Secret Wedding

Secret Wedding
Nevan Erlangga


__ADS_3

"Siapa pun  yang melakukan pengeroyokan itu,  kamu sudah selidiki karena musuh kita bukan hanya dari kalangan bisnis satu lagi aku tidak mau kalau Nevan nanti akan bernasib sama dengan kembaran Nathan?" Dania menatap Zara dengan nada khawatir pada cucunya, Nevan. 


Keduanya duduk bersama di ruang keluarga mereka yang mewah, di samping sang istri. Zara terkejut ternyata suaminya memiliki saudara kembar, tapi ini bukan waktu yang tepat untuk menanyakan akan hal itu.


"Ya, Tuan. Saya tengah menyelidiki kasus ini. Namun, sepertinya pelakunya bukan hanya satu orang. Saya sudah meminta bantuan pihak berwajib untuk membantu mencari tahu siapa dalang di balik serangan ini," jawab Jhon dengan suara serius.


Dania  yang selama ini diam akhirnya berbicara, "Apa ada kemungkinan ada pihak yang mencoba merusak karir bisnis kalian?"


"Sepertinya begitu, Mama," jawab Nathan, "Ini bukan pertama kali ini terjadi, dan makin parah saja," tambahnya dengan nada kesal.


Mereka bertiga diam sejenak, saling menatap, ketika tiba-tiba pintu terbuka dan masuk seorang pria dengan wajah cemas. "Tuan, maaf saya datang tanpa dijemput. Saya darurat ingin berbicara dengan Anda," tuturnya, menghampiri Albert.


"Iya, apa yang terjadi? Saya mendengar Anda dari luar sana," jawab Albert dengan wajah serius.


"Tuan, bisnis kita di China berantakan. Ahli waris dari pemilik perusahaan keramik itu sudah membuka produksi dengan harga yang sangat murah, hampir tidak bisa dibandingi dengan harta kita. Dan saya mendengar bahwa mereka menggunakan bahan kimia berbahaya di dalam produksi mereka," terang pria itu dengan nada cemas.


"Duduklah, bicarakan dengan detail. Kapan terakhir kali kita survey?" tanya Albert dengan rasa khawatir.


"Saya melakukan survey tiga bulan lalu, dan mereka sudah mulai masuk ke pasar kita. Kami sudah memperhitungkan harga mereka dan sangat sulit untuk bersaing," jawabnya dengan mimik yang tegang.


"Apakah kita masih bisa melakukan sesuatu?" tanya Albert.


"Pa, saya sudah punya ide," ujar Nathan mendadak, menarik perhatian mereka berdua.


"Ceritakan ide kamu, Nak," pinta Albert.


"Saya punya plan untuk menampilkan produk kita yang tak hanya sekadar melebihi produk mereka, tetapi juga memperlihatkan bagaimana produk kita diciptakan. Kita bisa memamerkan pembuatan kerajinan tanah liat di depan pengunjung saat mereka mengunjungi pabrik kita," ujar Nathan dengan nada optimis.


"Ide yang bagus, Nathan. Kita bisa menangani masalah ini bersama-sama. Apa kamu bisa mengatur semuanya untuk memastikan perencanaan berjalan lancar?" tanya Albert dengan senyum hangat.


"Pasti, Pa," jawab Nathan dengan tulus dan yakin.


Dania  tersenyum bangga pada putranya dan suaminya. Mereka bersatu untuk menghadapi masalah dan menemukan solusi yang bagus. 


Keluarga mereka mungkin punya masalah dan banyak tantangan, tetapi mereka saling mendukung dan bersama-sama menghadapinya. 


Bagi Dania , itu adalah yang terpenting dan menguatkan keluarga mereka. Dan begitulah keluarga Nathan, Albert, dan Dania pergi melawan mereka yang berusaha mengacau bisnis yang dirintisnya mulai dari nol. 


Mereka berjuang berat, tetapi solidaritas keluarga dan persatuan dalam menyelesaikan masalah juga berujung pada kerja cerdas. Karena itu, mereka semua berhasil keluar dari masalah.


Zara , Meli dan Jhon hanya diam, setelah itu orang kepercayaan Albert segera keluar dari mansion Nathan.


Jhon dan Meli segera pamit, karena keduanya akan pergi ke suatu tempat, setelah orang kepercayaan Nathan itu pulang, Zara mengajak suaminya untuk beristirahat.


