SINAM

SINAM
Legenda Shakayama, Awal Shaka


__ADS_3

Sinam dan Satoji mulai keluar dari hutan, kini mereka berdiri di sebuah jalan, keduanya terlihat bersemangat di pagi hari ini.


“akhirnya kita keluar dari hutan, aku sudah bosan di tempat yang gelap. ” ucap Sinam.


Satoji terkejut menatap sekeliling yang terdapat perumahan, “hebat, jadi ini desa Yama.. ” ucapnya.


“ini bukan apa-apa. ” Sinam tersenyum, lalu menunjuk ke arah pusat desa yang terlihat jauh, “kau lihat! di sana adalah pusat desa Yama.. bangunan di sana jauh lebih megah. ”


Satoji mengikuti arah jari Sinam, “hebat.. Desa Yama benar-benar Desa yang sangat maju, jika seperti ini mungkin penduduk hidup makmur. ” ucapnya.


“baiklah kalau begitu, ayo kita ke pusat Desa.! ” Sinam penuh semangat, lalu berjalan.


Satoji mengikuti, “aku tahu Desa Yama adalah salah satu Desa besar yang terkenal, tapi aku tidak menyangka akan semaju ini.. orang yang tinggal di sini pasti sangat bahagia. ” batinnya.


“oi, Sinam..!! ” Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari belakang.


“eh.?! ” Sinam dan Satoji menoleh kebelakang, mereka melihat sosok Sansiro.


“Sansiro..?! ” ucap Sinam.


“kau kenal dia.?! ” tanya Satoji.


Sinam menoleh Satoji, “dia Sansiro, sahabatku dari kecil. ” jawabnya.


Sansiro berlari ke arah Sinam, setelah dekat dia mengatur nafasnya yang tersenggal, “dasar sialan! kau tidak menyusul ku.. ” ucapnya.


“aku.. ” Sinam menghentikan ucapan dan terlihat berpikir, “aku tidak bisa mengatakan bahwa aku bertemu guru Abame.. walaupun pada Sansiro. ” batinnya.


“dia tersesat di hutan dan tidak sengaja bertemu dengan ku. ” Satoji membuka suara.


“eh.?! ” Sansiro terkejut menoleh Satoji, “kau.. siapa.? ” dia bertanya.


“dia Satoji, kami bertemu di hutan.. hehehe. ” Sinam cengengesan.


“bertemu di hutan.?! ” Sansiro menoleh Satoji, “lalu.. kenapa kalian bisa bertemu? apa yang terjadi sehingga kalian bisa bersama.? ” tanyanya.


Sinam tersenyum terpaksa, “seperti biasa, dia selalu banyak bertanya. ” batinnya.


Satoji menatap tajam Sansiro, “ dia sudah berkata kami bertemu di hutan, aku rasa itu sudah cukup untuk menjawab rasa penasaran mu. ” ucapnya dingin.


Sansiro menatap Satoji, dia terlihat geram, “apa-apaan dia... tatapan matanya benar-benar mengganggu ku. ” batinnya.


Sinam menoleh keduanya secara bergantian, “awalnya aku pikir mereka akan akrab, ternyata tidak semudah itu. ” batinnya.


“yosh..!! ayo kita berangkat.!! ” Sinam penuh semangat dan kembali berjalan.


“cih, jika dia bukan sahabat Sinam, mungkin wajahnya sudah babak belur. ” batin Sansiro memalingkan pandangan dari Satoji.


Satoji mengikuti langkah Sinam, dia menoleh ke sekeliling, terlihat di suatu arah banyak tanaman padi, “sepertinya tanah disini benar-benar subur. ” batinnya.


setelah cukup lama berjalan, mereka bertiga sudah sampai di pusat Desa Yama, dipinggir jalan banyak aneka makanan serta kebutuhan lainnya.


Sinam membeli beberapa kue yang berbentuk bulat dan memiliki aneka warna, kue tersebut ditusuk oleh lidi bambu sehingga terlihat seperti sate, Sinam membaginya pada Satoji dan Sansiro.


“wah, kue ini memang yang terbaik. ” Sinam mengunyah.


“kau benar. ” sahut Sansiro.


“orang yang tinggal di Desa Yama benar-benar sangat beruntung, setiap saat bisa menikmati makanan lezat. ” ucap Satoji.


