SINAM

SINAM
Dua Anak Spesial


__ADS_3

Pria itu menatap Sinam dengan kesal, “ku bunuh kau, dasar bocah.! ” ucapnya, lalu berjalan menuju Sinam.


Sinam menatap pria itu, “hosh.. hosh..! ” dia terlihat kelelahan. “jika aku berhasil melepaskan Jurus Dua Sentuhan padanya, kami akan selamat. ” batinnya terlihat serius.


Tap.. Tap..


pria itu terus berjalan kearah Sinam, namun langkahnya begitu perlahan.


“Sinam.. ” Satoji masih terduduk, dia memaksa berdiri.


Greb..


Satoji menangkap kaki pria itu sebelah, “biarkan dia pergi, aku akan ikut dengan mu.. ” ucapnya lalu menoleh Sinam, “Sinam.. setelah semua Klan ku terbunuh.. kau satu-satunya orang yang perduli padaku.. aku tidak ingin kau berakhir di sini.. ” batinnya.


Sinam terkejut, “Satoji, kau..?! ” ucapnya.


pria itu menoleh Satoji yang menempel di kakinya, “apa katamu..?! ” dia terlihat kesal.


pria itu menarik pedangnya, lalu mengangkat pedangnya keatas, dia bersiap menebas Satoji, “berisik..! ” teriaknya.


“Satoji..!! ” teriak Sinam.


pedang pria itu hampir menyentuh Satoji, namun tiba-tiba lajunya terhenti, “hampir saja aku membunuhmu.. ” ucapnya, sepertinya dia menahan diri, “jika itu terjadi semua usaha ku selama ini menjadi sia-sia. ”


Buaakk..


orang itu menendang Satoji, tubuh Satoji terhempas dan tergeletak lemah.


“Satoji..!! ” Sinam berteriak.


Satoji mencoba berdiri dengan tubuh bergetar, “jangan perdulikan aku Sinam, pergilah..! ” ucapnya.


orang itu menoleh Satoji, lalu mengeluarkan sebuah jarum dan melemparkan kearah Satoji. “diamlah disitu, anak Taro..! ” ucapnya.


Cep..


jarum menancap tepat di leher Satoji, Satoji yang sudah berdiri kembali hilang keseimbangan dan tumbang perlahan.


orang itu tersenyum jahat, “jarum itu sudah ku oleskan sedikit racun, kau akan kehilangan kesadaran untuk beberapa saat. ” ucapnya.


Satoji mulai hilang kesadaran, matanya mencoba tetap terbuka, “sadarlah.. aku tidak boleh pingsan.. aku harus menyelamatkan Sinam.. ” batinnya.


Sinam menoleh Satoji, kemudian menatap orang itu, “situasinya semakin memburuk, dia sudah memegang pedang. ” batinnya kesal. “Satoji kehilangan kesadaran.. kenapa jadi seperti ini.? ”


orang itu berjalan kearah Sinam, “sekarang tinggal membunuhmu. ” dia tersenyum jahat.


Sinam mengambil salah satu pedang yang tergeletak, lalu menatap tajam musuhnya, “jika sudah seperti ini, aku harus menghadapinya. ” dia menggenggam erat pedangnya.


orang itu tersenyum jahat, “kau mau menghadapi ku, ya.. ” ucapnya, “kuberi tahu, aku tidak selemah orang-orang tadi.. aku ketua mereka. ” lanjutnya.


Ctang..


orang tersebut melepaskan tebasan, Sinam menahan dengan pedang, namun pedang Sinam terlepas, berputar-putar di udara lalu menancap di tanah.


“sekarang kesempatan ku.!! ” batin Sinam, lalu melepaskan tinju.


Buaakk..


belum sempat tinju Sinam menyentuh lawan, perut Sinam sudah dihantam dengan kaki lawan, dia terpental jauh dan menghantam batang pohon.


wajah Sinam berlumuran darah karena menghantam batang pohon, “Akh..!! ” dia meringis kesakitan dengan tubuh tergeletak.


Orang itu berjalan perlahan kearah Sinam, “aku tidak tahu bagaimana cara kau melakukannya.. tapi aku melihat kau bisa membuat lawan mu tidak bisa bergerak untuk beberapa saat.. ” dia tersenyum jahat.

__ADS_1


Sinam tergeletak lemah, pandangannya memudar, kemudian pingsan dengan mata tertutup.


orang itu sudah didekat Sinam, “jadi kau berpura-pura mati, ya.. ” dia tersenyum jahat, “aku tidak akan melepaskan mu. ”


Satoji masih memaksa matanya untuk terbuka, dia bisa melihat Sinam yang tergeletak walau samar-samar, “Sinam..?! sial.! ” batinnya, kesadarannya akhirnya terenggut.