Pasangan suami istri itu  segera masuk kamar,  Zara duduk di samping suaminya di atas ranjang, Nathan yang bersandar di headboard. 


"Mas, kenapa kamu tidak cerita kalau punya saudara kembar'?" tanya Zara.


"Kamu juga enggak tanya," jawab Nathan.


Zara reflek memukul lengan suaminya, tapi Nathan hanya memejamkan mata menahan sakit di lukanya.


"Astaghfirullah, Maaf. Aku refleks." Zara langsung melihat perban lukanya tidak berdarah merasa lega.


Akan tetapi, melihat suaminya masih mendesis. Air matanya menetes membasahi kedua pipinya, rasa bersalah akan kecerobohannya membuat suaminya merasakan sakit.


Nathan tersenyum tipis, walaupun  senyum itu dipaksakan agar  sang istri tidak semakin  bersalah." Ini tidak begitu sakit, hanya reflek saja. Aku yakin kamu tidak sengaja, Sayang."


Zara menatap wajah tampan yang sudah tidak meringis lagi itu.


"Mas kenapa merahasiakan semuanya," tanya Zara dengan mengusap lengan Nathan.


"Kembaranku namanya Nevan," kata Nathan sambil memandangi foto kecil di tangannya.


Zara merespons dengan tatapan kaget. Ia tak pernah tahu bahwa suaminya memiliki seorang saudara kembar yang belum pernah ia dengar sebelumnya. "Kok aku nggak pernah dengar sebelumnya?" tanya Zara heran.


"Sekarang di mana?" tanya Zara masih penasaran.


Nathan menggelengkan kepala. "Sampai sekarang belum ditemukan, tapi aku yakin Nevan masih hidup," ujarnya dengan mantap.


"Apa Papa dan Mama menghentikan pencariannya?" tanya Zara lagi.


"Iya. Setelah dua puluh tahun mencari, akhirnya mereka memutuskan untuk mengikhlaskan meski sulit," jawab Nathan.


Zara merasakan isi hati Nathan yang gelisah saat ia mengungkapkan tentang saudaranya yang hilang. Ia merasa iba, tentu saja dirinya ingin membantu Nathan, tapi ia tidak tahu harus berbuat apa.


Zara memutuskan untuk membantu Nathan mencari tahu keberadaan saudaranya yang hilang. Ia merasa bahwa meskipun perjalanan akan berat, mereka harus mengetahui keberadaan Nevan. 


"Mas, Bagaimana kalau kita mencari lagi."


"Mencari Nevan, apa mungkin bisa kita tidak ada petunjuk apa-apa, Sayang?"


"Setidaknya kita akan pergi ke rumah lama kalian," kata Zara.

__ADS_1


Nathan menatap istrinya dan mengangguk, tapi ia berkata," Tidak sekarang karena aku masih kurang sehat."


"Iya, Mas. Aku paham akan hal itu."


Zara keluar dari kamar,  wanita itu segera menghubungi sepupunya untuk mencari tahu tentang keluarga Albert Wijaya. 


Awalnya Rehan terkejut, tapi setelah Zara menceritakan. Pria itu segera meminta anak buahnya  menyelidikinya.


Keduanya mulai melemparkan ide-ide tentang bagaimana mereka dapat mencari tahu tentang Nevan dan mengumpulkan informasi yang lebih banyak.


Zara mulai melakukan penelitian dan menghubungi semua orang yang mungkin memiliki informasi tentang Nevan. 


Rehan  membaca banyak artikel, menelpon teman-teman Nevan yang belum pernah mereka temui, dan bahkan menyelidiki beberapa penggalangan dana atau acara amal yang mungkin Nevan ikuti.


Namun, mereka belum menemukan petunjuk yang cukup untuk menemukan Nevan.


 Nathan dan Zara merasa putus asa dan mulai mempertanyakan apakah mereka akan pernah menemukan saudaranya yang hilang.


Beberapa bulan kemudian, ketika Nathan dan Zara sedang berada di sebuah kafe untuk mengobrol tentang strategi pencarian mereka, seseorang datang dan duduk di samping mereka. 


Sosok wanita itu duduk di depan Zara.


"Saya tahu dari surat kabar kalian berdua sedang mencari orang ini," ucap wanita berparas cantik itu.


Foto itu versi Nathan, tapi wajahnya dipenuhi jambang. Sedangkan Nathan tampil lebih rapi.


