SINAM

SINAM
Jurus Dua Sentuhan


__ADS_3

“sekarang saatnya.! ” Sinam tersenyum, kedua tangannya masih menggenggam kaki Tori yang tetap kaku.


Tori menatap Sinam tidak percaya, “apa ini? kenapa tubuh ku terasa kaku.? ” batinnya dengan wajah ketakutan.


“waktu ku hanya sekitar sepuluh detik.. ” Sinam bergerak cepat.


Blakk..


Sinam menendang kaki Tori yang menjadi tumpuan berdiri, seketika tubuhnya kehilangan keseimbangan dan hendak menghantam bumi.


“akh.” Tori kesakitan, “sial.” batinnya.


“apa.?! ” melihat kejadian itu, semua orang terkejut, termasuk para pimpinan dari keempat Desa.


Blak.. Buaakk..


belum menyentuh bumi, tubuh Tori langsung di sambut oleh tendangan keras milik Sinam, kini tubuhnya melambung tinggi ke udara. setelah itu, Sinam melompat ke atas dan menghujani Tori dengan pukulan.


Deiki terkejut, “situasi berbalik? apa yang terjadi.? ” batinnya bingung.


sisi lain, diantara gerombolan petarung dari Desa Arkan, terlihat seorang anak sedang menatap arena pertarungan dengan serius, namanya adalah Jido.


“ada yang salah disini, seharusnya serangan seperti itu masih bisa ditahan oleh Tori.. ” batin Jido, dia memperhatikan Tori yang terus dipukul oleh Sinam dengan seksama, “jika diperhatikan, posisi tubuh Tori masih belum berubah walau terus terkena pukulan, tubuhnya seperti kaku, sebenarnya apa yang terjadi.? ”


“ini detik terakhir.! ” batin Sinam, dia menangkap kedua kaki Tori saat masih di udara, mengayunkan lalu melemparkan tubuh Tori sekuat-kuatnya.


“HIAA.!! ” Sinam berteriak keras.


Braakk..


tubuh Tori melesat cepat kearah tembok, lalu menghantam tembok tersebut hingga hancur, debu kembali menyamarkan arena.


Sinam sudah menginjak bumi, dia menatap debu menggumpal yang menutupi Tori, “hosh.. hosh..! ” dia mengatur nafas, “hebat, teknik ini benar-benar hebat! dengan begini, aku bisa mengalahkannya.. ” kemudian tersenyum.


Krak..


Tori mengangkat puing-puing yang menimpanya, lalu bangkit dengan tubuh penuh darah, wajahnya terlihat sangat kesal.


“sialan, bisa-bisanya tubuh ku kaku disaat seperti itu. ” batin Tori kesal.


“jadi kau masih bisa bertahan, ya. ” ucap Sinam tersenyum remeh.


Tori menatap Sinam dengan kesal, “kau hanya beruntung, jika tidak, mungkin kau sudah tidak bisa bicara lagi.. ” ucapnya lalu tersenyum.


Sinam tersenyum tipis, “benarkah.? ”


Tori kembali bersiap, “baiklah, akan ku buat kau jauh lebih menderita dari apa yang ku rasakan.!! ” teriaknya lalu kembali berlari.


“jangan besar bicara, ayo maju dan hadapi aku.!! ” Sinam menantang dengan penuh semangat.


Tap.. Tap..


keduanya berlari saling memburu, beberapa detik kemudian keduanya sudah berhadapan dan mulai mengeluarkan gerakan.


“matilah.!! ” Tori melepaskan tinju kearah wajah Sinam.


Sinam sedikit mengelakkan wajahnya untuk menghindar, “aku bisa menghindarinya, gerakannya mulai melambat. ” batinnya.


Wushh..


tinju Tori menghantam udara, namun itu cukup untuk membuat rambut Sinam terhempas.


Sinam melirik tinju Tori yang nyaris mengenainya, kemudian menatap Tori yang berada di depannya, “sekarang giliran ku. !! ” batinnya.


Blaak..


Sinam melesatkan tendangan menyamping dengan keras, Tori menahan dengan lengannya.


Buaakk..

__ADS_1


dengan cepat, Tori membalas dengan tendangan lurus yang menghantam perut Sinam.


“akh..!! ” terdengar suara Sinam kesakitan, kemudian diikuti dengan tubuhnya yang terhempas kebelakang.


Sinam tersenyum tipis walau tubuhnya masih terhempas, “sekali lagi, Jurus Dua Sentuhan berhasil. ” batinnya.


Tori tersenyum remeh, “serangan seperti itu tidak akan berpengaruh pada ku.. ” ucapnya, namun tiba-tiba dia terkejut dengan ekspresi tidak percaya, “apa ini? kenapa tubuhku tidak bisa bergerak? sama seperti tadi. ” dia mencoba menggerakkan tubuh tapi tidak bisa.


