SINAM

SINAM
Satoji Dari Klan Taro


__ADS_3

Sinam terus berlari dan berlari diantara pepohonan tak tentu arah, sudah entah berapa jauh dia meninggalkan Abame.


“hosh.. hosh..! ” Sinam berhenti sejenak dan mengambil nafas, wajahnya di penuhi keringat.


“eh.?! ” Sinam terkejut dan menoleh ke depannya yang terdapat persawahan dan kebun buah, saat ini dia baru keluar hutan dan berpijak di sebuah jalan, “dimana ini? sepertinya ini bukan Desa Yama lagi. ”


disisi lain, Abame memandang suatu arah, “aku harus segera mencari Sinam, orang yang belum terbiasa di hutan ini akan kebingungan menentukan arah, kemungkinan besar dia akan tersesat. ” gumamnya, lalu kembali melangkah.


Sinam berjalan mengikuti jalan, “dimana ini? aku belum pernah ke tempat ini. ” batinnya lalu menoleh ke segala arah yang sangat sepi, “disini... juga tidak ada orang. ”


“hosh.. hosh.. ” Tiba-tiba terdengar nafas seseorang yang terengah-engah, suara itu berasal dari balik batang pohon di pinggir jalan.


Sinam menoleh ke arah batang pohon itu, “ada orang di sana..! ” dia sedikit terkejut, kemudian berjalan kearah pohon itu.


Sinam melihat ada seorang anak laki-laki seusianya sedang duduk bersandar di batang pohon, rambutnya hitam, bajunya lusuh, anak itu dipenuhi luka-luka kecil.


Sinam menatap anak itu yang belum menyadari kedatangannya, “kau sedang apa disini.? ” tanyanya.


anak itu terkejut, lalu menatap Sinam tajam sambil berdiri, “seharusnya aku yang bertanya seperti itu. ” ucapnya dingin.


Sinam menggaruk kepalanya, “ sepertinya aku tersesat.. ” ucapnya cengengesan.


anak itu bernama Satoji Taro, wajahnya tampan dan bermata tajam, “tersesat.?! ” batinnya.


Sinam menjulurkan tangannya, “namaku Sinam, kau siapa.? ” dia tersenyum hangat.


Satoji tertegun menatap Sinam, kemudian mencoba menyambut tangan Sinam, “aku Satoji Ta... ” dia menghentikan ucapannya.


“tidak, aku tidak boleh memberitahu dia tentang Klan ku.. ” Satoji menatap tajam Sinam, “jangan-jangan.. dia.. ” dia menatap Sinam curiga.


Buaakk..


Satoji yang hampir bersalaman dengan Sinam , menarik kembali tangannya, lalu meninju pipi Sinam yang langsung terjatuh.


Sinam terduduk dengan bibir berdarah, dia menatap Satoji dengan bingung.


Satoji menatap tajam Sinam, “aku tahu kau teman mereka! aku tidak mungkin tertipu..! ” ucapnya keras.


“teman mereka.?! ” Sinam kebingungan, kemudian berdiri dengan ekspresi kesal.


“aku tidak mengerti apa yang kau katakan, tapi aku akan membalas mu..! ” Sinam terlihat kesal.


Buaak..


Sinam meninju wajah Satoji untuk membalas, Satoji terjatuh dan terduduk.


Satoji tertegun menatap Sinam, “sepertinya aku salah.. ” batinnya, lalu kembali berdiri.


Satoji tersenyum menatap Sinam, “maaf, sepertinya aku salah. ” ucapnya.


“hey, itu dia! itu anak dari Klan Taro..! ”


“ayo kita tangkap dia! kali ini jangan sampai lolos.! ”


Tiba-tiba terdengar suara teriakan saling berbalas balasan.

__ADS_1


Satoji dan Sinam terkejut dan menoleh asal suara, mereka melihat beberapa orang berlari kearah mereka dengan perlengkapan bertarung.


“gawat..! ” Satoji terlihat serius, “Sinam, ayo lari.! ” dia menarik tangan Sinam, lalu berlari kearah berlainan dari orang-orang yang mengejarnya.