Wanita tersebut memperkenalkan dirinya sebagai Caroline, mantan kekasih Nevan.


Nathan dan Zara terkejut dan senang tentang kemunculannya Caroline, segera bertanya tentang Nevan.


"Kapan terakhir Anda bertemu, Nona?" tanya Zara.


Caroline menjelaskan bahwa Nevan selalu berpindah tempat sesuai pekerjaannya.


"Nevan  terus berpindah lokasi dan tidak pernah tinggal di satu tempat terlalu lama,"  ujar Caroline lagi.


Zara dan Nathan saling pandang, keduanya tidak ingin mengatakan pada kedua  orang tuanya dulu.


Namun, Caroline memberikan Nathan dan Zara beberapa petunjuk tentang keberadaan terakhir Nevan. 


Mereka memutuskan untuk langsung ke tempat yang dikatakan Caroline, dan setelah perjalanan panjang, Nathan dan Zara akhirnya sampai ke sebuah hutan.


Keduanya tidak berani mengambil risiko dengan menyusuri hutan pada malam hari, mereka menyiapkan tenda mereka dan tidur semalaman. 


"Cukup semoga kita segera menemukannya," ujar Zara.


Nathan mengangguk." jika selama ini Nevan dikenal orang Erlan. Lalu siapa yang  merawatnya selama ini."


"Mas, lebih baik kamu istirahat," kata Zara karena sudah lelah.


Keesokan paginya, Nathan dan Zara bangun dengan semangat  untuk menyusuri hutan. Anak buahnya mengikutinya.


Setelah berjalan beberapa jam, Nathan dan Zara menemukan sebuah rumah kecil di tengah hutan yang terlihat terbengkalai dan kosong.


Mereka mulai mencari tahu dan melihat-lihat rumah tersebut. Di dalam rumah, Nathan mendapati beberapa buah apel, sebuah kotak kamera.


Nathan tak henti-hentinya mencoba memutar garpu di kotak saat hingga terdengar klik. Pada bagian bawah kotak saat itu, tersimpan sejumlah kunci yang tampaknya memiliki peran penting.


 Mereka berdecak kagum melihat kamera lama ini akan tetapi bingung dengan kaset yang ditemukan di dalam kamera tersebut.


Setelah berjalan-jalan sekitar rumah, Nathan melihat seorang pria di kejauhan. 


"Sayang, Lihat ada orang," kata Nathan.


Anak buah Nahhan langsung siaga dan saat pria itu mengatakan pemilik rumah itu Zara meminta pengawal untuk melepaskannya.


Pria itu tampaknya tertarik dengan apa yang Nathan dan Zara lakukan di sana dan akhirnya mendekati mereka. 


Nathan dan Zara memperkenalkan diri mereka dan bertanya tentang Nevan.


"Maaf, apa ini benar rumah Anda?" tanya Nathan.


"Siapa kalian?" tanya Pria tua itu penuh selidik.


'Saya Nathan  dan ini istri saya, Zara." 


Pria itu mengaku bahwa ia adalah pemilik rumah yang ditinggalkan itu dan bahwa ia telah berteman dengan Erlan  selama beberapa bulan terakhir. 


Pria tersebut memberi tahu Nathan bahwa Erlan melakukan perjalanan melalui hutan dan bahkan tinggal di tempat ini untuk sementara waktu.


Nathan bertanya," Bagaimana saya bisa menemukan Erlan?" 


Pria tersebut menunjukkan sebuah alamat di mana Nevan mungkin tinggal saat ini. 

__ADS_1


Nathan dan Zara merasa bersyukur dan berterima kasih kepada pria itu, kemudian mereka segera pergi menuju alamat yang diberikan.


Setibanya di alamat tersebut, Nathan dan Zara melihat pria sedang  duduk di tangga depan rumah dan memandangi jalan yang sepi dengan pandangan kosong. 


Nathan dan Zara hampir tak percaya saat melihat saudara kembar lama yang hilang sudah berada di depan mereka.


Saat mereka mendekat, Erlan  pun mengerjap beberapa kali dan memandang mereka dengan tatapan kosong.,".Siapa kalian?"


Nathan tidak bicara apa-apa, ia langsung memeluknya.


Erlan meronta, hingga pelukan Nathan terlepas.


"Kami sudah lama mencarimu, kita memiliki kalung yang sama. Di dalamnya ada foto kita berdua."


"Apa hubunganku denganmu?" tanya Erlan dengan waspada.


