Secret Wedding

Secret Wedding
S.W.29


__ADS_3

Feby yang mendengar penuturan suaminya, segera menangis terswdu sedu. karena mengingat periatiwa yang di alaminya swbelum.terjatuh dari anak tangga. hingga dirinya harus menjalani oprasi untuk menyelqmatkan malaikat kecilnya.


Aiden yang melihat sang istri memangis, menjadi panik laki laki itu ingin bangkit dari duduknya. hendak memanggil Dokter Nita.


"gue nggak papa," Feby mencegah suaminya. dan akhirnya Aiden menurut. laki laki itu kembali duduk di samping brankar sang istri.


" loe jahat Za,kenapa loe khianati gue selama ini ?" tanya gadis itu litih. gadis itu tak menyadari jika kata kata yang baru saja keluar dari mulutnya itu, mrnyakiti hati seseorang


"sampai kapan kamu akan bersikap seperti ini pada suamimu sendiri,?" tanya Aiddn dengan nada sendu.


sungguh laki laki itu merasa bingung.mengapa dirinya bisa jatuh cinta pada gadis yang tak memandang dirinya samasekali.


andai dirinya bisa memilih, ia akan memilih tak ingin menikah dengan gadis di sampingnya itu. jika hanya menyisakan luka dan rasa sakit di dadanya.


sementara Feby, gadis itu tiba tiba memasang wajah berang. saat menyadari ada yang sengaja menyelakainya.


untung saja, dirinya dan bayi kecilnya, masih bisa di selamatkan. entah apa yang terjadi, jika anak dalam kandungannya tidak bisa di selamatkan.


tak lama kemudian, Dokter Nita datang dsn mendorong bok bayi menuju brankar yang di tempati Feby.


"selamat siang Nyonya, Tuan, ini saya membawa bayi kecil kalian. dia sangat hebat. walaupun terlahir dalam keadaan prematur dan baru berada di dalam kandungan selama tujuh bulan, tapi bayi anda sangat kuat terbukti dengan berat badan dan semua organ tubuhnya sangat lengkap dan matang," papar Dokter Nita dengan menunjuk bayi mungil yang ada di dalam bok bayi.


Feby yang mendengarnya, tersenyum bahagia. gafis itu sampai meneteskan air mata karena sangking terharunya.


"jadi, anak saya soa bisa langsung di bawa pulang Dok,?" tanya Aiden ywng membuka suara.


Dokter Nita tersenyum tipis pada remaja yang baru saja menjadi ayah otu. " bisa Tuan, tapi lebih lanjutnya, kita harus melakukan serangkaian pemeriksaan kembali," jelas Dokter Nita.


Frby dan Aidrn segeraenganggukan kepala. kemudiam, Dokter Nita mengambil bayi mungil itu dan di serahkannya pada sang Ibu.


Feby yang melihatnya. segera merentangkan tangannya untukeraih bayi mungil itu.


"Mama nggak nyangka kalau kamu akan lahir swcepat ini dan berada di samoing Mama nak," ucapnya seraya mengecup pipi mungil itu.

__ADS_1


ketika pipi bayi itu di cium, mulut mungilnya, membuka ssdikit membuat Feby tersenyum tipis. kemudian mengulanginya lagi dan lagi.


"itu tandanya lapar Nyonya," ucap Dokter Nita membuat Feby tersenyum tipis.


msklum saja, gadis itu tak menyadari signal signal yang di berikan. karena memang, Feby tak mengerti akan semua itu.


gadis itu ingin bertanya tapi terlalu malu. " apa saya harus menyusuinya,?" pertanyaan yang baru saja terlontar, mrmbuat Dokter Nita tersenyum tipis.


"iya Nyonya, karena sumber makanan bayi adalah asi anda," tuturnya.


Feby meeingis membayangkan jika akan di hisap oleh mahluk kecil dalam gendongannya itu. " saya malu Dok," ucapnya menundukkan kepala.


Dokter Nita tersenyum tipis dan melangkah menuju brankar. lalu mengelus pudak sang ibu muda itu. " tidak apa apa Nyonya, awalnys memang akan merasa sakit. tapi lama kelamaan, semua akan baik baik saja," ucapnya menenangkan.


akhirnya, drngan perlahan, gadis itu segera membuka kancing baju pasiennya dan segera menyusui sang putri kecilnya itu.