Sinam berlari, “kenapa mereka mengejar mu..?! ” tanya Sinam.


“tidak ada waktu untuk menjelaskannya. ” jawab Satoji terus berlari.


“oi, jangan lari..! ” teriak seseorang lalu melemparkan pedang kearah Sinam dan Satoji.


Cep..


pedang tersebut menancap di pohon, tepatnya di depan Sinam dan Satoji.


“hampir saja. ” Satoji dan Sinam menghentikan langkah sejenak, lalu kembali berlari memasuki hutan.


“oi, bodoh! apa yang kau lakukan?! kau bisa membunuhnya.! ” ucap salah seorang pada orang yang melemparkan pedang tadi, “jika dia mati, semuanya sia-sia, kita tidak akan mendapatkan uang.! ”


Sinam menatap Satoji dari belakang sambil terus berlari, “anak ini.. kenapa dia dikejar-kejar? apa kesalahannya..? atau mungkin dia mencuri.. ” batinnya.


aksi kejar-kejaran terus berlanjut, Sinam dan Satoji terus berlari melewati pepohonan hutan, perlahan-lahan orang yang mengejar mereka tidak terlihat lagi.


Satoji menghentikan langkah, “hosh.. hosh.. ” dia mengatur nafas, “kita berhenti sebentar. ” ucapnya.


“hosh.. hosh.. ” Sinam mengatur nafas.


Sinam dan Satoji duduk di bawah pohon yang sangat besar, keduanya terlihat kelelahan dengan keringat yang mengucur.


Satoji menoleh Sinam, “maaf, karena aku kau berada dalam masalah ini. ” ucapnya.


“aku tidak melakukan kesalahan apapun. ” ucap Satoji, “sebenarnya, aku berasal dari Klan Taro.. itu sebabnya mereka mengejar ku. ” jawabnya.


“Klan Taro.?! ” Sinam terlihat bingung.


Satoji menatap Sinam, “sepertinya dia memang tidak tahu apa-apa. ” batinnya.


Satoji menghela nafas, “Klan Taro adalah salah satu Klan hebat, tapi, itu juga membuat semua orang mengincar kami.. seperti sekarang, mereka ingin menangkap ku, lalu menjual ku. ” ucapnya.


Sinam tertegun menatap Satoji, “menjual mu.?! ” ucapnya, “lalu, keluarga mu dimana..?”lanjutnya.


“semua keluarga ku dibunuh..! ” jawab Satoji terlihat bersedih, “seperti yang ku katakan tadi, Klan Taro adalah Klan yang sangat hebat, banyak orang yang mengincar kami.. ” lanjutnya.


“kami terus berpindah-pindah karena banyak musuh yang mengincar kami, suatu malam, saat kami masih membangun sebuah Desa kecil.. ” Satoji mulai terbayang dengan pembantaian Klan Taro, “ beberapa orang datang dan menyerang secara tiba-tiba, mereka sangat kuat, seluruh anggota Klan ku terbunuh termasuk ayah dan ibuku. ” dalam bayangan Satoji, terlihat beberapa orang dengan pakaian serba hitam, dibelakangnya terdapat simbol Kalelawar Merah, ditangan mereka terlihat senjata berlumuran darah, iringan teriakan juga terdengar.


Sinam tertegun menatap Satoji, “jadi, semua Klannya dibunuh..?! dia.. dia sangat menderita.. ” batinnya.


Satoji terlihat serius, sorot matanya penuh kebencian, “mulai saat itu, aku putuskan untuk menjadi kuat dan balas dendam.. ” ucapnya, “lagipula aku yakin kakak masih hidup, aku yakin suatu saat dia kembali, kami berdua akan membalas pembunuhan itu dengan nyawa mereka, tidak, dengan seluruh nyawa keluarga mereka. ” lanjutnya dalam hati.


Sinam menatap Satoji, “balas dendam..? aku mengerti.. selama ini dia sudah menderita, saat ini dia dipenuhi kebencian karena dendam.. itu wajar, mungkin jika aku berada di posisinya akan memilih jalan yang sama..” batinnya.