“sudah saatnya kau menggunakan kekuatan ku.. ” Tiba-tiba ada yang bersuara di kegelapan, tepatnya di dalam jiwa Satoji.


Satoji membuka mata, dia melihat seekor Serigala yang terlihat sangat menakutkan diantara kegelapan, mata serigala tersebut yang berwarna merah bercahaya terlihat begitu mengerikan, ditubuhnya terlihat Shaka merah gelap berkobar.


“siapa kau.?! ” Satoji tidak terlihat takut.


Iblis Serigala tersenyum jahat, “aku adalah kau, dan kau adalah aku.. dua jiwa didalam satu raga.. aku sudah muak melihat mu menderita.. ayo habisi mereka semua.. ” ucapnya.


“kau adalah aku..?! ” Satoji terlihat bingung.


disisi lain, Sinam sudah diambang kematian, lawan sudah bersiap menusuk tubuhnya yang tergeletak lemah.


Tes..


Tiba-tiba terlihat baju Sinam basah, air juga terlihat menetes.


orang itu terkejut, “air..?! ” dia memeriksa pakaian Sinam yang basah.


“hahaha..!! ” orang itu tertawa terbahak-bahak, “padahal kau sudah berusaha untuk berpura-pura pingsan, tapi kau malah buang air kecil di celana.” ucapnya.


orang itu mengubah ekspresinya menjadi mencekam, “kau sudah membuatku kesal, aku tidak akan melepaskan mu.. ” dia mengarahkan tusukan ke tubuh Sinam.


Blarr..


secara tiba-tiba, dengan dahsyatnya, air muncul dari bahu Sinam dan menyerbu orang itu, pakaian Sinam sobek di bagian bahu.


“apa..?! ” orang itu terkejut dan langsung melompat mundur.


Tap..


orang itu terlihat serius, “bagaimana mungkin.?! pengguna Elemen Air terakhir berasal dari Desa Elemen, seharusnya sudah tewas karena perang sembilan tahun yang lalu.. ” batinnya, “Huyabasa Nogo mewariskan masing-masing satu elemen pada ketiga anaknya.. Petir, Api dan Air.. tapi, kenapa anak ini bisa menggunakan air.?! ”


setelah beberapa saat berpikir orang itu tersenyum jahat, “aku tidak tahu tentang peperangan sembilan tahun lalu yang selalu dibicarakan orang itu, tapi.. itu artinya anak ini mewarisi darah Klan Nogo.. mungkin dia lebih mahal dari anak Taro itu.. jika aku menangkapnya, aku benar-benar kaya.. ” batinnya, sepertinya dia tidak sadar kematian sudah didepan matanya.


Sinam masih terlihat tenang, matanya masih terpejam, sepertinya dia masih hilang kesadaran.


orang itu menatap Sinam serius, “nah, sekarang bagaimana cara ku menghadapinya. ” batinnya.


Sinam menggerakkan tangannya ke depan, seketika air meluncur maju menyerang dengan sangat cepat.


“cepatnya.?! ” orang itu terkejut.


Blarr..


air mengguyur orang itu yang langsung terhempas jauh, tubuhnya menghantam pohon.


“akh.!! ” orang itu memuntahkan sedikit darah, tubuhnya masih terduduk bersandar di pohon bersama air yang masih menggenang.


Sinam kembali memainkan tangannya, matanya masih terbuka, seketika butiran-butiran air terlihat mengelilinginya.


orang itu kembali berdiri menatap Sinam, “kenapa matanya tertutup? apa dia tertidur.? ” dia menggenggam erat pedangnya.


butiran-butiran air di sekeliling tubuh Sinam perlahan membeku, Sinam memainkan tangannya, peluru es tersebut melesat cepat kearah musuh.


Trang.. Cting..


orang itu berusaha menepis dengan tebasan, sesekali dia juga menghindar.

__ADS_1


“AAAKKHH.!! ” tidak semua peluru es bisa dihindari orang tersebut, dia berteriak sekencang kencangnya, sesaat kemudian terlihat sekujur tubuhnya berlubang yang terdapat darah mengalir.


orang itu masih memaksa untuk berdiri, dia menatap Sinam dengan wajah ketakutan, “aku tidak bisa mengalahkannya, aku harus pergi, tidak masalah hanya membawa anak dari Klan Taro itu saja.. setidaknya aku selamat. ” batinnya, kemudian menoleh kearah Satoji.