Tap...


saat masih melayang di udara, Sinam memutar tubuhnya dan mendarat dengan cantik, “tidak ada waktu untuk terjatuh, aku harus segera menyelesaikan ini.!! ” dia langsung berlari memburu Tori yang masih diam.


“matilah..!! ”


Buaakk..


dengan sangat telak, tinju Sinam menghantam hidung Tori yang langsung mengeluarkan darah, tubuhnya jatuh seperti patung yang tumbang.


“apa..?! ”


“kenapa? apa yang terjadi.?! ”


“kenapa dia tidak menghindar? apa dia sengaja membiarkan lawannya memukulnya.?! ”


semua orang terkejut menyaksikan pertarungan itu.


pimpinan Desa Yama, Mikami Sato melirik Judoro sang pimpinan Arkhan, “ada apa ini? seharusnya serangan seperti itu bisa dihindari dengan mudah. ” ucapnya datar.


Judoro melirik Mikami, “kau benar, mungkin ada kesalahan pada tubuh anak itu, mungkin dia mengalami cedera. ” ucapnya, dia menatap Sinam dengan tajam, “tidak, itu adalah alasan yang ku buat-buat, aku yakin ini adalah teknik anak dari Desa Yama itu. ” batinnya serius.


Deiki menatap Sinam yang berada di arena pertarungan, “bukan sebuah kebetulan jika tubuh anak itu tidak bisa bergerak, itu selalu terjadi ketika dia beradu pukul dengan Sinam, mungkinkah ini adalah teknik milik Sinam.? ” batinnya serius, “jika ia, siapa yang mengajarinya teknik hebat seperti itu.? ”


Buakk.. Buakk..


Sinam menginjak-injak tubuh Tori dengan brutal, sementara Tori tidak bisa bergerak.


“Sial, dia memperlakukan ku seperti sampah, aku tidak bisa menerima ini.!! ” batin Tori.


Tap..


Tori menatap Sinam yang berada di atasnya, “sudah bisa bergerak.! ” dia langsung menyilangkan kedua tangannya untuk menahan tendangan Sinam.


Buaakk..


hantaman dahsyat terjadi, tanah tempat Tori tergeletak hancur berkeping-keping, tubuhnya masuk kedalam bumi, asap tebal menutup pandangan.


Tap..


Sinam mendarat, dia menatap gumpalan debu yang menutupi Tori, “aku yakin dia tidak mungkin lagi bertahan. ” gumamnya sembari mengatur nafas.


Krak.. Krak..


sekali lagi, Tori masih bisa bergerak, dia menyingkirkan puing-puing dari tubuhnya, namun tubuhnya sudah dibanjiri darah dan kelelahan.


“apa.?! ” Sinam terkejut, dia mengadu gigi pertanda kesal.


“hosh.. hosh..! ” Tori mengatur nafas, “aku tidak akan kalah oleh sampah seperti mu.! ” tubuhnya bergetar.


“jika terus menggunakan Jurus Dua Sentuhan, bisa-bisa petarung lain menyadarinya, ini adalah teknik andalan ku untuk saat ini. ” batin Sinam.


Deg...


Tiba-tiba Sinam tersentak, seolah ada mata yang memandang dirinya dengan tajam dibelakang, dia membalikkan badan, disitu terlihat Jido menatap Sinam tajam sambil tersenyum jahat.


“aku sudah mengerti, tubuh Tori tidak bisa bergerak karena pengaruh Jurus anak itu, dan itu terjadi ketika mereka beradu pukul beberapa kali. ” Jido menatap Sinam dengan wajah mencekam, “ berikutnya, aku yang akan mengalahkannya. ” batinnya.


Sinam masih menatap Jido, “jadi, dia sudah mengetahui cara kerja Jurus ku, ya.. ” awalnya dia terlihat kesal, namun tiba-tiba tersenyum jahat, “tapi, itu saja tidak akan membuat ku takut sedikitpun. ” batinnya.


“hey, apa yang kau lihat.!! ” Tori berteriak.

__ADS_1


Sinam mengalihkan pandangan, dia menatap Tori, kemudian melirik sebilah pedang yang menancap di tanah, itu adalah pedang milik Sanji, “baiklah, aku akan mengakhiri ini. ”


Sinam mengambil pedang Sanji, “Sanji, aku akan mengalahkan anak ini dengan senjata milikmu, aku harap kau melihat ini, tapi itu mustahil, aku yakin sekarang kau masih terbaring lemah. ” batinnya.


Zuorr..


dengan tiba-tiba, Tori mengeluarkan Shaka yang mengalir di seluruh tubuhnya.


“aku sudah kehabisan Shaka, ini adalah serangan terakhir ku.” batin Tori.


