Secret Wedding

Secret Wedding
S.W.40


__ADS_3

setelah selesai makan, Aidenengajak istri dan anaknya untuk jalan jalan ke Mall terdekat.


"kita jalan jalan ke Mall yuk sayang, kan selama satu bulan ini, kamu belum pernah pergi ke manapun, kwcuali sekolah," ucap Aiden saat mereka tengah berada di ruang tamu.


"wah, belanja boleh deh sekalian ke salon ya, aku sama Baby Syeril mau SPA," ucap Frby dengan mata berbinar.


khas para wanita yang imgin menikmati me timenya sendiri.


" baru punya anak satu dan masih muda aja, udah suka perawatan persis kayak emak emak hehe," terkekeh pelan.


sementara itu, Feby yang mendengar kata jalan jalan, segera menaiki anak tangga dan segera menuju kamarnya untuk bersiap siap.


setelah hampir tiga puluh menit, gadis itu keluar dengan membawa tas berukuran sedang dan menghampiri sang suami yang telah menunggunya.


" Maaf, ya lama," ucapnya seraya menampilkan senyum kecilnya.


"nggak Papa kok, baru juga tiga puluh menit, belum satu atau dua jam," ucapnya menyindir sang istri.


terkadang Aiden bingung sendiri. mengapa wanita itu suka berlama lama. apalagi, jika berurusan dengan make up, dan sejenosnya. bisa bisa. seharian penuh berada di meja riasnya.


mendengar hal itu, Feby segera memcebikan bibirnya dan mendegus kesal. " ish kamu kan bukan cewek, jadi nggak tau rasanya dandan, milih baju yang cocok, dan segala sesuatunya," ucapnya menggerutu.


Aiden yang mendengarnya, segera merangkul. membawa tubuh kecil itu dalam.dekapannya. " iya iya, gitu aja marah," ucapnya seraya mengecup pipi sang istri


mereka akhirnya berangkat menuju salon spa yang berada di pusat kota. lima belas menit kemudian,mereka telah sampai di depan bangunan salon.


"selamat datang Tuan, Nyonya," sapa salah satu dari pegawai itu dengan ramah.


mereka berdua menganggukan kepala dan segera masuk ke dalam. " sore, mau pesan paket yang seperti.apa,?" tanya salah satu oegawai.


"saya mau di pijit Mbak," jawab Feby dengan wajah berseri.


"oh, sama Masnya juga,?" tanya si pwgawai.


Aiden dengan cepat menggelengkan kepalanya. pertanda dia tidak mau. " nggak mbak, biar istri dan anak saya saja,"jawabnya masih tanpa ekspresi.


hal itu, membuat sebagian pengunjung di sana, menatapdengan tatapan sinisnya. dan ada pula yang terang terangan mengatai mereka.


"dasar anak jaman sekarang, pergaulan bebasnya kelewatan sampai keluar bayi," sindir salah satu Ibu Ibu.

__ADS_1


"iya, parah banget masak masih kecil udah nikah aja, pasti mereka adalah salah satu menikah karena kecelakaan," sahut yang lain.


percakapan para emak emak rempong itu, terdengar sampai ketelinga Feby. gadis itu hendak maju dan menyumpal mulut lemes mereka.


namun, hal itu di tahan oleh Aiden. laki laki itu, segera menarik tangan sang istri dan masuk kesalah satu bilik yang telah di persiapkan.


"mereka kenapa kurang ajar sekali, menuduh kita berbuat aneh aneh," gerutunya masih dalam mode kesal.


"sabar sayang, " Aiden berusaha menenangkan sang istri yang sepertinya masih berapi api itu.


"Aifen, kamu kenapa diam aja, waktu mereka ngejelekin kita,?" tanya gadis itu yang sekarang menatap kesal ke arah sang suami.


Aiden yang mendengarnya, menghela nafas panjamg. " terus, aku harus bagaimana,? aku harus menjelaskan kalau kita menikah bukan karena kecelakaan,? mereka mana percaya," ucapnya menghela nafas.


" ya kan memang kita bukan seperti itu," sanggahnys membela diri.


