Secret Wedding

Secret Wedding
Merasa bersalah


__ADS_3

Mendengar apa kata suaminya Zara hanya tersenyum, ada rasa bersalah karena sudah membuat suaminya keliling.


Zara juga lupa memberi tahu suaminya kalau harus mencari ke pasar atau penjual buah di pinggir jalan.


Zara segera mengupas mangga muda dan kedondong, tidak banyak wanita itu mengambil masing-masing dua biji. Setelah selesai Zara pergi ke dapur untuk membuat bumbu rujaknya.


Meli melihat bagaimana Nonanya itu hendak membuat sausnya.


Dilihatnya Zara mengambil cabe hijau, bawang putih dan gula merah.


"Nona ini apa?" Meli mengambil sesuatu berwarna hitam karena Zara bakar mengunakan kompor walaupun hanya sebentar.


"Itu namanya terasi," jawab Zara.


Meli mencium tangannya, wanita itu langsung mencuci tangan karena merasa baunya aneh.


Setelah semua bahan di cuci, Zara segera mengilingnya. Tidak butuh waktu lama semu sudah terhidang di meja ruang keluarga.

__ADS_1


"Apa rasanya manis?" tanya Nathan melihat istrinya makan buah mangga muda dengan begitu lahap.


"Mas mau?" Zara mengambil dan mencolek dengan bumbu rujak.


Nathan membuka mulutnya, pria itu memejamkan matanya saat rasa pedas, manis di rasakan di indra pengecapnya. Sedetik kemudian pria itu berlari ke kamar mandi dapur untuk memuntahkan isi mulutnya.


Jhon bergedik ngeri melihat Zara makan buah yang ia sediiri tidak tahu seperti apa rasanya.


Nathan kembali dengan wajah yang memerah karena kepedasan. Pria itu menarik piring di depan istrinya dan meminta pelayan untuk membuangnya.


Makanan itu tidak layak untuk di makan, pria itu tidak ingin sesuatu terjadi pada kandungan Zara.


Wanita itu menundukkan kepalanya, ia masih ingin makan buah itu, tapi suaminya tidak memberikan izin.


Zara beranjak dari duduknya, wanita itu sama sekali tidak melihat pada suaminya. Jhon dan Meli melihat kondisi tidak kondusif. Pasangan pengantin baru itu akhirnya pamit .


Setelah Jhon dan istrinya keluar, Nathan hendak naik ke lantai dua, tapi dihentakan oleh pelayan paruh baya kepercayaan mertuanya.

__ADS_1


"Tuan, maaf kalau saya lancang. Hormon orang hamil itu berubah-ubah. Nona saat tidak hamil tidak suka dengan asam-asam, tapi setelah hamil hanya mangga muda dan kedondong yang rasanya hampir sama, sebaiknya biarkan saja Nona makan rujaknya , Apa Tuan mau anak Anda setelah lahir akan keluar ludah terus dari mulutnya?"


Nathan mencoba mencerna apa yang dikatakan pelayan itu, tiba-tiba menggelengkan kepalanya dan meminta buah dan bumbu saus yang dimakan oleh pelayan.


Sesuai permintaan Nathan kalau buah yang dikupas oleh Zara sudah dibuang, Akhirnya pelayan itu kembali lagi mengupas. Beruntungnya Zara membuat sambalnya banyak.


"Ini , Tuan." Pelayan itu memberikan nampan pada Nathan.


Nathan segera naik ke lantai dua, tapi saat pintu dibuka. Pria itu melihat istrinya menutup tubuhnya dengan selimut.


Diletakkannya nampan berisi rujak itu di atas nakas.


"Sayang,." Nathan hendak membuka selimut itu , tapi Zara menahannya.


"Zara, maaf kalau aku tidak peka. Kata pelayan anak kita yang menginginkan rujak dan buah masam itu, ini sudah aku bawakan, dimakan, Ya." Nathan beranjak dari duduknya.


Pria itu keluar dari kamar, setelah pintu terdengar di tutup. Zara membuka selimut dan matanya seketika berbinar melihat rujak buah di atas Nakas.

__ADS_1


Zara mengusap perutnya yang masih datar itu, tidak lama ia mengambil nampan dan membawa ke balkon kamar.


__ADS_2