
Feby terdiam.dalam dekapan sang suami. gadis itu menikmati waktunya saat berada dalam.dekapan sang suami.
"udah ah aku mau tidur," gadis itu segera beringsut dari dekapan sang suami. dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Aiden yang sedari tadi hanya memperhatikan tingkah istrinya, terkekeh pelan. " lucu banget sih kamu," gumamnya.
kemudian, dirinya ikut naik dan merebahkan tubuhnya di samping sang istri. lalu melingkarkan tangan kekarnya, pada pinggang ramping Feby.
sebenarnya, Frbyerasa risih dengan sikap sang suami ini. namun, gadis itu telah berjanji pada dirinya sendiri untuk mencoba membuka hati.
toh juga Feby dapat merasakan jika perasaan sang suami itu sangat tulus. jadi tidak ada alasan untuk menolaknya.
setelah hampir tiga puluh menit terjaga, Frby akhirnya mrnyusul sang suami yang telah terlebih dulu terbang ke alam mimpi.
pagi harinya,...
Feby bangun pagi sekitar jam setengah lima. karena gadis itu harus membersihkan tubuhnya terasa lengket.
entah mengapa, gadis itu sekaramg sangat mudah mengeluarkan keringat di tambah lagi dengan pendarahan pasca oprasi.
membuat gadis itu semakinerasa tidak nyaman dan tidak percaya diri karena bau keringatnya.
Feby segera memutuskan untuk mandi saat melihat sang suami masih terlelap.
setelah hampir setengah jam, Feby keluar dari kamar mandi. kemudian berjalan menghampiri bok bayi.dan dengan perlahan, gadiw itu mengangkat bayi mungil yang terlihat membuka mulut kecilnya itu.
Feby tersenyum tipis saat memberikan asi pqda putri kecilnya itu. sekarang, asi yang di hasilkan oleh Feby, sangat berlimpah.
itu berkat sang Mama Mertua yang selaluemberikan makanan yang banyak mengandung serat dan bergizi tinggi.
bahkan, Feby sampai menypan stok asinya di kulkas khusus asi yang di belikan oleh sang suami.
saat gadis itu tengah asyik menimang baby Syeril, tiba tiba, sebuah tepukan kecil, mendarat mulus di pundaknya.
sontak saja, gadis itu segera menoleh dan mendapati sang suami tengah terssnyum tipis menatapnya.
laki laki itu kemudian berjongkok di hadapannya. seraya mengelus kepala putri kecilnya.
" mandi dulu sana," perintah Feby oada sang suami. karena memang, jarum jam sudah menunjukan pukul lima pagi.
Aiden yang mendengatnya, hanya tersenyum tipis kemudian beranjak dari trmpatnua dan melangkah menuju kamar mandi.
__ADS_1
****
setelah semuanya siap, mereka segera berangkay ke sekolah menggunakan kendaraan masing masing.
sebenarnya, Aiden telah memberikan pilihan pada sang istri untuk berangkat ke sekolah bersama saja.
namun, dengan tegas gadis itu menolak. dengan alasan jika dirinya masih belum siap untuk ketahuan dengan teman temannya.
"Mah, kami berangkat sekolah dulu ya," Feby pamit pada sang Mama mertua. di ikuti dengan Aiden.
"kslian tidak perlu khawatir.Baby Syeril aman sama Mama. kalian sekolah saja," Mama Yunita memandang anak dsn menantunya dengan tatapan trduhnya.
Feby dan Aiden hanya menganggukan kepala. kemudian nerlalu pergi dengan kendaraan masing masing.
lima belas menit kemudian, Aidrn telah sampai di depan gerbang sekolah. dan tak lama, di susul oleh Feby yang baru saja tiba.
Aiden datang menghampirinya dan lamgsung melayangkan satu kecupan pada pipi Feby.
sontak saja, gadis itu terbelalak kaget mendapatkan tindakan yang menurutnya samgat tiba tiba itu.
belum saja Feby akan melayangkan protesnya, Aiden telah teebih dulu melajukan motornya masuk kearea parkir sekolah.
sementara Feby, gadis itu hanya melongo saja. saat mendapatkan perlakuan seperti itu.
