SINAM

SINAM
Misi Pertama


__ADS_3

seminggu kemudian...


Sriing..


Sinam menyarungkan pedangnya, menghela nafas panjang, dia terlihat bosan.


Sinam menatap telapak tangannya yang dipenuhi benjolan, “ sudah seminggu berlalu, tapi aku masih belum bisa menguasai Jurus Satu Tarikan Nafas.. ” batinnya lalu menoleh kearah teman-temannya yang berlatih, “ latihan ku harus dibantu dengan seseorang, itu sebabnya aku tidak bisa menggunakan waktu dengan baik, sementara mereka semua terlihat sibuk.. tapi mereka tetap semangat. ”


cukup jauh dari Sinam, Ryugu duduk bersandar di batang pohon, dia menikmati udara sambil menatap awan seperti hari-hari yang telah lalu.


Sinam melirik Ryugu, “ anak itu.. mau sampai kapan dia seperti itu, apa dia akan menghabiskan waktu dengan bersantai.? ” batinnya, “ selain dengan Aozora, dia juga tidak pernah berbicara, dia lebih buruk dari Saken.. ” lanjutnya.


Sinam terlihat sedih, “ berbicara tentang Saken, kenapa dia tidak datang juga.. apa kesedihannya membuatnya lupa dengan teman-temannya. ” batinnya.


Braak..


Jiromaru menjatuhkan bokongnya ke tanah, dia terlihat kesal.


“ hosh.. hosh.. ” Jiromaru mengatur nafas, “ latihan, latihan, dan latihan.. apa bedanya kita dengan murid Akademi.?! ” ucapnya kesal.


“ benar, padahal kita sudah resmi menjadi Petarung muda Yama, kenapa kita tidak diberi tugas.?! ” sahut Takeshi.


“ ya, lagipula kita berlatih juga tidak ditemani guru, ini terasa sangat membosankan.! ” sahut Aozora.


Tap..


Tiba-tiba melesat bayangan seseorang, bayangan itu mendarat di tengah-tengah, semua orang terkejut.


“ jadi kalian sudah bosan, ya.? ” orang itu tidak lain adalah Deiki.


“ guru Deiki.?! ” semua orang terkejut.


Deiki menatap semua muridnya sambil tersenyum tipis, “ baiklah, aku akan memberikan kalian tugas. ” ucapnya.


“ tugas.?! ” semuanya langsung bersemangat.


“ Yosh.. ini yang ku tunggu-tunggu.! ” teriak Sansiro.


“ kalau begitu, ayo kita pergi ke suatu tempat, tempat dimana kalian akan mendapatkan tugas.! ” ucap Deiki lalu berjalan meninggalkan tempat itu.


“ ya..!! ” semuanya mengikuti langkah Deiki.


setelah cukup lama berjalan melewati perumahan pusat Desa Yama, Deiki dan murid-muridnya berhenti di depan sebuah bangunan dekat dengan gedung pimpinan, bangunan itu adalah tempat orang menyewa jasa keamanan Petarung Yama.


“ tempat apa ini.? ” tanya Sinam bingung.


Deiki menoleh Sinam, “ lebih baik kita masuk saja. ” ucapnya.


Tap.. Tap..


Deiki masuk ke gedung tersebut, begitu juga dengan Sinam dan yang lain.


di tempat itu, terdapat seorang pak tua berjanggut seta berkacamata sedang duduk santai, dia adalah penjaga gedung tersebut.


didepan pak tua, terlihat seorang pria berusia sekitar tiga puluhan tahun berdiri, sepertinya dia berniat menyewa jasa keamanan, dia adalah Matsuda.


“ aku datang. ” Deiki menyapa sambil tersenyum tipis.


pak tua menatap Deiki, lalu memandang kearah Sinam dan yang lain, “ mereka terlihat seperti anak-anak biasa. ” ucapnya.


“ bukankah kita tidak boleh menilai orang dari penampilan.? ” Deiki tersenyum tipis, “ mereka adalah murid-murid ku yang hebat. ” lanjutnya.

__ADS_1


“ ha? mereka yang akan mengawal ku.?! ” Matsuda terkejut dan memandang kearah Sinam dan yang lain.


pak tua memandang Matsuda, “ tidak ada pilihan lain, semua Petarung Yama sedang menjalankan tugas, hanya anak-anak ini yang tersisa. ” ucapnya datar.


Matsuda memandang kearah Sinam dan yang lain, “ aku membayar untuk anak-anak ini, tidak bisa dipercaya. ” ucapnya.


Deiki menatap datar Matsuda, “ jika anda merasa keberatan, anda bisa mengambil kembali uang anda dan kembali ke Desa Sanji sendiri. ” ucapnya, “ orang-orang Sanji sudah sering ke Desa Yama untuk berdagang senjata, dan mereka kembali ke Sanji dengan pengawalan Petarung muda Yama .. mereka juga tidak pernah diserang perampok, semuanya aman dan baik-baik saja. ” lanjutnya.


