Secret Wedding

Secret Wedding
S.W.30


__ADS_3

"loe pokoknya akan terkaget kaget. btw, Aiden sekarqng sweet banget ya," senyum Sivia tertahan.


hal itu membuat Feby, mendenggus kesal. " jangan mulai deh Via," Feby membuang muka.


"huh, dasar keras kepala. jangan sampai loe nyesel karena kehilangan sosok yang tulus seperti Aiden," Sivia mencoba mengingatkan sahabatnya.


karena di jaman sekarang, jarang ada laki laki yang tulus.


" hmm gue pulang dulu ya," Sivia pamit dan mengelus kepala bayi itu." besok gue kesini temenin loe berjemur," lanjutnya.


Feby yang mendengarnya, mengernyitkan dahi. " bukannya loe sekolah ya besok,?" tanya Feby.


"bhaa," tawa Sivia trrdengat renyah . seperti sedang menertawakan seseorang. " besok kan libur sayang, kan hari minggu," lanjutnya.


Feby yang mendengarnya, hanyaeringis. " ya mana gue tau gue kan udah lama ngak lihat tanggal," jawabnya santai.


"iya deh, kalau udah jadi emak emak pasti jadi rada pikun," gumamnya. tapiasih terdrngar oleh Feby.


bersamaan dengan Sivia yang melangkah menuju pintu, beraamaan pula pintu di buka dari luar. dan tampak Aiden dan Mama Yunita.


"eh, Sivia, kamu mau kemana,?" tanya Mama Yunita ramah.


Sivia yang mendengarnya, tersenyum tipis. " mau pulang tante," Sivia segrra menyalami wanita paruh baya itu.


gadis itu segera keluar dari ruangan itu. menyisakan keluarga Aiden. sebenarnya, di saat seperti ini, Feby merqsa rindu dengan orang tuanya.


namun, apa boleh di kata, semua telah terjadi dan Feby berusaha iklas.


Mama Yunita yang menyadari kediaman sang menantu, segera menggenggam tangan Feby. "mamah akan mengusahakan agar orang tua kamu kemari," ucapnya seraya mengeluarkan ponselnya.


Wanita itu agak menjauh saat sedang menelpon orang tua Feby.ia hanya berjaga jaga, agar ucapan yang menyakitkan, tak sampai ke telinga menantunya.


karena orang yang baru saja melahirkan, tak boleh terlalu banyak fikiran. bisa fatal akibatnya.


sementara Aiden, tengah tersenyum menatap dua orang terpenting dalam hidupnya saat ini. ia betjanji, akan menjaga mereka sepenuh hati.


"kau mau makan apa,?" tanya laki laki itu.


"buah aja," jawab Feby sekenanya. Aiden dengan sigap, langsung mengupaskan jeruk dan segera menatanya di piring. agar sang istri bisa segera menikmatinyq.


Aiden segera menyodorkan piring yang berisi buah buahan pada Feby. dan langsung di sambut oleh gadis itu.


"Makasih," Feby berkata lirih. dan nyaris tak terdengar.

__ADS_1


nsmun, jangan remehkan kekuatan indra pendengar Aiden. laki laki itu menangkap jelas ucapan istrinya.


"sama sama," gumamnya seraya tersenyum tipis. Feby terperangah kaget. dia fikir, suaminya itu tak mendengar ucapannya.


namun ternyata Aiddn mendengar jelas ucapan gadis itu membuat Feby merona malu. namun, dengan cepat gadis itu merubah ekspresi wajahnya.


******


hari ini tepat satu minggu dari kelahiran putri tercintanya dan itu membuat Aiden dan Feby belajar banyak hal tentang cara mengurus bayi.


mulai dari menggendong, mengganti popok, dan lain sebagainya. dan seiring dengan berjalannya waktu, Feby merqsakan hal yang lain.


gadis itu menjadi semakin dekat dengan sang Suami. dan hubungan mereka bisa semakin akrab dan kompak.


hari ini adalah hari syukuran kelahiran sang bayi mungil. acaranya di gelar semeriah mungkin. hal itu atas usulan dari sang Mama mertua.