"weh, kemaren loe datang bulan ye, sampai bocor gitu," cibir salah satu Siswa yang tak sengaja berpapasan denganya.
Feby yang berusaha memcerna kejadian sebelumnya, akhirnya mengerti. " iya, emang kenapa,? kayak loe nggak pernah aja," Feby dengan berani maju kearah siswa tersebut.
siswa itu ingin membalasnya. namun, dengan cepat gadis itu di tarik oleh Sivia.
"udah, loe nggak usah ngeladenin hal hal yang nggak penting. sekarang kita fokus sama dua orang yang sangat berbahaya.," Sivia berkata setelah mereka brerdua masuk ke kelas.
"dua, siapa lagi memangnya,?"tanya Feby bingung. karena setahunya, musuhnya hanya pada Syafira.
"hmm nanti loe juga tau, kejutan buat loe yang akan membuat lie nggak akan pernah percaya," Sivia berkata dengan wajah yang sangay serius.
baru saja Feby akan bertanya kembali, karena memang dirinya tidak mengerti, Renata datang bersama Imelda.
yang lamgsung membuat gadis itu seketika moodnya sedikit berantakan. namun, sebisa mungkin gadis itu bersikap biasa saja.
"Feb, loe baru masuk,?" tanya Renata mode basa basi.
__ADS_1
"hehehe iya," jawab gadis itu sekenanya saja. karena hatinya masih merasa sakit akibat penghianatan.
akhirnya, mereka melakukaan pembelajaran seperti biasa. Aiden yang memang telah bucin, beberapa kali mencuri pandang pada sang istri.
"Feb, loe tau nggak kalau Aiden kemarin pas tau loe jatuh itu panik banget loh,?" Sivia berbisik di samping Feby.
karena jam pertama, adalah jam pelajaran guru kiler. menjadikan suasana sangat hening bak kuburan.
"ssttt jangan di bahas sekarang Via, loe mau di tendang sama pak Wisnu," ucap Febyemperingatkan sahabatnya itu.
dan setelahnya, tidak ada lagi yang membuka suaraya hingga jam istirahat pertama.
"huh, gila stres banget gue kalau harus mengikuti pelajaran pak Wisnu mode senyap gini," keluh Imelda saat mereka berempat berjalan menuju kantin.
sementara Sivia dan Feby yang mendengarnya, hanya bisa tertawa pelan. akhirnya mereka sampai di area kantin danemilih duduk di meja nomer dua.
"eh iya Via, loe katanya mau cerita swbuah kejutan," Feby mengingatkan pada sahabatnya itu.
Sivia yang mendengatnya, segera mengeluarkan ponselnya dan menyerahkan pada Feby. membuat gadis itu merqsa kebingungan.
dengan perlahan, Feby memutar video itu. dan seketika matanya membulat sempurna. nafasnya seperti tercekat.
brak.
gadis itu mengfebrak meja kantin membuat semua orang yang tengah makan,terlonjak kaget.
"astaga, si Feby mau cari gara gara itu sepertinya," ucap salah satu siswa yang merasa geram karena gebrakan meja yang baru saja di lakukan gadis itu.
"iya, sepertinya nggak kapok tuh cewek," timpal yang lain.
Feby yang memdengarnya, sepertinya tidak perduli gadis itu menatap tajam ke arah dua siswa yang membicarakannya tadi.
seketika, dua siswa itu langsung mengalihkan pembicaraan dan pura pura tidak tau.
Feby kembali menatap Sivia dengan ekspresi sulit diartikan. membuat gadis itu bergidik ngeri dengan apa yang di lakukan oleh Feby.
"woylah Feb, jangan lihatin gue kayak gitu napa," protes Sivia.
Feby yang memdengarnya, hanya menghela nafas panjang. " gue harus balas mereka," ucapnya dengan sorot mata tajamnya.
Sivia yang mendengar hal itu, segera menepuk bahu sahabatnya itu. " nanti gue bantu," ucap Sivia pelan.
__ADS_1
See You..