“yang kau katakan memang benar, tapi jika kita memiliki uang. ” ucap Sinam.

__ADS_1


Sinam, Satoji dan Sansiro kembali melanjutkan perjalanan. setelah beberapa saat kemudian, mereka sudah berdiri di depan pintu masuk arena pertarungan, tempat yang mereka tuju.


Sansiro melirik Sinam, “apa tidak apa kau bawa anak yang bernama Satoji itu, kita kesini untuk latihan. ” bisiknya.


“jangan kau pikirkan, dia bukan orang bodoh seperti mu. ” Sinam juga berbisik.


“apa katamu.?!! ” Sansiro langsung berteriak, dia terlihat kesal.


Kraakk..


Tiba-tiba pintu gerbang arena terbuka, disitu terlihat Kaori berdiri.


“jika ingin masuk tidak perlu berteriak. ” ucap Kaori kesal.


didalam arena pertarungan, terlihat anak-anak yang lain sudah berkumpul, Saken, Yoja, Harumi, Jiromaru, Thakesi, serta Aozora dan Ryugu duduk di atas tanah, mereka menoleh kearah Sinam dan yang lain.


Saken tersenyum memandang Sinam, “jadi, hari ini dia datang, ya. ” batinnya.


“oi, Sansiro..! ” Yoja langsung berteriak.


Sansiro berlari mendekati semuanya, “apa aku terlambat lagi.?! ” dia tersenyum.


“Sinam, ya. ” batin Harumi tersenyum tipis.


Sinam memandang Sansiro yang berbaur dengan anak-anak lain, “padahal baru sehari berlatih bersama, tapi Sansiro sudah dekat dengan semuanya. ” batinnya.


Kaori masih diambang pintu, tanpa sengaja dia menoleh Satoji, seketika pipinya langsung memerah, “dia.. tampan sekali.. ” batinnya memalingkan wajah.


Satoji memandang semuanya, lalu menoleh Sinam, “Sinam.. aku ingin kau merahasiakan tentang Klan ku.. aku tidak ingin teman-teman mu tahu. ” bisiknya.


Sinam tertegun, “jadi.. selalu diburu membuatnya tidak bisa tenang, ya. ” batinnya.


Sinam dan Satoji berjalan melewati gerbang masuk, keduanya melintasi Kaori yang masih berdiri.


Kaori terlihat canggung saat berpapasan dengan Satoji, dia tidak berani menoleh, pipinya semakin merah, “tatapan matanya sangat tajam.. aku kesulitan bernafas. ” batinnya.


semua orang menatap Sinam, lalu memfokuskan diri kearah Satoji.


“dia siapa.? ” Jiromaru menatap Satoji.


“dia Satoji, sahabat ku. ” jawab Sinam.


Aozora tersenyum menatap Satoji, “dia tampan juga. ” ucapnya.


Saken menatap Satoji dengan tajam, tanpa sengaja Satoji juga menatap Saken, keduanya beradu tatap.


“Shaka apa ini? anak ini berbeda dari yang lainnya.. ” batin Saken menatap Satoji, “aku merasakan sesuatu yang bergejolak didalam dirinya... jangan-jangan..?! ” dia terlihat terkejut.


Satoji masih menatap Saken, “perasaan apa ini.. tatapan matanya membuat ku muak.. bukan itu, ada yang lain dari dirinya, tapi aku tidak tahu.. ” batinnya.


Saken tersenyum jahat, “begitu, ya.. jadi dia juga mewarisi kekuatan Iblis sama seperti ku, menarik. ” batinnya.


Satoji terus menatap Saken, “aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi.. melihatnya saja membuat nafsu membunuh ku bangkit.. seolah ada kekuatan besar yang menekan ku, sama seperti waktu itu. ” batinnya serius.


Saken tersenyum menatap Satoji, “Satoji, ya.. sepertinya kau memiliki kekuatan spesial. ” ucapnya, “bagaimana jika kita bertarung.? ”


“bertarung.?! ” Satoji terkejut, kemudian tersenyum, “baiklah, kebetulan aku ingin menguji kekuatan mu. ”


Tap..


Tiba-tiba seseorang muncul entah darimana, dia adalah Deiki, orang yang akan melatih mereka.