Mama Yunita memang, sejak beberapa hari yang lalu, selalu mengatakan akan mengurus cucunya sendiri.


bahkan wanita paruh baya itu juga mengurus saat Aiden dan Feby sekolah.


"Mah, apa semua orang telah mamah undang,?"tanya Feby seraya menggendong bayi.


"semua telah mamah undang kecuali,..." Mama Yunita tak melanjutkan ucapannya.


entah sampai kapan orang tuanya akan mengabaikan dirinya dan memilih perkerjaan di atas segalanya.


"sabar sayang, kamu kan punya Mama," Mama Yunita kerangkul menantu kesayangan.


setelahnya, mereka berbincang hangat bak ssorang Ibu dan anak. bukan seperti meetua dan menantu. dan di saat mereka tengah mengobrol, Sivia datang dan menghampirinya.


"hay Frb, selamat ya, sekali lagi, loe udah jadi Mommy. gue nggak nyangka," senyum Sivia merekah.


"eh, Via loe dateng juga,?" tanya Feby yang langsung melakukan cipika cipiki.


"siapa sih nama anak loe, kenapa gue nggak di kasih tau,?" tanya Sivia sedikit menggerutu..


Feby yang mendengarnya, hanya tersenyum tipis. " nanti loe juga tau," jawab Fey tersenyum tipis.


tak lama, acara swgera di mulai semua berjalan lancar tanpa hambatan suatu apapun.


"oh, jadi namanya Jelita Syeril Wardana, akhirnya gue bisa tidur dengan nyenyak.," ucapnya tersenyum tipis.


"dih kek mau tau nama anak pejabat aja sampai nggak bisa tidur," kekeh Feby pada sahabatnya itu.

__ADS_1


Sivia tertawa lepas saat mendengarkan ucapan Feby. " ya mungkin memang gue berlebihan kali," jawabnya sekenanya aaja.


"eh iya, kapan loe mau masuk sekolah,?" tanya gadis itu.


kaeena memang, Feby tidak mengikuti pelajaran selama hampir satu minggu.


"besok gue mau masuk," jawabnya mantap. Sivia memandangi baby Jelita yang tampak terlelap dalam dekapan sang Mommy itu.


"terus anak loe gimana,?" tanya Sivia.


"hmm ya terpaksa anak gue tinggal. ya kali gue bawa ke sekolah," kelakarnya.


sebenarnya, gadis itu tahu jika Sivia akan mengkhawatirkan Jelita nanti. " gue tau apa yang loe fikirin," bisiknya. kemudian, mrnepuk bahu sahabatnya itu.


Sivia menghela nafas lega. karena mungkin keponakannya itu tidak akan bernasip sama dengan sang Momy yang di telantarkan oleh orang tuanya.


*****


selesai acara, Aiden dan Feby ssgera masuk kedalam kamar. dan dengan segera, Ibu muda itu meletakkan anakmya ke dalam bok bayi.


setelahnya, Feby menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah sebelumnya mengelap tubuh mungil bayinya.


bukan karena sombong, tapi memang, anaknya butuh perawatan yang ekstra. apalagi anaknya adalah bayi prematur.


tepat setelah dirinya selesai membersihkan diri, Aiden masuk ke kamar mereka. seperti biasa, laki laki itu akan tersenyum tipis pada sang istri.


entah itu di balas atau tidak perduli yang jelas sekarang mereka telah memiliki anak. seharusnya mereka telqh berfikir Dewasa.


"mau makan atau langsung tidur,?" tanya Feby secara tiba tiba.


hal itu membuat Aiden tercengang. laki laki itu tak percaya dengan apa yang dirinya dengar. brrkali kali laki laki itu menoleh ke belakang.


untuk memastikan jika yang di ajak bicara adalah dirinya atau bukan.


namun, Aiden tak menemukan orang lain di antara mereka. " kamu ngomong sama aku,?" tanya Aiden memastikan.


Cup


Feby yang merasa gemaspun melayangkan satu kecupan yang membuat Aiden membeku.


"siapa lagi yang aku ajak bicara kalau bukan kamu,?"tanya gadis itu merasa gemas.


Aiden yang merasa gemaspun, segera mendekap sang istri. " terimakasih sayang," bisiknya lembut

__ADS_1


See You...


__ADS_2