Secret Wedding

Secret Wedding
Misi Rahasia Erlan


__ADS_3

Erlan menjawab dengan tenang, "Aman. Saya akan profesional untuk perkeretaapian apa pun."


Pria dengan masker itu hanya mengangguk dan berjalan pergi. Erlan merasakan gigitan angin dingin ketika ia melangkah ke mobilnya.


Pria itu membuka pintu dan menyusup ke dalam. Erlan memperhatikan lingkungannya dengan ketat sebelum memutar kuncinya dan menyalakan mesin.


Erlan melirik pantul matanya di kaca spion saat ia berusaha keluar dari parkiran cafe dan terus melaju dengan tenang melalui jalanan malam yang gelap. 


Niat hatinya masih tercurah untuk Zara yang baru saja pergi, dan itu membuatnya merasa nervus. Tidak hanya itu, tetapi ancaman dari pria dengan masker masih menggema di kepala Erlan.


Tiba-tiba, sebuah mobil sport merah muncul dan terus mengikuti mobilnya. Erlan mempercepat, tetapi mobil sport yang mengikuti terus membuntuti di belakangnya. 


Ada tiga orang di mobil sport tersebut, dan mereka terus merangsekinya dari belakang, membuat identitas mereka sulit terlihat dengan jelas.


Setelah beberapa menit dalam pengejaran, mobil Erlan terjebak di sebuah jalan buntu dan Erlan akhirnya harus berhenti. 


Tiga pria keluar dari mobil sport itu dan mendekati Erlan.


"Tuan  Erlan, kami dipesan untuk menemukan Anda," kata salah satu dari mereka dengan tenang.


Erlan merasa tubuhnya kurang lentur dan meletakkan kedua tangannya di atas kepala, "Apa yang Anda inginkan?"


"Misi kami adalah untuk membawa Anda kepada klien kami," jawab salah satu pria lainnya.


"Siapa kliennya?" tanya Erlan.


"Seseorang yang ingin membayar Anda dengan harga yang sesuai dengan keahlian Anda, Tuan Erlan," jawab  salah satu dari pria itu lm


Meskipun hati Erlan memberontak, merasa tidak punya banyak pilihan selain mengikuti pria-pria tersebut. Mereka menyuruhnya naik ke mobil sport dan membawanya ke lokasi Misterius.


Sesampainya di lokasi tersebut, sebuah bangunan yang megah muncul di hadapan Erlan. Ada garda kehormatan berjaga di pintu masuk. Pria-pria tersebut membawanya ke sebuah ruangan besar yang dipenuhi dengan teknologi mutakhir.


"Mohon tunggu sebentar, Tuan  Erlan," kata salah satu dari mereka sambil keluar gedung.


Erlan merasa tubuhnya menggigil saat ia sendirian dalam ruangan itu. Pria itu  merasa seperti terjebak dalam perangkap dan tidak tahu apa yang akan terjadi padanya selanjutnya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit yang terasa seperti berjam-jam, pintu ruangan terbuka dan seorang pria tua yang berjenggot masuk mengenakan jubah panjang dan membawa tongkat kayu alami.


"Selamat datang, Erlan. Saya tahu Anda sudah lama menunggu," kata pria itu dengan suara berat.


"Saya tidak tahu  tentang apa yang sedang terjadi saat  ini," kata Erlan.


"Pemilik bangunan ini sangat ingin mempekerjakan Anda untuk misi rahasia," kata pria itu.


"Misi rahasia?" tanya Erlan.


"Kami memiliki target utama yang merugikan bisnis kami. Kami ingin Anda menempuh perjalanan ke kota terdekat dan menghilangkan target tersebut," kata pria tua itu sambil manfaatkan tongkatnya sebagai penopang pernyataannya.


Erlan menggelengkan kepalanya, "Saya tidak melakukan pembunuhan jika tidak detail."


"Mungkin begitu sekarang. Tapi, apa yang akan Anda lakukan ketika hampir kehilangan nyawa Anda atau orang terdekat Anda? Anda akan berubah pikiran, bukan begitu?" balas pria itu.


Erlan merenung dan merasakan sesuatu yang  jangak dalam hatinya.


"Saya harus melakukan apa?," tanya Erlan.


Setelah itu, Erlan mulai melacak keberadaan target dan mencoba mengambil aksi untuk melakukan misinya. Ia melakukan segala cara  untuk menghilangkan target itu tanpa mendapatkan perhatian dari petugas keamanan. 