Feby sempat meringis saat merasakan area sensitifnya di sentuh. Aiden yang melihatnya, dengan sigap segera mengelus pundak istrinya itu.


setelah hampir tiga puluh menit, akhirnyw bayi mungil itu menyudahi aksi minum asinya.


"Maafkan Mama ya sayang, pernah tidak menginginkan kehadiranmu," Feby tersenyum tipis. kemudian mengecup pipi sang putri tercinta itu.


setelah puas menimang dan mengecup wajah anakmya, bayi itu kembali di serahkan pada Dokter Nita.


Dokter Nita segera membawa bayi mungil itu kembali ke ruang perawatan bayi.


"apa kamu mau makan sesuatu,?" tanya Aiden dengan lembut.


Feby menoleh sesaat. kemudian menggelengkan kepalanya. " kenapa loe begitu baik sama gue,?"tanya Feby masih dengan nada songong.


Aiden tak lamgsung menjawab. laki laki itu tersenyum tipis dan mengelus tangan lentik Feby. "aku telah jatuh cinta padamu," jawabnya santai. dan Feby merasa ada ketulusan di dalam mata laki laki itu.


Feby yang sebenarnya telah merasa sedikit terbuka dengan kehadiran sang suami dalam hidupnya. namun, lagi dan lagi egonya yang terlalu tinggi, membuatnya menutup mata akan kenyataan itu.

__ADS_1


"gue beneran belum bisa menerima loe dan itu nggak bisa di paksa," Frby berkata dengan menghela nafasnya panjang.


Aiden yang mendengarnya, hanya tersenyum tipis, " itu tidak akan menjadi masalah. kamu nggak nolak aku aja, aku udah seneng," Aiden mengelus pundak sang istri.


*****


sore harinya, Mama Yunita datang bersama dengan seorang gadis cantik.


"sayang, bagaimana keadaanmu,?" tanya Mama Yunita yang langsung memeluk sang menantu tercinta.


Sivia yang berada di sana, tersenyum tipis melihat perlakuan mertua sahabatnya itu. karena Sivia tahu jika sahabatnya itu tak mendapatkan kasih sayang dari sang orang tua.


"selamat ya Feb, anak loe cantik banget sih, siapa namanya,?" tanya Sivia mencium pipi bayi mungil itu.


"nanti loe juga tau," jawab Feby santai seraya mengelus kepala anaknya.


Mama Yunita yang melihat keakraban dua remaja berbeda status itu, hanya tersenyum kecil.


"kalau begitu, Mama tinggal ke kantin dulu ya, kamu mau titip apa sayanh,?" tanya wanita itu dengan mengelus kepala menantu kesayanganya itu.


"kalau ada, kue kacang almond Mah, untuk asi aku supaya lancar," Feby tersenyum tipis.


"biar aku aja yang beli," Aiden yang sedari tadi hanya diam, kini bersuara. membuat ketiga wanita itu menoleh.


laki laki itu segera bangkit mengecup kening anak dan dengan cepat mengecup kening istrinya. lalu berlari keluar ruangan.


"kalau gitu Mamah juga ikut," Mama Yunita berdiri dsn melangkahkan kaki menyusul Aiden.


sementara Sivia hanya melongo atas tindakan yang di lakukan oleh laki laki itu. "Daebak!!" serunya dalam hati.


"oh iya semua siswa nggak ada yang tau kan, dengan kondisi gue yang sebenarnya,?" tanya Feby yang mengingat jika dirinya adalah pengantin terswmbunyi.


Sivia menggelengkan kepalanya. seraya tersenyum tipis. " loe nggak perlu tau. dan nanti, saay loe masuk sekolah, loe akan menemui kejutan yang mungkin buat loe nggak percaya," Sivia berkata dengan wajah seriusnya.

__ADS_1


Feby yang sedari tadi hanya terdiam, mendongak dan menatap wajah serius sahabatnya itu. "emang ada apaan,?" tanya gadis itu


See You...


__ADS_2