
“ku bunuh kau.!” Kaito menatap tajam Saken, Shaka ungu kehitaman terlihat begitu mencekam, tubuhnya seperti kalajengking karena memiliki capit serta ekor.
Saken terkejut, “cairan hijau itu..?! ” dia memandang ujung ekor Kaito yang meneteskan cairan hijau, “tidak salah lagi, itu adalah racun yang membuat ular-ular ku membusuk. ” dia terlihat serius.
semua orang terkejut memandang perubahan Kaito, termasuk Deiki dan murid-muridnya.
“orang itu..?! ” batin Sinam.
Deiki memandang Kaito, “anak itu.. benar-benar Pewaris Kekuatan Iblis Kalajengking, pengendaliannya juga lebih hebat di bandingkan dengan Saken. ” batinnya.
Kaito menatap Saken dengan wajah mencekam, sementara Saken menatap dengan wajah serius, dia juga terlihat kesal, keduanya berdiri berhadapan namun cukup berjarak.
diantara Saken dan Kaito, wasit berdiri dengan wajah datar, dia melirik Kaito, “Kaito sudah mulai serius.. Pewaris Kekuatan Iblis Ular dari Desa Yama bukanlah lawan yang seimbang untuknya.. ” dia tersenyum tipis, “sudah jelas, pertarungan ini akan dimenangkan Kaito, dunia akan tahu kehebatan Desa Pedang Kembar. ” batinnya.
Tap.. Tap..
Kaito mulai bergerak, namun langkahnya begitu pelan, “sekarang, bagaimana cara kau menghadapi ku, Saken Takeyomi.? ” ucapnya.
“cih, dia benar-benar meremehkan ku. ” batin Saken terlihat kesal, dia bersiap.
Srakk..
Saken mengeluarkan ular ularnya untuk menyerbu Kaito, ular tersebut muncul dari lengan pakaian Saken.
Blurr..
Kaito mengeluarkan cairan hijau dari ujung ekornya, cairan tersebut menyembur ke ular-ular Saken.
Blash..
semua ular Saken membusuk, berjatuhan dan tergeletak, lalu menghilang.
Kaito tersenyum jahat, “ular-ular mu bukanlah ancaman bagiku. ” ucapnya.
Saken terlihat kesal, “yang benar saja? dia menyemburkan racun.? ” batinnya, “jadi ini.. kekuatan Iblis Kalajengking.
Kaito terus berjalan perlahan menuju Saken, “menyerahlah, Saken.. kau tidak akan bisa mengalahkan ku, aku bisa dengan mudah mematahkan serangan ular-ular tidak berguna mu itu. ” ucapnya.
Saken terdiam, “walaupun kami berdua sama-sama mewarisi Kekuatan Iblis, tapi pengendalian kami berbeda, dia lebih unggul dari padaku.. ” batinnya, “seandainya aku mewarisi Kekuatan Iblis Ular tipe beracun, aku pasti bisa menyerang balik.. sekarang ular-ular ku seperti tidak berguna. ”
Deg..
secara tiba-tiba, Saken tersentak, “itu dia.. ular-ular ku memang tidak bisa mengatasi racunnya, tapi.. bagaimana dengan senjata.. ” dia tersenyum tipis sambil melirik sebilah pedang di pinggangnya.
Kaito sedikit terkejut melihat ekspresi Saken, “apa yang dia pikirkan? sepertinya dia memiliki rencana.. ” dia menghentikan langkah.
Saken bersiap, “baiklah, ayo kita mulai.!! ” teriaknya.
Plak..
Saken menapakkan telapak tangannya, kemudian membungkukkan badan, ratusan bahkan ribuan ular keluar dari mulutnya, namun ukurannya hanya sebesar jari saja.
Kaito sedikit terkejut, kemudian mengoleskan cairan racun keseluruh tubuhnya termasuk ke capit kalajengking nya, “untuk berjaga-jaga, aku harus membalut tubuh ku dengan racun. ” batinnya.
Zuor..
ribuan ular Saken memenuhi arena pertarungan, namun semuanya terlihat mengelilingi Kaito.
Saken tersenyum tipis, “lalu, aku juga akan menyerang dari bawah. ” gumamnya.
Brak..
Saken meninju bumi sampai kedua tangannya masuk menghancurkan tanah, terlihat di dalam tanah ular bermunculan dari telapak tangan Saken.
Kaito terkejut melihat Saken, kemudian tersenyum, “jadi, dia juga akan menyerang ku dari bawah, ya.. percuma saja, itu tidak berguna. ” gumamnya.
