SINAM

SINAM
Sosok Ryugu


__ADS_3

Bzcipcipbzcip..


kedua cahaya merah melayang di udara, keduanya terus bertabrakan, itu adalah Hikasa dan Hitomi yang bertarung menggunakan Petir Merah.


Himiko memandang kedua cahaya merah itu dari kejauhan, “ mereka terbang? jadi ini.. kemampuan pengendali Petir. ” dia terlihat kagum.


dilihat dari dekat, Hikasa dan Hitomi saling bertabrakan di udara, keduanya berjarak namun masih melayang.


Hitomi menatap Hikasa dengan kesal, “ aku mulai kehabisan Shaka.. sial. ” batinnya.


Hikasa menatap Hitomi datar, dia mulai memfokuskan Petir Merah ke tangan kanannya, namun tubuhnya masih di balut dengan Petir Merah sehingga melayang.


“ Hitomi, tunjukkan semua kemampuan mu, jika tidak kau akan berakhir. ” ucap Hikasa.


Hitomi terlihat kesal, “ dia berniat mengakhiri ini. ” batinnya.


Hitomi kemudian memfokuskan Petir Merah di tangan kanannya sama seperti yang dilakukan Hikasa, tubuhnya juga masih melayang.


dari kejauhan Himiko memandang, “ apa yang mereka lakukan? keduanya sepertinya akan beradu Jurus.. ” dia menatap Petir Merah yang begitu kuat di tangan keduanya.


“ ayo maju.! ” teriak Hitomi lalu melesat kearah Hikasa.


disaat bersamaan, Hikasa juga melesat kearah Hitomi, mereka saling mendatangi.


“ matilah.!! ” Hitomi berteriak sambil mengarahkan Petir Merah ditangan kanannya kearah Hikasa.


“ Elemen Petir, Petir Merah Penghancur..!! ” Hikasa berteriak sambil mengarahkan tangan kanannya kearah Hitomi.


Bzcipcipbzcip..


Booommm..


Hitomi dan Hikasa beradu serangan di udara, ledakan dahsyat terjadi, sambaran sambaran Petir Merah menyerang bumi.


Wusshh..


angin bertekanan tinggi datang menyusul, debu beterbangan, pepohonan kehilangan banyak daunnya.


Himiko mencoba menahan angin yang menghempas tubuhnya, “ apa-apaan ini.?! ” ucapnya.


Cep..


Himiko menancapkan pedang legendarisnya ketanah, tubuhnya pun tertahan.


Syuutt..


beberapa saat kemudian saat semuanya kembali tenang, Hitomi dan Hikasa terhempas kearah berlawanan, di tubuh keduanya sudah tidak terlihat Petir Merah.


“ akh..! ” Hitomi kesakitan, pakaiannya sangat berantakan dan penuh sobek, tubuhnya terus terhempas kearah bumi.


Hikasa terhempas kearah dinding tanah yang tinggi, namun hempasan tubuhnya tidak secepat Hitomi, keadaannya juga tidak seburuk Hitomi.


Himiko menatap Hitomi yang terhempas, “ kakak.?!! ” teriaknya.


Tap... Tap...


Himiko berlari cepat kearah Hitomi, lalu melompat tinggi mencoba menangkap Hitomi, namun dia ikut terhempas.


Braakk..


Hitomi dan Himiko menghantam bumi, namun Himiko yang berada di bawah.


Tap..


disisi lain, Hikasa berhasil menyeimbangkan tubuh saat terhempas, kakinya menatap dinding tanah lalu mendarat cukup jauh di depan Hitomi dan Himiko.


Hitomi melirik kearah Himiko, “ kenapa kau menolong ku.? ” ucapnya, dia masih terduduk.


“ tidak mungkin aku diam saja melihat kau seperti ini. ” jawab Himiko.


Hitomi menatap Hikasa yang cukup jauh, “ uhuk, uhuk..! ” namun dia memuntahkan sedikit darah.


Himiko terkejut, “ kakak, sepertinya kau terluka cukup parah. ” ucapnya.


“ ya, aku terlalu memaksakan diri. ” ucap Hitomi, “ aku juga sudah kehabisan Shaka.. ”


Himiko menatap Hitomi, “ ya, kau terlalu sering menggunakan Petir Merah, itu pasti sangat menguras Shaka.. aku mengerti karena aku juga begitu saat menggunakan Api Hijau, itu sebabnya aku sangat jarang menggunakannya.. ” ucapnya.

__ADS_1


“ benar yang kau katakan, tapi.. pengendalian Petir Merah ku masih dibawah pengendaliannya, Petir Merah miliknya masih lebih kuat, kemampuan bertarungnya juga unggul dibandingkan kita berdua. ” ucap Hitomi menatap Hikasa di kejauhan, “ walaupun begitu, saat ini kita diuntungkan, dia pasti sudah kehabisan Shaka, sementara kau bisa menggunakan Pedang Api milikmu tanpa harus takut kehabisan Shaka.” lanjutnya sambil tersenyum melirik pedang Himiko.


