Secret Wedding

Secret Wedding
Ayo menikah


__ADS_3

"Anda sudah mengambil ciuman saya."


Mendengar apa kata Meli, Jhon tersenyum tipis. Pria itu memeluk tubuh kecil wanita itu segera erat.


"Apa aku pria yang pertama menyentuhmu?"


Mendengar itu Meli mengangguk jujur. Sedangkan Jhon kembali ******* bibir ranum Meli.


Walaupun hanya ******* kecil, tapi mampu membuat wanita itu meremang.


"Tuan."


"Hem."  Jhon menarik tubuh kecil meli untuk duduk di pahanya.


Mata Meli membulat, belum sampai gadis itu berkata, tapi Jhon sudah membenamkan wajahnya di lehernya.


"Tuan," kata Meli lirih.


"Biarkan seperti ini sebentar saja."


Meli akhirnya membiarkan pria dingin itu memeluk pinggang dan tubuh wanita itu langsung meremang saat merasakan sentuhan di lehernya.


Jhon menatap wajah cantik tanpa make up itu dengan tersenyum tipis. Senyum yang jarang sekali dilihat oleh Meli.


Pria itu menatap wajah gadis yang kini masih duduk dipangkuan itu.


"Apa kamu sudah memiliki kekasih?"


"Su-sudah," jawab Meli gugup.

__ADS_1


Mendengar jawaban Meli, Jhon merasa begitu kecewa." Apa kamu begitu mencintainya?"


"Tentu."


Jhon kembali lagi mengangguk, lalu pria itu ingat jika dirinya yang mengambil ciuman pertamanya berarti itu adalah kekasihnya.


Jhon tersenyum tipis."Apa pria itu aku?"


Mata Meli membulat mendengar apa kata pria dingin itu, jujur ia tadi berbohong karena sudah mengatakan jika memiliki kekasih.


Jhon menatap wajah cantik Meli, setelah itu ia mengecup kembali bibir yang ranum itu.


"Tuan." Meli memukul lengan Jhon karena kembali menciumnya.


"Jawalah apa pria itu aku?"


Meli menggelengkan kepalanya, seketika wajah tampan itu berubah sendu. 


"Kenapa?" Jhon menaikkan kedua alisnya menatap Meli yang kini diam menatapnya.


"Ada yang bergerak." Meli hendak melihat ke bawah, tapi ditahan oleh Jhon.


"Biarkan saja, kamu jangan banyak gerak agar yang dibawah sana juga tenang.


Meli dengan polosnya mengangguk, wanita itu melihat jam sudah menunjukkan pukul lima sore.


"Tuan sudah sore pasti nona Zara mencari saya."


"Mereka sudah tahu kamu denganku, bukannya sudah aku bilang tadi."

__ADS_1


Jhon menurunkan tubuh kecil wanita itu, setelah itu masuk kamar mandi. Namun, pria itu mengeluarkan kepala saja.


"Meli kamu masak ya aku lapar." 


Meli hanya mengangguk, wanita itu segera keluar dari kamar Jhon.


Sampai di dapur, ia melihat belanjaannya tadi masih berada di meja makan. Ia mengambil ayam dan sayur untuk menu sore ini.


Setelah lima belas menit Jhon keluar dari kamar, pria itu menatap punggung Meli.


Andai setiap hari melihat seperti ini. Pasti ia akan cepat pulang, akan menolak juga untuk lembur.


"Masak apa?" Jhon berdiri di samping Meli dengan memiliki apa yang dimasak gadis itu.


"Coba rasa," pinta Meli dengan mengambil sendok dan memberikan pada Jhon. Namun gadis itu meniup lebih dulu.


Jhon membuka mulutnya, pria itu terlihat sedang merasakan apa yang baru masuk mulutnya. Sedangkan Meli menunggu dengan sabar.


"Bagaimana?"


"Kurang." 


Meli mengangguk, wanita itu segera mengambil garam, tapi dihentikan oleh Jhon." Kurang banyak , Bee."


Wajah Meli langsung merona, ia segera mematikan kompor dan menghidangkan masakannya di meja makan.


Wanita itu mengambil piring dan mengambil untuk Jhon. Setelah itu meletakkan di depan pria dingin itu.


Melihat Jhon hanya menatap piringnya saja, membuat Meli menaikkan satu alisnya." Jangan dilihat terus, awas nanti tidak bisa tidur terbayang sama saya."

__ADS_1


Meli mengerlingkan matanya, wanita itu menggoda pria yang sekarang menatapnya dengan datar."Ayo kita menikah."


"What?" Meli menjatuhkannya sendok karena begitu terkejut.


__ADS_2