut, gadis itu mendongak menatap wajah datar Jhon.


Meli akhirnya meminta bantu orang butik, setelah mendapatkan apa yang dicari. Meli memberitahu Jhon, tanpa gadis itu tahu Jhon meminta pelayan untuk menyiapkan pakaian wanita untuk Meli.


Setelah selesai membayar , Meli merasa terkejut karena seingatnya hanya beberapa pakaian yang dipilihnya. Namun, wanita itu hanya diam saja.


Jhon membantu membawa paper bag yang jumlahnya banyak.


"Kita beli makanan dan makan di apartemenku saja."


Meli hanya mengangguk, apa lagi Jhon mengajak belanja perlengkapan untuk apartemen pria itu.


Setelah semua dibeli, kini Meli dan Jhon segera masuk mobil. Selama dalam perjalanan hanya ada hening, Jhon sesekali melirik Meli yang berada di sampingnya.


Setelah empat puluh menit, mobil berhenti tepat di depan gedung tiga puluh lantai. Meli begitu takjub melihat apartemen mewah di depannya. Jhon meminta batu sekuriti untuk membawa barang-barang ke lantai sepuluh.


Setelah masuk lift, Meli merasa detak jantungnya berdetak kencang, tangan Jhon kini kembali mengemgam tangan wanita itu.


Pintu lift terbuka, Jhon keluar dan Meli asik dengan pikirannya sendiri. Hingga pria dingin itu membuat terkejut karena tiba-tiba menarik tangannya hingga tubuh wanita itu kini menabrak dada bidang Jhon.


Meli wajahnya sudah memerah, tapi Jhon terlihat biasa saja. Hingga pria itu memasukkan Password apartemennya.


Keduanya masuk, tidak lama bel berbunyi. Jhon meminta Meli untuk membuka pintu, tidak lama dua orang sekuriti membawa belanjaannya.


"Tuan ini apa biar di sini saja?" tanya Meli.


"Tolong susun di lemari kamar," jawab Jhon.


Meli segera membawa paper bag dan ia segera membuka lemari.


Pria itu segera menuju kamar mandi, setelah lima belas menit ia keluar sudah memakai pakaian santai.


Meli asik menyusun pakaian Jhon, wanita itu memisahkan baju baru yang akan dilaundry.


Tangan Meli berhenti saat membuka Paper bag berisi pakaian wanita. Entah kenapa dadanya begitu sesak, wanita itu segera menepis pikiran buruk pada Jhon.


Tanpa terasa air mata mengalir membasahi kedua pipinya.


"Apa yang kamu harapkan Meli, pria itu tidak mungkin menyukai pelayan sepertimu."


Setelah selesai wanita itu segera menyusun pakaian wanita samping pakaian Jhon.


Setelah selesai Meli keluar dari kamar, Jhon terlihat sedang sibuk dengan laptopnya. Mendengar pintu kamar terbuka, Jhon menoleh  ke arah Meli.


Pria itu menatap Meli, wanita itu hanya menundukkan kepalanya. Ia segera ke dapur untuk mengambil minum.


Jhon merasa ada yang tidak beres pada  Meli. Setelah selesai minum Jhon menghampiri Meli dan berkata,,"Apa ada masalah?"

__ADS_1


Meli langsung menggelengkan kepalanya, hal itu membuat pria itu semakin mendekatkan jarak wajahnya.


"Tu-tuan." Meli begitu gugup.


"Kenapa menangis, apa sudah selesai kamu susun di lemari?"


"Sudah, Tuan. Untuk pakaian kekasih Anda saya simpan di sebelah pakaian Anda."


"Kekasih?" 


"Iya Anda banyak membeli."


Jhon tersenyum, pria itu kini menghimpit tubuh kecil Meli. Meli dadanya berdegup kencang, tiba-tiba Jhon berbisik." Itu baju untukmu, apa kamu mau tinggal di sini?"


Mata Meli terbuka lebar. Wanita itu menatap netra biru indah milik Jhon. Tubuh Meli membeku saat Jhon mencium bibirnya. Walaupun hanya sebentar, tapi efeknya begitu membuat Meli gemetar.


Jhon melepaskan pelukannya, pria itu segera ke kamar. 


"Kamu ambil saka setengah, yang lainnya biar di sini."


"Untuk apa?"


"Kamu akan sering ke sini untuk membersihkan apartemenku. Aku tidak ingin wanita asing yang melakukannya.


Meli akhirnya mengangguk, setelah itu dilihat jam sudah menunjukkan pukul tiga sore." Tuan saya pulang ya."


"Kemarilah," pinta Jhon.


Meli segera menghampiri Jhon, pria itu menarik tubuh Meli hingga gadis itu jatuh ke dada bidang Jhon. Wanita itu bisa mendengar detak jantung asisten Bosnya itu.


"Tuan." 


"Temani aku istirahat," pinta Jhon


Meli tidak bisa menolak karena tubuhnya  dipeluk Jhon.. wanita itu tidur di samping pria itu 


"Ini seperti mimpi." 


Meli tidak mampu bergerak, wanita itu merasakan kalau Jhon mengendus lehernya. Hal itu membuat tubuh wanita itu meremang


"Tuan." 


"Hem."


"Jangan seperti itu,"  kata Meli.


"Kenapa? Seperti apa?" Jihon ******* bibir Meli dengan lembut. 


Lagi-lagi gadis itu dibuat tak berdaya oleh Jhon. Walaupun keduanya sama-sama besar di luar negeri,  hal itu tidak membuat keduanya ikut pergaulan bebas.

__ADS_1


__ADS_2