Nathan akhirnya menceritakan semua tanpa ada yang ditutup-tutupi.


Erlan begitu terkejut, awalnya ia merasa hidup sendiri. Kali ini ia menemukan kembarannya.


"Ayo kita kembali ke kota," ajak Nathan.


"Kak Erlan harus buat kejutan untuk ulang tahun mama," kaya Zara.


Erlan masih tampak kaku dan terlihat malu-malu. Ia terus menarik napas dalam-dalam seolah-olah mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri.


Nathan dan Zara mengajak Erlan untuk pulang ke rumah dan berbicara dengan keluarga mereka. 


Mereka kembali ke jalan raya di mana mobilnya ditinggalkan.


"Mas sebaiknya kita make over Kak Erlan dulu," bisik Zara.


Nathan mengangguk,  anak buahnya langsung mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang. Setelah satu jam  mereka sampai  ke kota. 


Nathan dan Zara mengajak Erlan ke salah satu salon langganannya.


Setelah selesai Zara matanya membulat karena Erlan dan Nathan sama-sama memotong rambut gaya sama.


Zara menatap Erlam dan Nathan, wanita itu berjalan ke arah Erlan. 


Erlan sempat tegang, sedang Nathan menatap istrinya dengan tatapan yang berbeda.


"Tidak mungkin aku salah mengenali suamiku sendiri." Zara memeluk Nathan.


Erlan  menarik napas lega, jujur selama ini ia belum pernah berinteraksi dengan wanita yang memakai jilbab seperti iparnya.


Mungkin karena pekerjaannya, sebagai pembunuh bayaran, tapi Erlan akan merahasiakan pekerjaan itu dari semua keluarga barunya.


Nathan merasa bersyukur, setelah bertahun-tahun hilang, Nevan Erlangga ditemukan.


Nevan Erlangga telah hilang selama bertahun-tahun dan telah menjadi bagian dari kehidupan  keras karena ia diculik oleh mafia kejam dan setelah besar di jadikan pembunuh bayaran.


Namun, dengan keajaiban yang terjadi dalam hidup mereka, bersamaan dengan bantuan Caroline dan orang yang mereka temui di hutan, Nathan dan Zara berhasil menemukan Erlan dan akan membuat kejutan besar di mansion karena hari ini tepatnya ulang tahun Dania.


Kedua orang tuanya mengira  Zara ikut perjalanan bisnis suaminya. Hanya Rehan dan Jhon yang tahu kemana tujuan mereka pergi.


Tepat pukul sembilan malam semua sudah siap bahkan Zara membeli baju lebih untuk iparnya itu karena permintaan suaminya.


Anak buah Nathan mengemudikan mobil menuju ke mansion. Tapay pukul sepuluh mereka sampai.


Zara segera keluarz begitu juga dengan si kembar. Tanpa sepengetahuan Erlan Zara mengambil rambut saat pria itu sedang merapikan rambutnya. Wanita itu tahu kebahagiaan sedang dirasakan suaminya dan tidak akan berpikir lain.


Saat pintu utama terbuka Meli dAn Jhon begitu terkejut, Nathan ada dua dan keduanya susah untuk membedakannya.


Sampai di ruang keluarga, anak buah Jhon mematikan lampu. Tidak lama Zara membawa kue dan lilin yang sudah dinyalakan.


Seruan selamat ulang tahun menggema di remang cahaya lilin. Tidak ada uang menyadari jika telah hadir sosok lain kecuali Nathan, Zara dan pasangan Jhon dan Meli.


Dania meneteskan air matanya, ia pikir suami dan anaknya melupakan hari ini. Nyatanya dugaannya salah.


"Selamat ulang tahun Mom dan Happy wedding anniversary," ucap Zara.


"Terima kasih, Sayang."


"Mama kami punya kado yang sepesial, Papa dan Mama pejamkan mata, Ya," pinta Zara.


"Sayang kamu bikin mama deg-degan, " ucap Dania.


Zara tersenyum saat melihat kedua mertuanya sudah menutup mata. Ibu satu anak itu menarik Erlan dan Nathan ke depan kedua orang tuanya."Mama dan Papa silahkan buka matanya."


Setelah Zara mempersilahkan kedua mertuanya buka mata, bersamaan lampu seluruh ruangan menyala. 


Dania dan Albert membeku melihat ada dua Nathan di depannya.

__ADS_1


__ADS_2