Secret Wedding

Secret Wedding
S.W.39


__ADS_3

hal.itu membuat Feby rasanya ingin muntah. bisa bisanya, gadis itu bwrsikap semanis itu.


sementara Reza yang memdengarnya, membulatkan matanya karena merasa kaget dengan apa yang ia hadapi saat ini.


"loe apa apaan Ta,?" tanya laki laki itu masih menyangkal pernyataan dari Renata.


"cukup Za, janga berpura pura lagi, aku sudah cerita semua sama Feby, dan sekarang, kita nggak perlu sembunyi sembunyi lagi," Renata berkata ssraya tersenyum tipis.


Reza yang mendengarnya, segera menepis tangan Renatw dan m.beralih menggenggam tangan Feby. " plis Feb, aku ngaku aku salah, aku memang bodoh menyia - nyiakan kamu demi wanita lain, aku bodoh," ucapnya seraya mencoba menyakinkan gadis di hadapannya.


Feby segera menepis tangan Reza dan mengusapnya dengan tisue. seakan yang baru saja di sentuh adalah benda yang menjijikan.


"asal loe tau ya Za, gue nyesel karena gue pernah sepercaya itu aama loe, dan menganggap loe, seperti dewa," amarah gadis itu seketika meluap tak tertahankan.


membuat laki laki itu, menundukan kepalanya karena merasa malu


"ternyata loe terlu busuk sehingga tidak bisa di samakan dengan Papi gue sekalipun." lanjutnya dengan mata berkaca kaca.


Feby segera berlari ke arah pintu untuk segera keluae dari aana. gadis itu merasa tak tahan dengan sikap orang orang yang munafik baginya.


di depan manis, di belakang seperti racun. sangat pahit dan mematikan. itulah ciri ciri orang yang munafik.


Feby berlari menuruni anak tangga dan langsung menuju parkiran mobil yang ada di sebelah parkirqn motor.


dan dengan segera, Feby menancapkan gas penuh sehingga mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi.


" eh, itu kok Feby naik motornya ugal ugalan,?" tanya Tio yang melihat mobil berwarna merah, melintas di depannya.


Aiden yang memang sedang bersama teman teman basketnya pun, menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Tio.


"shiit," umpatnya seraya berlalu pergi dan langsung naik ke kuda besi kesayangannya.


teman temanya yang mihay itu, saling berpandangan karena merasa heran pada ketua mereka.


" loe kenapa Den,?" tanya Teguh


Aiden tak langsung menjawab. laki laki itu segera mengenakan helmnya. " gue harus pulang ada urusan mendadak sama Nyokap," jawabnya seraya melajukan motornya.


semua orang yang ada di sana, hanya menganggukkan kepala. dsn dengan segera, laki laki itu melesat jauh ke jalanan besar.

__ADS_1


dia sangat kawatir pada gadis yang berstatus sebagai istrinya itu. apa lagi, cara Feby mengendarai mobilnya, seperti orang yang sedang kerasukan.


ia menyesal meninggalkan Feby sendiri di kelas. pasti dibsana telah terjadi sesuatu sampai Feby seperti itu.


lima belas menit kemudian,...


motor yang di tumpangi Aiden, telah sampai di depan rumahnya.


laki laki itu tampak bernafas lega. saat mengetahui, mobil istrinya telah ada di depan rumah mereka.


"assalamu/alaikum," sapa Aiden saat masuk ke dalam rumahnya.


"wa'alaikum salam, eh, Tuan, " seorang Maid tampak menundukan kepalanya.


Aiden hanya menganggukan kepala. berlalu menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya.


ceklek suara pintu di buka dari luar. menampakan Pemandangan yang mengiris hati Aiden. saat matanya menangkap sang istri tengah meringkuk di atas kasur yang terbalut oleh selimut tebal.


sementara Baby Syeril, berada di Box bayi. beruntung gadis kecil kesayangam Aiden itu masih terlelap.


sehingga tak membuat sang Momy menjadi kacau. Aiden hanya takut, jika Feby akan mengalami baby blush nantinya.


dengan Perlahan, laki laki itu melangkahkan kakinya menghampiri ranjang dan duduk di tepiannya.


tanganya terulur, mengelus kepala gadis itu dengan perlahan. agar istrinya itu tak merasa terganggu.


namun, sepertinya harapannya hanya tinggal harapan semata. karena Istri kecilnya itu telah terbangun.