Aiden menggenggam tangan gadis itu. membawanya ke pangkuanya. " denger ya, sampai kapanpun, mereka tidak akan percaya. apalagi, anak kita lahir kurang dari sembilan bulan," terangnya.


hal itu membuat Feby menghela nafas panjang. karena apa yang di katakan suaminya itu memamg ada benarnya.


mereka tidak akan pernah percaya sampai kapanpun. tak lama, setelahnya, seorang karyawan itu datang memghampiri Aiden dan istrinya.


"bayinya.juga di pijit ya mbak," ucap Aiden seraya tersenyum pada putri kecilnya itu.


"iya Tuan, saya panggilkan orang yang biasa menangani bayi," ucapnya berlalu pergi.


setelah lima menit, pegawai itu kembali dengan seorang wanita cantik yang masih muda.


Mari kita mulai saja," ucapnya, mulai membaringkan baby Syeril di atas kasur kemudian mulai memiitnya secara perlahan.


oek, oek, oek, tangisan bayi mungil itu mulai terdengar. hal itu membuat Feby dan Aiden menjadi panik.


"cup cup sayang," ucap Aiden hendak menggendong putri kecilnya. namun, hal itu di urungkan karena mendengar ucapan dari pegawai SPa.


" tidak usah kawatir Tuan, Nyonya, itu hal.biasa buat bayi. malah bags untuk melath kemampuan motoriknyq," Pegawai Spa itu menerangkan semuanya pada pasangan orang tua baru itu.


dan mereka, kembali menjalani perawatan hingga selesai.


"wah, anak Papa sama Momy udah pules aja nih," ucapnya dengan menciumi wajah mungil bayi itu. sementara Feby, wanita itu baru saja keluar dari ruang ganti.

__ADS_1


Aiden menoleh dan mendapati, sang istri telah keluar dengan senyuman sumrigahnya. "jadi ke mallnya,?" tanya Aiden.


"jadi lah masak iya, udah cantik gini nggak jadi," ucapnya mengibaskan rambutnya.


hal itu membuat Aiden terkekeh kecil dsn kemudian, menyerahkan baby Syeril pada Momynya. kemudian, tangannya merangkul tubuh mungil itu.


" dasar narsis," gumamnya mengecup pipi Feby. Feby yang mendapatkan kecupan tiba tiba, mencubit pinggang Aiden.


"malu," bisiknya. karena di sana, masih ada pegawai yang belum keluar. sontak saja, dua pegawai itu tersenyum kecil.


"dasar," mereka keluar dari ruang itu.


Aiden dan Feby, keluar dari ruangan Spa dan kembali menemui Ibu Ibu yang baru saja mengatainya.


mata Ibu itu tampak menatap tajam kearah Feby. nsmun, gadis itu membalasnya dengan merangkul tangan Aiden


"ayo sayang, kita pergi. di sini banyak orang syirik," ucapnya dengan melirik Ibu Ibu itu.


sontak saja, perkatqannya itu membuat Si Ibu Julid itu maju ke depan. hendak memberikan pelajaran.


namun, pergerakannya di hentikan oleh suami sang Ibu." jangan mancing keributan disini," tegurnya.


hal itu membuat si Ibu Julit itu, mendengus kesal dan kemudian masuk ke dalam. karena namanya telah di panggil.


Feby dan Aiden, melangkah ke luar dari bsngunan Spa. kemudian masuk ke dalam mobil.


"huh, dasar emak emak julit. bisa bisanya ada manusia sepeerti itu," gerutu Feby masih saja mrndumel.


"sabar sayang, semua itu hanya bumbu saja," ucapnya menenqngkan sang istri.


Aiden segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat Spa itu. dan sepanjang perjalanan mereka tak sekalipun melepaskan genggaman tangan mereka.


"aku bahagia Feb," gumamnya dalam hati. dengan pandangannya sesekali melirik sang istri.


sementara yang di lirik, hanya menatap kearah Baby Syeril dengan sesekali mengencup pipinya dengan gemasnya.


"duh. gemes banger sih, jadi pengen gigit," gumamnya gemas


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2