Himiko menatap pedang miliknya, “ memang benar menggunakan Pedang Kembar Api tidak memerlukan Shaka, tapi ini sangat menguras energi fisik.. ” ucapnya.


Hitomi terkejut, “ berat maksudmu.? ” dia bertanya.


“ tidak, aku tidak merasa berat, tapi entah mengapa aku cepat lelah saat menggunakannya.. ” jawab Himiko.


“ begitu, ya.. ” ucap Hitomi, “ jika menggunakan Jurus kita harus menggunakan energi jiwa yang di sebut Shaka, sementara Pedang Api menggunakan energi fisik yang di sebut tenaga, semuanya memang memiliki kelemahan. ” lanjutnya.


“ dan satu lagi.. ” Himiko terlihat serius, “ Pedang ini tidak bisa digunakan orang lain kecuali pewarisnya.. ” ucapnya.


“ aku tahu soal itu, sekuat apapun usaha seseorang untuk menemukan Pedang Kembar, dia tidak akan menemukannya, jika ada yang menemukan itu artinya dialah pewarisnya. ” ucap Hitomi, “ jika Pedang Kembar Api sudah muncul, biasanya Pedang Kembar Petir juga sama. ” dia terlihat serius.


Himiko menatap Hikasa di kejauhan, “ daripada memikirkan tentang Pedang Kembar, lebih baik kita habisi dulu orang ini.!! ” dia mengarahkan ujung pedangnya kearah Hikasa untuk menunjuk.


“ ya.. ” Hitomi kembali berdiri.


Tap.. Tap..


Hikasa berjalan perlahan kearah Hitomi dan Himiko.


★★★★★


Ctang.. Cting..


dibawah terik sinar matahari, tepatnya di arena pertarungan yang berada di desa Pedang Kembar, terlihat dua anak laki-laki sedang beradu pedang.


salah satu anak laki-laki itu adalah Sansiro, dia terlihat penuh nafsu dengan pedang besar di genggaman, disisi lain lawannya terlihat terpojok dengan tubuh penuh luka.


Ctang.. Cting..


Sansiro terus memojokkan lawan dengan tebasan pedangnya yang sangat berat.


diatas arena, terlihat Deiki, Sinam dan yang lainnya memberi semangat.


“ ayo Sansiro.!! ” teriak Sinam.


“ Sansiro, habisi dia..!! ” teriak Yoja.


Deiki tersenyum tipis menatap pertarungan Sansiro, “ hebat, dia membuat lawannya tidak berdaya. ” batinnya.


“ Hiaa.!! ” Sansiro sambil berteriak.


Ctaang..


tebasan Sansiro di tahan lawan dengan dua pedang, namun orang itu tetap terhempas jauh ke belakang.


Buaakk..


orang itu menghantam dinding arena dengan keras, lalu akhirnya pingsan.


“ berakhir.. ” wasit melirik anak laki-laki yang pingsan tersebut.


wasit menoleh Sansiro, “ pemenangnya adalah Sansiro..!! ” teriaknya keras.


“ hebat..!! ”


“ Sansiro benar-benar hebat.!! ”


para penonton berteriak sambil bertepuk tangan.


“ yosh.. aku berhasil.!! ” Sansiro terlihat bahagia.


Deiki tersenyum tipis melihat Sansiro, “ dia memenangkan pertandingan tanpa ada perlawanan dari lawannya. ” batinnya, lalu melirik kearah pasukan Arkan, “ tapi itu cukup membuat pasukan Arkan tahu bahwa Yama juga memiliki petarung dengan fisik yang kuat. ”


Sinam menatap Sansiro serius, “ dibandingkan dengan aku, dia memenangkan pertarungan dengan mudah. ” batinnya, “ tapi, pada akhirnya kami sama-sama menang.. menang tanpa rasa sulit terkadang malah tidak berarti. ”


“ pertarungan berikutnya.. ” wasit terlihat serius, “ Ryugu dari Desa Yama, dan Gouta dari Desa Sanji.. ” teriaknya.


Deiki terlihat serius, lalu melirik kearah Ryugu, “ dia, ya.. aku tidak sabar melihat kekuatan anak ini. ” batinnya.


Tap..


Gouta sudah turun di arena, dia melompat dari atas.


“ mana orang yang bernama Ryugu.? ” Gouta tersenyum jahat.

__ADS_1


wasit menoleh kearah pasukan Yama, yaitu Deiki dan murid-muridnya, dia terlihat menunggu.