Deiki terkejut, “dia mengeluarkan Shaka sebanyak itu? bagi anak yang baru bisa mengeluarkan Shaka itu memang wajar karena Shaka dari lahir tiba-tiba meledak, tapi bagi orang seperti dia, bisa-bisa.. ” batinnya.


Sinam dan Tori bersiap dengan mata saling tatap, detik berikutnya keduanya berlari saling mendatangi, Tori dengan tubuh penuh Shaka, sementara Sinam dengan sebilah pedang.


Srakk..


tanah yang di lewati Tori hancur, sepertinya tekanan yang diberikannya cukup kuat.


“dengan serangan ini, aku akan mengalahkan mu.!! ” teriak Tori.


Sinam terus berlari, “serangannya terlalu dahsyat, aku tidak bisa menggunakan Jurus Dua Sentuhan, aku tidak mungkin mendaratkan pukulan disaat seperti ini. ” batinnya.


Tap..


dengan cepat, Sinam melompat mundur, dia berdiri di depan dinding arena pertarungan.


“dia mundur? apa rencananya.? ” wasit sedikit terkejut.


“percuma, kau tidak bisa lari dariku..!! ” teriak Tori.


Boomm..


terdengar suara ledakan dahsyat, itu terjadi akibat serangan Tori yang menghantam tembok dibelakang Sinam, tidak jelas terlihat karena langsung tertutupi gumpalan debu, dan semua orang berpikir pertarungan sudah selesai, Sinam tidak mungkin bisa bertahan dari serangan seperti itu.


Tori tersenyum jahat meski belum melihat tubuh Sinam karena gumpalan debu, “berakhir.” dia menekan tinjunya semakin erat.


beberapa saat kemudian, Shaka Tori mulai lenyap, kedua lututnya terjatuh ke tanah, sepertinya dia sangat kelelahan.


debu mulai menghilang, terlihat retakan retakan dinding yang cukup parah, tidak tahu apakah Sinam berada di antara puing-puing tersebut.


Krak..


salah satu puing-puing terjatuh ke tanah, Tori terkejut dan menoleh bekas serangannya, “apa? dimana dia.?! ” dia tidak melihat Sinam.


“kau yang berakhir.. ” tiba-tiba Sinam bersuara dingin dari belakang Tori.


“apa.?! ” Tori melirik kebelakang, ujung pedang Sinam sudah mengancam lehernya, “kau sejak kapan.?! ”


Sinam menatap datar, “itu bukanlah hal penting, yang terpenting kau sudah kalah.. ” ucapnya datar.


“apa katamu.?! ” Tori terlihat kesal.


“kau sudah kalah, pemenangnya adalah Sinam dari Desa Yama. ” wasit membuka suara, “dalam pertarungan nyata, mungkin kepala mu sudah terpisah dari tubuh mu.! ” lanjutnya.


“kau dengar..? ” Sinam menjauhkan ujung pedangnya dari leher Tori.


“cih, Sial..!! ” Tori mengadu gigi dan memukul tanah pertanda kesal, dia berdiri dan melirik Sinam, “aku tidak akan pernah mengaku kalah oleh orang-orang sampah seperti kalian, sampai kapanpun kalian akan menjadi sampah yang tidak mengerti apa itu kekuatan. ” ucapnya.


“sampah katamu.? ” Sinam terlihat kesal, “orang sampah tidak akan pernah mengakui bahwa dia sampah, tapi jika kau mendengar ada orang mengaku bahwa dia sampah, kau harus mengerti betapa berat hidupnya, karena biasanya dia memiliki penyesalan hidup yang menyakitkan.. sampah sesungguhnya adalah dirimu.!! ” dia menunjuk Tori.


“Sanji adalah anak pimpinan Desa Sanji, dan semua orang pasti berharap besar padanya, tapi, harapan itu menjadi kecewa yang berujung penghinaan setelah tahu kenyataan, bagi Sanji sendiri, dia hanya bisa berusaha sekuat mungkin, bagi orang yang tidak memiliki Shaka dia adalah sosok yang hebat.. ” ucap Sinam.


Bukk..


Tori terjatuh, “apa ini? apa aku terlalu memaksakan diri.? ” dia mulai kehilangan kesadaran dan akhirnya pingsan.


wasit mengangkat tangan Sinam, “pemenangnya adalah Sinam dari Desa Yama.!! ” teriaknya.


“ya, aku menang..!! ” Sinam berteriak semangat.

__ADS_1


wasit melirik Sinam, “awalnya aku berpikir bahwa dia anak yang bodoh, tapi didalam pertarungan cara berpikirnya benar-benar berubah, dia sengaja mundur ke dinding agar serangan Tori terhenti, dia juga membuat semua orang berpikir bahwa dia terkena serangan itu.. ” batinnya, “ jika tidak seperti itu, dia akan terus di buru oleh Tori sampai serangan Tori berakhir.. berapa kalipun dia menghindar..”


__ADS_2