__ADS_1


“apa yang kalian lakukan? aku tidak meminta kalian untuk bertarung. ” Deiki menoleh Saken, lalu menoleh Satoji.


“ini terjadi karena guru Deiki selalu datang terlambat. ” Harumi terlihat kesal.


Deiki masih menatap Satoji, “datang dari mana anak ini? ” batinnya lalu menoleh Sinam yang berdiri di samping Satoji, “begitu, ya.. jadi dia sahabatnya. ” sepertinya dia langsung mengerti.


Deiki memandang kearah semuanya, “baiklah, kali ini aku akan menjelaskan tentang Shaka, walaupun kalian semua sudah bisa menggunakannya, tapi kalian belum bisa mengendalikannya secara keseluruhan.. ” ucapnya, “jadi dengarkan baik-baik. ”


“Shaka adalah energi spiritual dalam tubuh, tanpa Shaka kita tidak bisa mengeluarkan Jurus.. tidak hanya itu, kemampuan bertarung tangan kosong juga sangat lemah tanpa Shaka. ” ucap Deiki, “dengan Shaka, kita bisa menghancurkan dinding, tapi jika tanpa Shaka, itu mustahil dilakukan.. biasanya, seseorang yang mengeluarkan Shaka akan menjadi kuat.. tapi, bukan berarti orang yang tidak mengeluarkan Shaka tidak menggunakan Shaka.. pada dasarnya Shaka mengalir ke seluruh bagian tubuh, tidak terlihat dari luar, tapi tubuh terus menggunakan Shaka setiap melakukan gerakan saat bertarung.. ”


“guru, aku bisa mengeluarkan Shaka saat bertarung dengan Saken, jadi maksud mu sebelum itu aku sudah menggunakan Shaka. ” tanya Sinam.


“benar, saat itu kau sudah menggunakan Shaka tanpa sadar, itulah sebabnya kau bisa bergerak cepat serta memiliki pukulan kuat. ” jawab Deiki, “setelah kau bisa mengeluarkan Shaka dengan menekan kekuatan mu saat bertarung paksa, kau sudah jauh lebih kuat.. jika kau terus berlatih pengendalian Shaka, kau bisa memfokuskan Shaka ke dalam satu titik serangan seperti tinju, pedang, dan bahkan kau bisa menggunakan Jurus. ” lanjutnya.


“benar.” batin Sinam, “aku bisa menggunakan Jurus Dua Sentuhan karena berlatih mengendalikan Shaka, tapi.. aku juga belum menguasainya. ”


Deiki memandang semuanya, “ada juga hal yang ingin ku ceritakan.. ” dia melirik kesana-kemari, “mungkin sebagian dari kalian sudah pernah mendengarnya, tapi berhubungan Desa yang akan kita kunjungi adalah Desa Pedang Kembar, aku akan tetap menceritakannya. ”


“Shaka, berasal dari kata Shakayama, dia adalah seorang petarung legendaris dari jaman dulu. ” ucap Deiki.


“petarung legendaris.?! ” Sansiro terkejut.


“sekitar lima ratus tahun yang lalu, terjadi pertempuran antara sesama Iblis, mereka tidak menyerang manusia, namun dampak pertarungan mereka membuat bumi hancur, manusia ikut sengsara. ” ucap Deiki, “saat itu, muncullah Shakayama Nogo, seorang petarung pengguna busur panah yang memiliki kekuatan untuk membunuh Iblis, namanya adalah panah Suci Pemusnah Iblis.. ”


“lalu, apa yang terjadi.?!! ” semuanya tiba-tiba langsung bersemangat.


Deiki terlihat kesal, “sepertinya hampir semua dari mereka tidak mengetahui legenda Shakayama.. ” batinnya.


“Shakayama membunuh semua Iblis dengan dibantu seorang temannya, aku tidak tahu siapa nama temannya, yang jelas dia berasal dari Klan Taro. ” ucap Deiki.


“Klan Taro.?! ” mendengar itu, Satoji terlihat terkejut, dia bertanya dalam hati.