“ayo maju..!! ” teriak Saken, detik berikutnya ribuan ular Saken yang mengelilingi Kaito langsung menyerbu.
Saken terlihat serius, “aku harus waspada terhadap cairan itu, jika terkena langsung mungkin akan memperlambat regenerasi ku.” batinnya.
Srakh..
ribuan ular Saken menyerbu Kaito dari segala arah, ular-ular kecil itu semakin mendekati Kaito.
Kaito melirik ke segala arah, “mau bagaimanapun melihatnya, ular-ular ini memang terlalu banyak, jadi ini.. kelebihan orang yang mewarisi Kekuatan Iblis Ular. ” batinnya serius.
Kaito bersiap dengan kedua capit kalajengking, “baiklah, akan ku cincang semuanya.!! ” dia berteriak lantang.
Srak.. Sring..
saat ular-ular Saken mendekati, Kaito langsung menyambut dengan tebasan tangannya, terlihat banyak ular Saken tercincang.
Blurr..
ular Saken tidak habis-habis, setelah gelombang pertama telah tercincang, gelombang berikutnya membuat Kaito kewalahan, dia menyemburkan racun dari ujung ekornya.
__ADS_1
“cih, jumlahnya terlalu banyak. ” kesal Kaito.
Csss..
cairan hijau Kaito mengguyur ular-ular Saken yang berada di garis depan, namun masih belum selesai, ular yang berada di garis belakang terus menyerang sehingga Kaito kesulitan.
clek..
salah seekor ular berhasil menyentuh Kaito dengan menggigit bagian leher,lalu di susul dengan ular-ular lainnya, namun semuanya langsung membusuk begitu menyentuh Kaito, sepertinya itu efek dari racun yang membasahi Kaito.
Kaito tersenyum, “percuma saja, semua ular yang menyentuh ku akan mati terkena racun ku, lagipula gigitan ular sekecil ini juga tidak memberikan efek apa-apa. ” batinnya.
*Clek..
Csss*..
entah berapa banyak ular yang menggigit Kaito sampai tubuhnya tertutupi, namun semua ular itu langsung mati membusuk. luka dari bekas gigitan ular itu juga sembuh cepat, Kaito tidak kurang sedikitpun.
beberapa saat kemudian, semua ular Saken sudah musnah, terlihat Kaito berdiri dengan kokoh di tengah arena, angin menghempas rambutnya didalam suasana yang hening ini.
Kaito tersenyum, “tidak perduli seberapa banyak ular yang mampu kau keluar, aku akan mengalahkan mu.. ” batinnya, lalu melirik ke sekeliling, “tapi.. dimana dia.? ” dia tidak melihat Saken.
Krak..
Tiba-tiba tanah dibawah Kaito bergetar, seolah ada yang akan muncul dari situ.
Kaito menoleh kebawah, “lagi-lagi di bawah.?! ” dia sedikit terkejut namun kemudian tersenyum.
Tap..
Kaito melompat tinggi ke atas, sementara tanah dibawah langsung hancur dan memunculkan belasan ular seukuran lengan, ular-ular itu mengejar tubuh Kaito yang melayang di udara namun tidak sampai.
beberapa detik selanjutnya, tubuh Kaito kembali turun ke bumi ditarik gravitasi, dia berdiri menatap sekeliling dengan penuh waspada.
“tunjukkan dirimu, jangan hanya bersembunyi dasar pecundang.!! ” teriak Kaito dengan kesal.
Buumm...
tepat setelah Kaito berbicara, Ular dengan ukuran badan tiga meter keliling keluar dari tanah sehingga gumpalan debu menyamarkan, panjangnya mengelilingi arena pertarungan, ular itu menghadap Kaito dengan mata menantang.
Kaito terkejut menatap ular itu, dia terlihat ketakutan, “be.. besar sekali.?! ” gumamnya pelan.
beberapa saat menatap Kaito yang masih tercengang dengan keringat dingin, ular raksasa itu mengaum dengan kerasnya dengan mulut terbuka lebar sehingga terlihat gigi runcing serta air liurnya.
Wushh..
“kuat sekali.. ” batin Kaito.
Srakk..
ular raksasa itu mengangkat kepalanya, lalu bergerak menuju Kaito.
Kaito bersiap dengan wajah serius bercampur takut, “dia datang.! ”
“eh.?! ” Kaito terkejut, dia ingin bergerak namun tidak bisa, dia menoleh kebawah dan melihat kakinya sudah dililit beberapa ular yang tadi muncul dari tanah.
