Secret Wedding

Secret Wedding
Part 23


__ADS_3

"Sialan! Jadi dia memang sudah menikah satu tahun lalu! Tapi kenapa di sembunyikan?!"


Pertanyaan Chae Su segera dijawab dengan pemberitaan yang ada ditelevisi.


"Kemarin, pewaris Chae-gu Group, Direktur Chae Eun. Memberikan klarifikasinya tentang skandal yang melibatkannya dan aktor Jin Ji. Dalam pernyataannya dia mengungkapkan bahwa dia dan aktor Jin Ji sebenarnya telah menikah satu tahun lalu, hal ini dipertegas dengan pernyataan dari pihak dinas catatan sipil bahwa benar adanya Direktur Chae Eun dan aktor Jin Ji telah mendaftarkan pernikahan mereka satu tahun lalu. Pernikahan mereka sengaja disembunyikan lantaran pernikahan tersebut dapat menimbulkan banyak persepsi politik, oleh karena itu hanya pihak keluarga yang mengetahui prihal ini."


"Hanya pihak keluarga? Tapi kenapa dia tidak memberitahuku? Sialan! Dia benar-benar tak menganggapku sebagai keluarganya?!" Chae Su terus menggerutu.


"Berhentilah menggerutu. Meskipun Chae Eun berhasil membersihkan namanya tapi, tetap saja suaminya itu memiliki cacat. Jadi, ini tidak akan menghalangi rencana kita untuk melengserkan bocah sombong itu dari jabatannya," sahut ayahnya yang baru saja dari selasar rumah untuk membaca koran.


"Ayah benar! Masa lalu suaminya itu sulit untuk diperbaiki, Chae Eun pasti sudah gila dengan menikahi pria sepertinya! Namun, ayah tidak lupa dengan yang Chae katakan? Daripada memberikan perusahaan pada kita, dia lebih memilih untuk memberikannya pada dinas sosial!" Chae Su mengingatkan ayahnya.


"Kau tenang saja. Kita hanya harus merebut sahamnya agar dia tidak bisa berlagak lagi."


"Tapi bagaimana caranya? Chae Eun itu terlalu pintar. Jika kita melawannya sekali, dia akan membalas kita berkali-kali. Ayah memangnya lupa dengan apa yang telah diperbuatnya pada kita saat kita mencoba untuk merebut Freshchae darinya?"


Ayah dan anak itu bernostalgia. Mereka mengingat ketika Chae Eun merebut semua investor dicabang perusahaan yang mereka pimpin, hingga akhirnya perusahaan-perusahaan itu menjadi pailit.


"Ahhhh dia memang sangat menakutkan," ayahnya bergumam. "Tapi, saat itu kita tidak tahu kelemahannya jadi kita tidak bisa melakukan serangan balik padanya. Tapi, sekarang berbeda, kita sudah tahu kelemahannya, jadi akan lebih mudah kali ini."


●●●


Eun Joo sedang membersihkan meja ketika Chae Eun memasuki restoran tempatnya bekerja.


"Selamat datang di ... restoran kami." Eun Joo seketika terdiam saat melihat sosok Chae Eun.


"Kau..., Eun Joo?" Tanya Chae Eun.


"Aku...,"


"Siapa yang datang...," Hyang Seo yang baru saja keluar dari dapur, terdiam. Dia memasang wajah masam saat melihat sosok Chae Eun. "Waah bukankah ini isteri si pecundang itu? Aku sempat terkejut melihat beritanya. Pecundang itu sungguh beruntung mendapatkan bokingan sepertimu."


"Pecundang?" Chae Eun mencibir. "Betapa tidak tahu malunya dirimu menyebut orang lain pecundang padahal dirimu tidak lebih baik dari sampah!"

__ADS_1


"Yaa apa maksud perkataanmu?!" Hyang Seo tersulut emosi. Namun, Chae Eun seakan tak peduli. Ia justru berjalan menghampiri Eun Joo yang mematung ditempatnya.


"Hey kau! Apa kau berurusan dengan kreditur? Kenapa kau selalu pindah-pindah tempat tinggal? Kau tahu berapa uang yang kukeluarkan untuk bisa menemukanmu, hah?!" Bentak Chae Eun.


"K-kau mencariku, k-kenapa?"


Hyang Seo segera menarik Eun Joo kebalik tubuhnya. "Untuk apalagi? Tentu saja demi suami pecundangnya itu!" Tukas Hyang Seo.


"Berhentilah menyebut kata pecundang, dasar sampah!" Hardik Chae Eun. Membuat Hyang Seo tersulut amarah, dia hendak melayangkan pukulan pada Chae Eun. Namun, dengan sigap Chae Eun menangkap tangannya.


"See? Bahkan kau melayangkan tinjumu pada wanita lemah sepertiku, jadi darimana kau punya keberanian untuk menyebut orang lain sebagai pecundang?" Cibir Chae Eun.


"Kau!"


"Aku tidak mau berdebat denganmu tapi, melihat dirimu begini, aku benar-benar merasa muak! Haruskah kuingatkan dirimu pada kenyataan bahwa kau adalah sampah yang berpura-pura melindungi dia?" Chae Eun melirik Eun Joo barang sejenak.