Matsuda menatap Deiki, lalu termenung cukup lama, seolah ada yang dia sembunyikan.


Deiki menatap Matsuda, “ atau mungkin anda bukan pedagang dari Sanji.? ” ucapnya serius.


“ apa maksud mu? aku memang berasal dari Sanji. ” jawab Matsuda cepat, namun dia terlihat gugup.


“ begitu, ya.. ” ucap Deiki, lalu menatap Sinam dan yang lain, “ jadi, apa anda masih meragukan anak-anak ini.? ” lanjutnya.


Matsuda memandang kearah Sinam dan yang lain, “ mereka memang masih anak-anak, tapi.. mungkin mereka akan mengorbankan nyawanya untukku.. ” batinnya.


Matsuda menghela nafas, “ tidak ada pilihan lain selain membiarkan mereka mengawal ku. ” ucapnya.


Deiki menatap Sinam dan yang lain, “ baiklah semua, aku juga tidak memiliki banyak waktu, jadi tolong lindungi paman Matsuda. ” ucapnya.


“ tapi guru, kami hanya sembilan orang, kenapa Saken tidak ikut.? ” Sinam bertanya.


“ aku sudah mendatangi kediaman Klan Takeyomi, dan ayahnya mengatakan dia sedang sakit. ” jawab Deiki. “ lagipula sembilan orang itu sudah sangat banyak, aku menugaskan ini pada kalian sebagai misi pertama. ” lanjutnya.


Sinam terkejut, “ sakit? aku tidak percaya orang sekuat Saken bisa sakit juga. ” ucapnya.


“ kalau begitu, aku pergi dulu, teman-teman ku sedang menunggu ku. ” ucap Deiki lalu melesat dengan cepat.


pak tua melirik kepergian Deiki, “ dia pergi dengan seenaknya. ” batinnya.


Pak tua menatap Matsuda, “ baiklah, sudah diputuskan bahwa kesembilan anak ini yang mengantar anda sampai batas Desa Sanji.! ” ucapnya keras.


“ Yosh.. ayo berangkat.!! ” teriak Sinam sambil mengangkat tangan.


Tap... Tap..


perjalanan di mulai, setelah cukup lama berjalan, mereka sudah meninggalkan Desa Yama, kini mereka berada di jalan yang kiri kanannya terdapat hutan.


Matsuda yang awalnya terlihat santai, kini mulai terlihat panik, wajahnya berkeringat dingin dengan mata yang melirik ke kanan dan kiri, “ aku tidak yakin dengan anak-anak ini, apakah aku aman.? ” batinnya, “ aku takut mereka merebut uang ku ini. ” lanjutnya sambil memegang tasnya.


Sinam memandang Matsuda yang menggenggam erat tasnya, “ paman Matsuda, memangnya apa yang ada di tas mu itu? kau terlihat sangat waspada. ” dia bertanya.


Matsuda menoleh Sinam, “ tidak, bukan apa-apa. ” jawabnya tersenyum palsu.


“ memangnya apa yang paman Matsuda lakukan ke Desa Yama.? ” Sinam kembali bertanya.


“ aku berdagang senjata. ” jawab Matsuda.


Sinam tersenyum hangat, “ kalau begitu, yang berada di tas mu itu adalah uang. ” ucapnya.


Matsuda terkejut, lalu melirik tajam Sinam, “ anak ini.. walaupun terlihat polos, tapi dia pintar juga. ” batinnya.


★★★★★


di lokasi yang tidak jelas, di tengah-tengah hutan yang tak terjangkau cahaya sehingga gelap, di tanah terdapat sebuah lubang yang cukup besar, seperti pintu masuk di sebuah gua.


mengikuti lubang tersebut, jauh menelusuri ke dalam, ternyata terdapat bangunan megah dan luas, disitu terdapat banyak ruangan yang menyimpan berbagai macam senjata, dan itu terlalu banyak.


didalam salah satu ruangan yang agak gelap karena hanya mengandalkan cahaya lilin, terdapat cukup banyak orang berkumpul.

__ADS_1


diantara segerombolan orang-orang tersebut yang berdiri, ada seorang pria duduk dengan santai ala seorang pemimpin di sebuah kursi, dia berkacamata hitam dengan kepala botak, dia adalah Agara sang pimpinan Organisasi kriminal ini yang mereka sebut ‘ Kaisar Besi.’


“ Satoru, cepat temukan Matsuda, mata-mata ku mengatakan dia sedang melakukan perjalanan dari Yama menuju Sanji. ” ucap Agara pada seseorang.


“ kenapa harus aku.? ” jawab seorang pemuda di depan Agara dengan datar, dia bertubuh tinggi dan kekar, rambutnya hitam panjang, dia adalah Satoru Taro yang memiliki bola mata merah.