Dalam misinya, ia bertemu dengan orang-orang baik dan jahat, dan ia harus melawan tantangan demi  untuk mencapai sasaran.


Setelah berhasil menyelesaikan misi, Erlan melaporkan kepadanya, merasa lega bahwa itu semua telah terjadi. Namun, di akhirnya , Erlan menemukan fakta yang mengejutkan tentang misi itu,  ia sadar bahwa  CEO dari ITZ selanjutnya yang akan ia habisi.


"Sungguh tidak adil," kata Erlan.


"Tidak ada yang adil dalam bisnis ini, Erlan," jawab pria tua itu.


Erlan menggelengkan kepalanya, merenung dalam kebingungan  sambil tetap mencoba untuk memahami semua yang terjadi dalam hidupnya.


Di sisi lain Erlan menatap foto sosok yang akan ia lenyap dengan segera, tapi apa ia tega membuat Ponakan dan saudara kembarnya bersedih jika kehilangan sosok Zara.


Erlan melajukan mobilnya ke mansion Nathan, pria itu ingin melihat sebahagia apa  Zara dan Nathan saat ini. Lalu bagaimana dengan Nevan besar nanti saat tahu bahwa Uncle yang membunuh ibunya?

__ADS_1


Erlan tiba di mansion Nathan dan segera menuju ruang keluarga, dimana Nathan dan Zara sedang duduk di sofa. Mereka terlihat sangat bahagia, tetapi Erlan tahu bahwa itu hanya ilusi semata.


Erlan  menyadari bahwa apa yang akan dilakukan akan merusak kebahagiaan mereka.


Erlan duduk di dekat Nathan dan Zara dan berbicara dengan suara lembut, "Nathan, saya butuh bicara dengan Anda."


Nathan tertegun dan bertanya, "Tentang apa?"


"Tentang seseorang yang telah menyewa saya untuk melakukan tugas pembunuhan," kata Erlan dengan tegas.


Zara membeku, "Siapa targetnya?"


"Seseorang yang memberikan saya dua kali lipat bayaran untuk melakukan tugas ini. Tapi, saya tidak bisa melakukannya," kata Erlan dengan jujur.


Nathan menunjukkan ekspresi terkejut di wajahnya dan mengatakan, "Siapa yang ingin kamu  bunuh, Erlan?"


"Saya tidak dapat memberitahumu itu. Namun, saya memutuskan bahwa saya tidak akan membuat seseorang kehilangan ibunya," jawab Erlan.


Zara tertegun dan menatap takjub pada Erlan. pria itu  menatap matanya dan berkata, "Saya memutuskan untuk tidak membunuhnya."


Nathan meletakkan tangannya di pundak Erlan, "Terima kasih, Erlan. Kau memilih hal yang tepat, aku harap kamu berhenti melakukan pekerjaanmu itu."


Erlan tersenyum, "Namun, sekarang aku dalam masalah dan harus menghadapi orang itu  sendiri. Seseorang yang sangat tidak suka dengan keputusanku."


Nathan mengangguk dan bersama Zara, mereka berencana untuk membantu Erlan mengatasi solusi masalah ini. Pria itu  berjanji pada Erlan untuk selalu menjadi saudara dan membantu satu sama lain.


Erlan merasa lega dan merasakan kehangatan di hatinya. Ia  menyadari bahwa kebahagiaan itu bisa ditemukan dalam keluarganya. Walaupun ada beberapa tantangan yang dihadapi.


Erlan tidak bisa membayangkan ketika Nevan dewasa dan mengetahui kisah hidup Uncle dan keputusan penting yang diambilnya, pria belajar bahwa kebijakan dan keputusan yang tepat jauh lebih penting daripada tragedi yang runcing dan penyelesaian jahat.


Sejak kejujuran Erlan, Nathan dan Zara lebih sering memberikan perhatian pada pria itu.


Mereka bertahan dan melewati semua bersama-sama karena  musuh Erlan adalah musuhnya juga.


Nathan menatap saudara kembarnya itu, jujur ia begitu penasaran siapa target yang akan dibunuh Erlan. Kenapa tidak mau memberitahunya?" Ia menegakkan tubuhnya." Siapa bosmu sebenarnya, Erlan?"

__ADS_1


__ADS_2