Satoji menoleh Sinam yang masih menatapnya seperti melamun, lalu mencoba tersenyum hangat, “lalu, kau berasal dari Klan apa.? ” tanya Satoji.


“aku..? ” Sinam tersadar, “aku sepertinya tidak memiliki Klan.. aku tidak tahu sama sekali. ” jawabnya.


Satoji tersenyum, “ternyata masih ada orang yang tidak memiliki Klan, ya.. ” ucapnya.

__ADS_1


“hahaha.. ” Sinam tertawa, “jadi kau meledek ku, ya.. ” ucapnya.


Satoji tersenyum hangat, “teman, ya.. sudah lama aku tidak merasa bahagia seperti ini.. mungkin karena aku selalu sendirian. ” batinnya.


Tap..


Tiba-tiba muncul seseorang didepan Sinam dan Satoji, dia berasal dari atas pohon.


orang itu tersenyum jahat menatap Satoji, “kali ini kau tidak bisa lari lagi. ” seringainya.


Satoji menoleh orang itu, “gawat, kami lengah.. ” batinnya.


“dia hanya sendirian, kita bisa mengalahkannya. ” ucap Sinam sambil tersenyum.


Tap.. Tap..


setelah itu, muncul empat orang lagi, mereka mengelilingi Satoji dan Sinam yang berada di bawah pohon besar itu.


“siapa bilang dia sendiri.? ” ucap salah seorang sambil tersenyum.


Satoji terlihat kesal, “cih, kita sudah terkepung, tidak ada pilihan lain selain menghadapi mereka. ” bisiknya pada Sinam.


Sinam menggertakkan gigi, “kau benar, tapi mengalahkan mereka berlima pasti sulit. ” ucapnya.


“Sinam, sekali lagi maafkan aku karena membuat mu dalam masalah ini. ” ucap Satoji.


“berhenti berkata seperti itu, walaupun kita baru bertemu, kau sudah ku anggap teman, dan aku tidak akan membiarkan temanku sendirian.. ” Sinam tersenyum hangat.


Satoji tertegun, “Sinam.. ”


salah seorang menunjuk Sinam dengan pedang, “hey, kau.. kau teman anak Taro ini, itu artinya kau juga berasal dari Klan Taro. ” ucapnya.


“dia tidak berasal dari Klan Taro, hanya aku yang tersisa dari Klan Taro, kalian tidak perlu memburunya.! ” Satoji menjawab cepat.


salah seorang tersenyum, “begitu, ya.. selama ini kau sudah membuat kami kesulitan, jadi.. kami akan membunuh teman mu agar kau menderita.. ” dia menatap Satoji.


“ya, itu lebih baik.. jika anak Taro ini menganggap anak itu temannya, dia tidak mungkin meninggalkan anak itu, lebih mudah bagi kita untuk menangkapnya. ” ucap yang lainnya.


Satoji menggertakkan gigi, “cih, sial..! ” batinnya menatap kelima orang itu.


Sinam tersenyum menatap Satoji, “Satoji, kau tidak perlu memikirkan aku, walaupun seperti ini, aku juga seorang petarung.. ” ucapnya, “kalau begitu, ayo maju..! ”


Sinam langsung berlari maju, kemudian mencoba menyerang salah seorang dengan tendangan.


Buaak..


orang itu menahan tendangan Sinam, lalu melesatkan tebasan dengan pedang.


“tidak berguna melawan, kalian terlalu lemah.! ” teriak orang itu.


Sinam menghindari tebasan dengan melompat mundur, namun tangannya tetap tergores sedikit dan mengeluarkan darah “cih, mereka sangat kuat! jadi ini.. petarung yang sebenarnya..! ” batinnya.


“Sinam..!! ” teriak Satoji.


beralih ke tempat Abame, dia terus berlari dengan melompati pepohonan, “perasaan ku tidak enak, sepertinya sesuatu yang buruk telah terjadi pada Sinam.. ” gumamnya terlihat serius, “aku harus segera menemukan dia.! ” langkahnya semakin cepat.

__ADS_1


__ADS_2