“saat semua Iblis hampir musnah, muncul seekor Naga bersisik hitam dari bumi, dia adalah raja para Iblis.. Iblis Naga tidak ingin bertarung melawan Shakayama, dia ingin berdamai. ” lanjut Deiki, “Iblis Naga meminta pada Shakayama agar Iblis yang tersisa dibiarkan tetap hidup dengan menawarkan kekuatan Iblis Iblis tersebut pada manusia.. yang dikenal sebagai, Tujuh Pewaris Kekuatan Iblis.. ”


“Tujuh Pewaris Kekuatan Iblis..?! ” Saken terkejut.


“Iblis Macan Putih, Iblis serigala, Iblis Ular, Iblis Gagak, Iblis Elang, Iblis Kalajengking, dan yang terakhir, Iblis kupu-kupu.. itulah tujuh Iblis yang tidak terbunuh, mereka hidup didalam raga manusia.. semua Iblis tersebut memiliki cerita masing-masing, seperti Iblis Elang dan Gagak, mereka selalu bertarung.. lalu Iblis Macan putih, sangat jarang terlihat, rumornya dia hanya berada di dalam tubuh orang yang selalu tenang.. dia tidak suka keributan. ” ucap Deiki, lalu menoleh Saken, “kita semua sudah tahu Saken mewarisi kekuatan Iblis Ular.. orang yang mewarisi kekuatan Iblis akan kuat seperti Saken. ” ucapnya.


Satoji menatap Saken, “jadi, dia mewarisi kekuatan Iblis, ya.. ” batinnya, “lalu.. Iblis Serigala.. sepertinya aku pernah mendengarnya, atau mungkin melihatnya. ”


“setelah Shakayama dan Iblis Naga bertemu, mereka menjadi sahabat.. Iblis Naga memberikan kekuatan pada Shakayama yang dikenal dengan nama Shaka.. ” ucap Deiki.


“wah, aku baru tahu nama orang yang menggunakan Shaka untuk pertama kali. ” ucap Kaori.


Deiki menatap semuanya, “setelah legenda Shakayama, masih banyak legenda-legenda lainnya, salah satunya Legenda Pertarungan Pedang Kembar yang masih berasal dari keturunan Shakayama, yaitu Klan Nogo.. ” ucapnya. “nama Desa Pedang Kembar diambil karena disitu adalah tempat kedua petarung yang bertarung menggunakan Pedang Kembar. ” lanjutnya.


“sepertinya orang-orang jaman dulu benar-benar kuat, ya. ” Sansiro bersemangat.


“aku menceritakan ini agar kalian semua tahu, asal usul Shaka, awal kekuatan pewaris Iblis.. Shakayama.. Desa Pedang Kembar sangat menghargai kehidupan masa lalu.. aku tidak ingin malu karena membawa anak-anak yang tidak tahu apa-apa tentang masa lalu. ” ucap Deiki acuh tak acuh.


“memang benar Shakayama adalah sosok orang yang harus kita hargai, tapi dia juga yang menciptakan perseteruan sesama manusia. ” Tiba-tiba terdengar suara orang.


semua orang menoleh kearah suara, disitu terlihat Kazuo sedang tergeletak di tanah memandang langit.


“kak Kazuo.?! ” ucap Harumi.


Kazuo masih menatap langit, “peperangan.. kehancuran.. dendam dan kebencian.. semuanya terlahir karena Shaka.. jika Shaka tidak ada, tidak ada yang harus di sombongkan manusia, saling bunuh tidak akan terjadi, perdamaian abadi mungkin tercipta. ” gumamnya, “mungkin semua orang selalu berkata bahwa Shakayama adalah petarung hebat yang menciptakan perdamaian.. tapi, jika mereka melihat hati mereka lebih dalam, mereka pasti sadar bahwa kekuatan yang diwariskan Shakayama hanya menimbulkan perselisihan.. ”


Deiki menatap Kazuo dengan kesal, “seperti biasa, dia selalu mengganggu. ” batinnya.


Kazuo duduk dari tidurnya, “di era sekarang.. tidak memiliki kekuatan akan ditindas.. tapi, jika memiliki kekuatan yang berlebih pasti haus kekuasaan.. jika semua orang menghargai Shakayama.. perang besar sembilan tahun lalu tidak akan terjadi.. para petinggi Desa Elemen berasal dari Klan Nogo, Klan yang sama dengan Shakayama.. ”ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2