“eh.?! ” orang itu terkejut, dia melihat Shaka merah kehitaman bergejolak di sekujur tubuh Satoji yang masih tergeletak.


Satoji yang tergeletak, kini mulai bergerak, dia berdiri dengan perlahan, wajahnya terlihat begitu mencekam, matanya tajam layaknya serigala lapar, taringnya panjang seolah haus darah, kukunya berubah menjadi cakar yang siap menerkam, Shaka di sekujur tubuhnya begitu pekat sehingga dia tidak terlihat jelas.


“GROOO..!! ” Satoji berteriak keras, namun terdengar seperti lolongan serigala yang kesepian.


orang itu terkejut dengan wajah ketakutan, “apa ini.?! kenapa jadi seperti ini.?! ” batinnya.


disisi lain, Abame mendengar suara lolongan Satoji, “suara itu.. sepertinya disekitar sini. ” gumamnya.


Tap.. Tap..


dengan gerakan cepat, Abame menuju kearah suara lolongan tersebut berasal.


“Shaka besar apa ini.?! ” gumam Abame, “aku merasakan ada dua Shaka yang sangat besar.. ”


Abame terus berlompatan diantara pepohonan, wajahnya terlihat serius, “Sinam.. aku yakin salah satu Shaka besar ini miliknya. ” batinnya.


Tap..


Abame berpijak di sebuah batang pohon, dia memandang kebawah tempat Sinam dan Satoji berada.


Abame tersentak, “ ini.. Elemen Air.?! ” dia menatap Sinam tidak percaya, lalu menoleh kearah Satoji, “lalu anak yang di sana.. mewarisi kekuatan Iblis Serigala.. ” batinnya.


orang itu menatap Satoji dengan wajah memucat, “kenapa?! seharusnya kau tertidur..?!” teriaknya, “darimana kekuatan mu itu.?! jawab aku anak Klan Taro sialan.!! ” air liurnya menetes, begitu juga air matanya, dia terlihat sangat ketakutan.


Satoji masih diam ditempat, “bunuh.. bunuh.. bunuh..!! ” gumamnya, Shaka ditubuhnya masih bergejolak.


Sinam juga masih diam ditempat, matanya masih tetap terpejam, mulutnya juga terdiam, hanya rambutnya yang terurai terkena tekanan udara, air disekelilingnya terlihat begitu mengancam.


Abame terkejut melihat Sinam, “air.?! ” batinnya, “Rokuga sialan, dia tidak mengatakan Hikari sudah mewariskan elemen air pada Sinam.. tunggu. ” dia menghentikan ucapan.


“tidak mungkin Sinam menguasai elemen air disaat sembilan tahun yang lalu, seharusnya saat itu Sinam masih berusia dua tahun.. jadi, bagaimana cara Hikari mewariskan elemen airnya. ” batin Abame lalu tersenyum, “setidaknya sedikit kebenaran mulai terungkap, tapi.. Sinam sepertinya tidak menyadarinya.. saat ini dia kehilangan kesadaran. ”


Satoji melesat cepat kearah musuh, dia melesatkan cakaran dengan Shaka merah yang menakutkan.


Zrakhh..


orang itu tidak sempat menghindar, tubuhnya koyak berbentuk cakar dan mengeluarkan darah.


Greb..


Satoji mencengkram leher musuh, cengkraman itu begitu erat, cakarnya masuk ke leher musuh.


“matilah..!! ” ucap Satoji terlihat mencekam.


“akh..!! ” darah orang itu keluar dari mulut, lehernya juga koyak terkena cakar.


Braakk..


setelah itu, Satoji melemparkan tubuh orang itu sejauh-jauhnya, orang itu menghantam pohon yang langsung tumbang.


Blarr..


masih tergeletak, air Sinam yang besarnya layak Tsunami menghantam orang itu. dengan seketika pohon-pohon bertumbangan di terkam air tsunami, lalu orang itu tidak terlihat lagi, sepertinya dia mati tanpa menyisakan mayat.


Abame tersenyum menatap Sinam dengan rambut terhembus terkena tekanan udara, “Sinam berdarah Klan Nogo dan mewarisi Elemen Air.. ” lalu menoleh Satoji, “lalu anak itu, dia berasal dari Klan Taro.. dan mewarisi kekuatan Iblis Serigala.. ”


Abame tersenyum lepas, “mereka sepertinya bukan bermusuhan.. kedua anak yang begitu spesial... aku tidak tahu masa depan seperti apa yang menanti mereka. ” batinnya.

__ADS_1


__ADS_2