"Apa maksudmu?" Tanya Eun Joo.


"Eun Joo, sebaiknya kita pergi saja. Tidak perlu meladeni wanita ini!" Tukas Hyang Seo. Ia menarik tangan Eun Joo, hendak membawanya pergi ketika dengan begitu dingin Chae Eun berkata.


"Yaa! Jaga mulutmu!" Bentak Hyang Seo.


"Seorang pria sampah, dan seorang wanita yang mengidap Sindrom munchausen (seseorang yang selalu berbohong dengan berpura-pura menjadi korban) kalian sangat cocok!" Tukas Chae Eun.


"Kau pikir aku tidak tahu kejadian yang sebenarnya dari kasus tujuh tahun lalu itu? Kau..., benar-benar wanita sialan!"


"YAA! KAU...,"


"Memangnya apa yang kau tahu?" Eun Joo menyela Hyang Seo.


"Kau ingin mendengar versiku tentang drama tujuh tahun lalumu itu?" Chae Eun menyunggingkan ujung bibirnya, menatap Eun Joo dengan sinis.


Eun Joo meremas ujung roknya, dia terlihat begitu gugup berhadapan dengan Chae Eun yang terlihat begitu kokoh dan dingin layaknya dinding beton.

__ADS_1


"Apa yang kau tahu?!" Eun Joo menekankan.


Chae Eun mencondongkan tubuhnya, dan berbisik ditelinga Eun Joo. "Semuanya. Bahkan aku tahu bahwa pria disampingmu itu hanya memanfaatkanmu untuk mendapatkan uang dari keluarga Ji." Chae Eun menarik tubuhnya, dan memasang seringaian yang menakutkan.


"Kalau kau tahu, kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya pada media, dengan begitu kau bisa membantu Hyujin!" Suara Eun Joo mulai meninggi, dan itu membuat Chae Eun kesal.


#prakkk


Dengan keras Chae Eun melayangkan pukulan diwajah Eun Joo. "Kau pikir aku tidak mau? Aku ingin melakukannya, hanya saja itu dapat membuat kesan yang berbeda. Semua orang akan menganggap itu hanya alasan untuk menyelamatkan reputasi Hyujin. Kau sudah menyakitinya, kau menghancurkan keluarga bahagianya, tapi malah dia yang menerima segala luka. Sedangkan kau dan pacar brengsekmu ini hidup bahagia dengan uang kompensasi dari keluarganya. Wanita sialan! Karena kau yang memulai semua ini, maka kau yang harus mengakhirinya!"


"Eun Joo! Jangan dengarkan dia! Ini bukan salahmu, kau adalah korban." Tukas Hyang Seo.


"Bahkan sampah memiliki tempatnya sendiri, tapi kau..., kau tidak memiliki tempat di manapun untuk tinggal karena itulah kau selalu berpindah-pindah. Kau tahu? Sampai matipun kau akan terus berpindah-pindah tempat bernaung karena..., tidak ada tempat di dunia ini yang mau menampung orang yang begitu tidak tahu malu, dan tidak tahu terimakasih sepertimu!" Tukas Chae Eun. "Aku tunggu kau mengakhiri semua ini. Entah bagaimanapun, drama ini harus segera diakhiri, entah dengan caramu ataupun dengan caraku!" Chae Eun pergi begitu saja usai mengatakan hal tersebut. Meninggalkan Eun Joo dalam keadaan gelisah. Sedangkan Hyang Seo menjadi sangat kesal.


"Abaikan saja yang dia katakan, dia...,"


"Jadi kau begini karena uang kompensasi itu?"


"Apa?"


●●●


"Kau sudah menemuinya?" Tanya Hyunwoo. Orang yang berhasil menemukan keberadaan Eun Joo. Sebelumnya, Chae Eun meminta tuan Uhm untuk menyelidiki Eun Joo. Namun, karena keterbatasan koneksi, tuan Uhm tidak mendapatkan hasil memuaskan. Oleh karena itu, Chae Eun meminta bantuan Hyunwoo untuk mencaritahu. Bukan hanya tempat tinggal Eun Joo tapi, Hyunwoo juga berhasil mendapatkan informasi bahwa kasus yang melibatkan keluarga Ji dan Eun Joo tujuh tahun lalu, ternyata bukanlah kasus besar seperti yang digembar-gemborkan oleh media.


"Sudah."


"Apa yang akan kau lakukan jika dia tidak mau mengungkapkan kebenarannya? Maksudku, dia sudah diam selama 7 tahun ini, jadi apa alasannya untuk mengaku sekarang?" Hyunwoo nampak penasaran.


"Tenang saja, dia akan melakukannya, dia..., akan mengungkapkan semuanya."


"Apa yang membuatmu begitu yakin?"


Karena dia..., mencintai Hyujin. Sama sepertiku.

__ADS_1


"Apa kau sedang melakukan wawancara? Menyebalkan sekali. Sebaiknya kita cepat pergi dari sini!" Tukas Chae Eun, membuat Hyunwoo ternganga.


"Wahhhh kau benar-benar menjadikanku sebagai pesuruhmu!" Gerutu Hyunwoo. Namun, biar begitu, dia tetap memenuhi perintah Chae Eun.


__ADS_2