"eh, kamu sudah bangun,?' tanya Aiden tersenyum manis. walaupun dalam hatinya terkoyak luka dalam. akibat kenyataan yang menyakitkan.


kenyataan yang menyadarkanya, jika istrinya belum bisa menerima dirinya dengam sepenuh hati. dan bahkan mungkin tidak ada di dalam sana.


brugg


bukanya menjawab, Feby malah menubruk tubuh Aiden hingga tubuh mereka berdua jatuh di atas kasur dengan ke adaan saling berpelukan.


dengan posisi Aiden berada di bawah dan Feby berada di atas. mata mereka berdua saling berpandangan. dan salinh terkunci.


"maaf,," ucap Aiden saat mereka telah terduduk di atas kasur.

__ADS_1


dan secara tiba tiba, gadis itu memeluk erat tubuh kekar laki laki yang kini menjadi suaminya itu. " maaf, hiks hiks," ucapnya seraya terisak.


Aiden segera memeluk. menenangkan gadis mungil yang kini berada di dalam pelukannya dan juga berstatus Istrinya itu.


lama merka berdua terdiam, akhirnya Feby melepaskan diri dari pelukan suaminya.


"kamu nggak perlu minta maaf, jika hatimu belum bisa memerima aku, itu tidak masalah, asal kamu tetap memperhatikan anak kita." ucapnya seraya memainkan jemari iatrinya.


Feby yang mendengarnya, mendongak dan menatap mata elang suaminya. " apa kamu mau membantuku untuk melewati semua ini?" tanya Feby seraya menggennggam tangan Aiden.


Aiden yang mendengarnya, mengangguk dan tersenyum tipis. " aku janji sama kamu, akan berusaha sekuat mungkin untuk melupakan masalalumu," Aiden tersenyum tipis.


"aku mang gadis bodoh, kenapa aku merasa hancur, saat Reza mengianati aku," Feby menundukan kepalanya.


Aiden yang mendengarnya, hatinya serasa di remas oleh tamgan yang tak terlihat. namun, sebisa mungkin laki laki itu memcoba untuk.kuat.


"sekarang, kamu mandi dan setelah itu makan atau mau aku yang mandiin, hmm," ucapnya seraya menaik turunkan alisnya.


"hais mesum," Feby mencebikan bibirnya kesal. kemudian berlalu pergi ke kamar mandi. menimggalkan Aiden yang tertawa terbahak.


****


selesai manfi, Aiden dan Faby menuju meja makan dan segrra menyamtap maksnan yang telah tersaji itu.


"kamu mau makan apa,?" tanya Aiden seraya mengambil pitlring dan menuangkan nasi.


"emm sayuran sama daging aja," jawabnya seraya tersenyum tipis.


Aiden mengangguk dan segera mengambilkan semua yang di inginkan oleh istrinya itu.


"sekarang, kamu makan yang banyak, biar asi kamu lancar dan anak kita biar tumbuh sehat," Aiden berucap dengan senyuman khasnya.


Feby yang mendengar itu, segera ikut tersenyum dan menoleh kearah baby Syeril yang masih terlelap di stroler bayi.


"grmes banget sih, anak Momy sama Papa," ucapnya seraya menoel hidung bayi mungil itu.


"nanti saat liburan semester, kita jalan jalan kepantai ya, sekalian bulan madu dan baby moon juga," Aiden tersenyum tipis.


Feby yang mendengarnya, seketika medongak menatap sang suami. " emangnya kapan ujian semesternya,?" tanya Feby dengan tetap memasukan makanan dalam mulutnya.

__ADS_1


'emm kalau nggak salah, dua minggu lagi," Aiden masih sibuk menoel hidung Baby Syeril.


Bersambung...


__ADS_2