“sejak kapan.?! ” batin Kaito, “sial, aku terlalu panik sampai tidak menyadarinya.. bukan masalah, ular-ular ini akan mati terkena racunku, yang lebih penting, ular raksasa itu sudah dekat.!! ” dia menoleh kearah ular raksasa.
Zuor..
ular raksasa itu terus mendekat, sementara Kaito masih diam ditempat.
“ada apa ini? kenapa ular-ular sialan ini tidak mati.? ” Kaito masih belum bisa bergerak karena kakinya masih dililit beberapa ular, “begitu, ya.. jadi dia menyerang dengan ular-ular kecil hanya untuk menghilangkan racun-racun ku, Iblis Ular sialan.! ” dia menyadari racun ditubuhnya sudah menghilang dan berganti dengan air liur ular.
Groo..
ular raksasa terus mendekat, berteriak keras lalu bersiap menerkam Kaito.
Kaito terlihat ketakutan dan panik, mencoba menarik kakinya agar terlepas dari ular namun tidak bisa, menoleh kearah ular raksasa, “matilah dasar ular-ular sialan.!!” dia berteriak keras lalu menyemburkan cairan hijau dari ujung ekornya kearah ular raksasa itu.
cssss..
cairan hijau itu membasahi kulit ular itu bagian depan sehingga berubah warna dan mulai membusuk, asap muncul, pembusukan terus menjalar ke seluruh tubuh ular itu.
Zrashh..
detik selanjutnya, Kaito mencincang ular-ular yang membelit kakinya, lalu bergerak menjauh dari mayat ular raksasa yang berada di depan matanya.
“hosh.. hosh.. ” nafas Kaito terengah-engah, sepertinya bukan karena kelelahan, melainkan ketakutan, dia menatap mayat ular raksasa itu dengan penuh waspada, “itu tadi hampir saja. ” batinnya.
krak..
Tiba-tiba mulut mayat ular itu terbuka, dari situ keluar kepala ular baru hingga akhirnya tubuh hingga ekor, namun ukurannya lebih kecil dari yang sebelumnya.
“apa? berganti kulit.?! ” Kaito terkejut, “sepertinya dia sudah tahu kalau penggunaan racun ku memiliki batas waktu lalu mengantisipasinya. ” batinnya.
__ADS_1
ular raksasa itu mulai bergerak dan melesat kearah Kaito yang juga bersiap dengan kedua tangan kalajengkingnya.
“yang bisa kulakukan sekarang hanya bisa mencincang nya..!! ” teriak Kaito lalu bergerak.
Zrashh..
Boomm..
Kaito berhasil melayangkan satu tebasan ke tubuh ular tersebut, namun di balas dengan hantaman keras dari kepala ular tersebut, tubuh Kaito menghantam tanah dengan keras.
“akh..!! ” Kaito kesakitan.
ular raksasa itu menatap tajam, lalu mengarahkan moncongnya kearah Kaito yang tergeletak di tanah.
Boomm..
seketika tanah hancur berantakan, debu tebal menggumpal, tidak tahu apa yang terjadi di balik debu itu, Kaito juga tidak terlihat.
Srang.. Sring.. Zrash..
beberapa detik selanjutnya, terdengar suara tebasan dan daging yang koyak, lalu darah terciprat ke segala arah seperti hujan, debu menghilang dengan cepat.
disitu terlihat Kaito berdiri dengan sedikit membungkuk, pakaiannya berantakan, disampingnya terlihat ular raksasa tergeletak dengan tubuh penuh tebasan dan darah.
“hosh.. hosh.. ” Kaito kelelahan, “tidak ku sangka, dia mampu menyudutkan ku seperti ini. ” batinnya.
“Kaito hebat.!! ”
“Iblis Kalajengking dari Desa Pedang Kembar memang yang terkuat.!! ”
penduduk dari Desa Pedang Kembar yang menonton memuji Kaito penuh semangat. disisi lalu, orang-orang dari Desa lain tercengang, termasuk Deiki dan murid-muridnya.
Sinam memandang arena pertarungan dengan mata terbuka lebar, “pertarungan ini benar-benar luar biasa, jika dibandingkan saat bertarung dengan ku, Saken sudah sangat berkembang. ” batinnya.
Kaito masih mengatur nafas, dia melirik mayat ular yang baru saja di bunuhnya, “dengan begini, dia tidak mungkin berganti kulit, lukanya sudah menembus bagian dalam. ” ucapnya.