Aozora menoleh Ryugu, “ hey, Ryugu, apa kau tidak dengar? sekarang giliran kau yang bertarung. ” ucapnya.


Ryugu seperti tersadar dari lamunannya, lalu menoleh kearah Aozora, “ begitu, ya.. ” ucapnya.


Tap.. Tap..


Ryugu mulai melangkah, dia turun melalui tangga dengan perlahan, namun terlihat auranya begitu mencekam.


Sinam melirik kearah Ryugu dengan serius, “ jadi, anak yang bernama Ryugu itu akan bertarung, ya. ” batinnya.


Ryugu sudah berada di arena pertarungan, dia berdiri berhadapan dengan Gouta yang saat ini menyeringai.


Gouta menatap remeh Ryugu, “ aku tidak akan menahan diri, jadi bersiaplah. ” ucapnya.


Ryugu tidak menggubris, dia terlihat begitu tenang.


wasit menoleh kearah Ryugu, lalu menoleh Gouta, “ kalian berdua, pertarungan dimulai.! ” ucapnya keras.


Tap...


Gouta melompat mundur untuk menjaga jarak, lalu mengeluarkan beberapa pisau.


“ terimalah ini.!! ” teriak Gouta sambil melemparkan pisau itu kearah Ryugu.


Tap..


dengan mudah dan tenang Ryugu menghindar, dia hanya melakukan pergerakan kecil.


“ mustahil..?! ” Gouta terkejut, “ dia menghindarinya dengan mudah. ” batinnya.


Ryugu menatap Gouta datar, “ aku tidak ingin melukai orang lain. ” ucapnya.


“ apa maksudmu? kita sedang bertarung.!! ” Gouta terkejut.


wasit tersenyum tipis melirik Ryugu, “ menarik, lagi-lagi Desa Yama memunculkan anak yang aneh. ” batinnya.


diatas, Aozora mendekati Deiki dan memegang tangannya, “ guru.. jika nanti Ryugu kehilangan kendali, tolong hentikan pertarungan, dia bisa membunuh lawannya. ” ucapnya cemas.


Deiki menoleh Aozora, “ kenapa kau begitu khawatir.? ” dia bertanya.


“ Ryugu itu.. dia adalah orang yang aneh, dia seperti memiliki dua sifat maupun sikap.. terkadang tidak ingin bertarung, dan terkadang malah sebaliknya. ” ucap Aozora.


“ kepribadian ganda maksud mu.? ” Harumi terkejut mendengar Aozora.


“ bisa dikatakan begitu, dan ada dua yang memicu kemarahannya. ” ucap Aozora, “ pertama jika melihat ku terluka, kedua jika melihat darah keluar dari ditubuhnya, saat itu terjadi dia kehilangan kendali dan haus membunuh. ”


“ begitu, ya.. aku jadi ingat saat kalian bertarung di akademi, saat itu aku menyerangmu dan itu membuatnya sangat marah. ” ucap Deiki.


“ aku juga ingat, saat kita mendapat ujian dari guru Deiki, Ryugu terlihat marah dan mengeluarkan sabit yang berlumuran darah, itu terjadi ketika Aozora terluka. ” sahut Yoja.


“ yang itu ya, saat kak Kazuo dan teman-temannya menggunakan topeng, lalu menyerang kita, aku juga ingat. ” lanjut Kaori.


Deiki terlihat berpikir, lalu menatap Aozora serius, “ Aozora, apa kau tahu asal usul Ryugu , atau tentang orang tuanya.? ” dia bertanya.


“ soal itu aku kurang tahu, dia sudah tinggal di keluarga ku sejak aku kecil. ” jawab Aozora.


“ begitu, ya. ” ucap Deiki.


Deiki menatap kearah arena pertarungan, terlihat Ryugu terus menghindari serangan Gouta, “ Ryugu memiliki darah Iblis, dan itu benar-benar menyatu dengan jiwa raganya.. dia berbeda dengan Saken yang mewarisi kekuatan tujuh Iblis, untuk sekarang mungkin dia lebih kuat. ” batin Deiki serius.


Gouta mengeluarkan pedang, dia menatap Ryugu dengan kesal, “ sampai kapan kau akan menghindar? sepertinya kau sangat meremehkan ku. ” ucapnya lalu melesat maju.


Tap..


Gouta melompat tinggi, lalu mendarat bersama tebasan Sansiro yang siap menebas Ryugu.


Ryugu menatap Gouta dengan tenang, dia juga tidak melakukan pergerakan.


“ kena kau.!! ” Gouta tersenyum jahat.


Ctang..


Tiba-tiba terdengar suara besi yang beradu.


“ apa.?! ” Gouta terkejut.

__ADS_1


saat ini, Ryugu menggunakan sabit untuk menahan pedang Gouta yang terus menekan, Ryugu terlihat begitu tenang.


__ADS_2