Agara menatap tajam Satoru, “ anjing yang datang beberapa bulan lalu dengan kondisi menyedihkan, sekarang mulai menunjukkan taringnya. ” ucapnya sambil tersenyum.


Satoru menatap datar Agara, “ benarkah? bukankah kalian sendiri yang membawa ku ke tempat ini. ” jawabnya santai.


Agara menatap Satoru kesal, “ Satoru, aku tahu sekarang kau memang kuat, tapi tetap saja kau tidak bisa mengalahkan para Petarung lain disini yang berjumlah ratusan. ” ucapnya, “ jadi, berhentilah membangkang.! ” lanjutnya.


Satoru menatap datar para petarung yang berada di belakang Agara, mata merahnya yang memantulkan cahaya lilin terlihat menakutkan, ” benar juga, itu memang mustahil. ” ucapnya datar.


“ Satoru, jika kau menemukan Matsuda, bunuh dia dan ambil uangnya, pengkhianat seperti dia harus di bunuh.!! ” teriak salah seorang pria, dia berdiri di samping kanan Agara, dia adalah Ryota.


Satoru menatap datar Ryota, “ memangnya kau siapa berani memberi perintah.? ” ucapnya dingin.


Ryota terlihat kesal, “ sialan, tunjukkan rasa hormat mu pada atasan mu, aku adalah tangan kanan ketua, sementara kau hanyalah anak yang berhasil selamat dari pembantaian Klan Taro, kau anak yang menyedihkan.!! ” teriaknya.


seketika Satoru terlihat mencekam, dia menatap tajam Ryota, “ berhenti menyebut tentang Klan Taro seolah kau tahu segalanya.! ” ucapnya dingin.


“ memangnya apa yang akan kau lakukan jika aku menghina Klan Taro.? ” Ryota tersenyum remeh.


“ daripada hanya bicara, kenapa kita tidak bertarung saja.? ” ucap Satoru sambil tersenyum jahat, dia memegang gagang kedua pedang yang menempel di punggungnya.


Deg..


Ryota tersentak, dia terlihat ketakutan bersama keringat dingin yang menetes dari keningnya, kemudian disusul dengan suara tenggorokan yang menelan ludah.


Agara menatap Satoru, “ sudah cukup, tidak ada yang mengizinkan kalian bertarung, sesama anggota Kaisar Besi dilarang bertarung. ” ucapnya datar, “ dan kau Satoru, sekarang pergilah cari Matsuda, tapi kali ini kau tidak sendiri. ” lanjutnya.


“ tidak sendiri? apa maksud mu.? ” Satoru sedikit bereaksi.


“ kau akan ditemani seseorang, dia adalah anggota baru Kaisar Besi.. karena seusia mungkin kalian bisa akrab. ” ucap Agara.


Agara menoleh ke suatu arah, “ kemarilah.! ” perintahnya.


Tap.. Tap..


terdengar suara langkah kaki dari kegelapan, perlahan terlihat kaki hingga badan, dan akhirnya wajah seorang pemuda, dia tidak lain adalah Akaza Takeyomi, kakak Saken.


“ dia berasal dari Yama, namanya Akaza Takeyomi. ” ucap Agara.


Satoru Taro menatap Akaza Takeyomi, “ aku tidak perduli dengan orang lain, jadi jangan berharap aku akan melindungi mu saat terdesak. ” ucapnya datar.


Akaza tersenyum tipis, “ dan sebaliknya.. ” ucapnya.


“ sekarang pergilah.! ” Agara memerintah.


Tap..


detik selanjutnya, Satoru dan Akaza sudah menghilang dari tempatnya, keduanya bergerak cepat.


Agara menatap kepergian Satoru, “ Satoru sialan, dia benar-benar cepat berkembang, beberapa bulan yang lalu dia hanyalah pecundang yang tidak bisa apa-apa, sekarang.. mungkin aku sendiri tidak bisa mengalahkannya, Klan Taro memang istimewa, lalu kemampuan berpedangnya itu.. ” batinnya serius.


Tap..


Satoru dan Akaza sudah keluar dari lubang pintu masuk kedalam gedung bawah tanah tadi, keduanya berdiri di bawah pepohonan yang rimbun dengan mata memandang ke depan dengan pikiran masing-masing.


Akaza terlihat berpikir, “ padahal baru saja bergabung, tapi aku sudah mendapat tugas yang merepotkan, bisa jadi Petarung Yama sedang mengawal orang bernama Matsuda itu. ” batinnya sambil tersenyum.

__ADS_1


di samping Akaza, Satoru menatap depan dengan wajah datar, rambut panjangnya terhempas angin membuatnya terlihat semakin tampan, dia benar-benar sangat tenang.


sedikit mengingatkan, Satoru Taro adalah kakak dari Satoji Taro, namun keduanya saling berpisah saat pembantaian Klan Taro yang dilakukan oleh Kelelawar Merah.


__ADS_2