“sekarang.. ” Tiba-tiba mulut mayat ular itu sedikit terbuka, dari situ Saken melesat cepat dengan sebilah pedang yang dialiri Shaka.
“apa.?! ” Kaito terkejut.
Zrashh..
Saken berhasil menebas ekor kalajengking Kaito dengan sekali tebas, terlihat Shaka hijau membalut pedang Kaito.
“Akh..!! ” Kaito kesakitan.
klek..
Saken mengancam Saken dengan mengarahkan ujung pedangnya kearah leher Kaito, dia berada di belakang Kaito.
“jika leher mu terpotong, bagian mana yang akan tumbuh? kepala atau tubuhmu.? ” tanya Saken dengan wajah datar, sementara Kaito terlihat kesal, “jawabannya sudah jelas mati. ” lanjut Saken.
Kaito melirik kesal Saken, ekornya sudah kembali tumbuh, “begitu, ya.. pertama dia menyerang ku dengan ribuan ular kecil hanya untuk menghilangkan racun di tubuhku dengan air liur, lalu menjerat kakiku dengan menyerang dari tanah sehingga membuat ku panik dan kehilangan akal sehingga menyerang dengan racunku.. ” batinnya, “dia sudah tahu penggunaan racun ku ada jangka waktunya, setelah itu dia menyerang dengan ular raksasa kedua sehingga aku terpaksa mencincang dengan tangan kalajengking ku, lalu membuat ku berpikir bahwa ular kedua sudah tidak mungkin berganti kulit karena sudah tercincang sampai tubuh bagian dalam, ya, dia membuatku lengah.. ”
“tapi.. ” tiba-tiba Kaito tersenyum.
Saken sedikit terkejut, “menyerahlah Kaito, kau sudah kalah. ” dia sedikit menggerakkan ujung pedangnya, “wasit, dia sudah kalah, aku tidak mungkin menebas lehernya, benar bukan.?! ” kemudian menoleh wasit.
wasit menoleh Kaito dengan datar, kemudian menatap Saken dengan malas, “baiklah, baiklah, pertarungan sudah selesai pemenangnya adalah Sa.. ”
“tidak, pertarungan ini belum selesai.!! ” Kaito berteriak keras, kemudian melirik Saken sambil tersenyum jahat, “jika kau bisa menebas leher ku, lakukanlah.! ” ucapnya.
“apa maksud mu, apa kau ingin mati. ” Saken terkejut.
Deg..
Saken tersentak, “ada yang salah dengan tubuhku... rasanya berat sekali.” dia mencoba menggerakkan badan namun tidak bisa.
Tlang..
pedang Saken terlepas dari genggaman, lalu terjatuh serta tergeletak di tanah.
Saken kehilangan keseimbangan dan akhirnya berlutut dan membungkuk, dia melihat kakinya terlihat begitu pucat, “racun.? kapan dia melakukannya.? ” batinnya.
Kaito menatap Saken sambil tersenyum jahat, “kau sudah terkena racunku. ” ucapnya.
Saken menoleh kearah Kaito, “kau, kapan kau..? ” ucapnya.
“saat aku berada di gumpalan debu bersama ular mu, saat itu aku menyemburkan racun ke mulut ular mu... ” jawab Kaito, “karena belum seharusnya dikeluarkan, racun ku berwarna putih sehingga kau tidak bisa membedakannya dengan air liur yang berada di mulut ular mu.. lalu baunya juga sangat samar.. tapi, efek membunuhnya juga berkurang, sehingga membutuhkan waktu untuk melumpuhkan mu.. dari awal aku sudah tahu kau berada di dalam mulut ular itu, aku bisa merasakan Shaka mu. ”
Bukk..
Saken kehilangan keseimbangan dan akhirnya tergeletak, tubuhnya semakin pucat, namun dia masih sadarkan diri.
Kaito menoleh Saken yang tergeletak, “kau tidak perlu khawatir, untuk orang biasa racun itu memang sangat mematikan, tapi bagi Iblis seperti kita itu bukanlah ancaman, sisi Iblis mu akan menghilangkan efek racun itu secara perlahan. ” ucapnya.
__ADS_1
wasit mendekati Kaito dan mengangkat tangannya, “pemenangnya adalah Kaito.!! ” teriaknya yang diikuti oleh gemuruh teriakan penonton.
Saken telah dibopong oleh tim medis, “pada akhirnya.. aku tetap kalah.. ” batinnya.