
Hikari menatap Judoro yang masih memandangi tinjunya, kemudian melirik Hikaru yang saat ini sedang berjongkok di samping Himiko.
“kakak, apa yang terjadi? jelaskan secara singkat.! ” tanya Hikari pada Hikaru.
Hikaru menoleh, “aku tidak tahu kepastiannya, tapi sepertinya kakak berkhianat. ” jawabnya.
Hikari memejamkan matanya, “jadi begitu, ya. ” ucapnya, “aku tahu kalian berdua selalu bersaing, tapi aku tidak menyangka akan jadi seperti ini. ”
Hikaru menundukkan kepalanya, “kau benar, seharusnya dari awal aku tidak berebut posisi pemimpin dengannya. ” dia terlihat sedih.
“ini bukan salah mu, aku yakin dia memiliki alasannya tersendiri. ” ucap Hikari, “lalu.. dimana istriku dan Sinam? apa mereka baik-baik saja.? ” lanjutnya bertanya.
“aku tidak tahu, tapi aku masih bisa merasakan Shaka milik istrimu. ” jawab Hikaru.
“kalau begitu, kakak dan Himiko pergilah cari anak dan istri ku, biar aku yang mengurus mereka. ” Hikari terlihat serius.
Hikaru terkejut, “Hikari, kau bukanlah tandingan mereka, aku tidak akan meninggalkan mu sendirian. ”
Hikari melirik sambil tersenyum, “sudah tugas ku untuk menjaga desa ini, karena aku adalah sang panglima air, ketua pertahanan desa Elemen. ”
“Hikari.. kau..? ” Hikaru menatap adiknya dengan mata berkaca-kaca.
“paman.. ” Himiko terlihat kagum.
“pergilah, tolong selamatkan anak dan istri ku, bawa mereka menjauh dari desa ini sebelum hancur total. ” ucap Hikari serius.
“baiklah paman, aku akan menyelamatkan Sinam walau harus mengorbankan nyawa ku.! ” Himiko bergegas pergi.
“paman percaya padamu, Himiko.! ” Hikari tersenyum.
Hikaru bersiap untuk pergi, “baiklah Hikari, aku serahkan mereka padamu, tetaplah hidup adikku. ” lalu melompat pergi bersama Himiko.
setelah itu Hikari menatap Judoro yang berada di depannya, “baiklah, ayo kita lanjutkan. ”
Tap..
Judoro bergegas memburu Hikaru, “ sudah membuat tinjuku tidak bisa digunakan, jangan harap bisa pergi. ” dia terlihat kesal.
“aku lawan mu. ” Hikari menahan dengan mengeluarkan air untuk menyerang Judoro.
Judoro menoleh kearah air milik Hikari yang kearahnya, “cih, sial. ” kemudian bergegas mundur untuk menghindar.
Blarr..
air mengguyur tanah sampai berlubang.
Judoro menatap Hikari dengan kesal, “sepertinya aku harus membereskan mu terlebih dahulu. ”
Ikumo dan Mikami berpindah tempat mendekati Judoro, saat ini ketiga musuh sudah berdiri berdampingan.
Ikumo melirik Mikami, “bagaimana? apa sebaiknya salah satu dari kita mengejar penguasa Api. ? ”
“ya, aku rasa lebih baik begitu. ” jawab Mikami.
“aku yang akan membunuh penguasa Api. ” ucap Judoro sambil tersenyum, “tapi setelah membereskan yang satu ini. ” dia memasang kuda-kuda sambil menatap Hikari.
Mikami tersenyum, “pertahanan Es dari penguasa Air memang lumayan, tapi Shaka yang di butuhkan untuk mengubah Air menjadi Es juga tidak sedikit. ayo kita lihat seberapa lama dia bisa bertahan.! ”
“lagipula, dari rumor yang beredar, penguasa Air tidak sekuat dua kakaknya, penguasa Petir dan Api. ” Ikumo tersenyum.
Hikari menatap ketiga musuh dengan serius, “menghadapi tiga pimpinan sekaligus... sepertinya sulit untuk bisa melanjutkan hidup setelah ini. ” batinnya.
__ADS_1
Mikami menarik pedangnya, “ayo maju.! ” kemudian melesat cepat kearah Hikari.
tidak sampai satu detik setelahnya, Ikumo dan Judoro menyusul dari belakang dengan persiapan bertarung khas diri mereka, Ikumo dilengkapi dengan banyak senjata, sementara Judoro hanya tangan kosong.
“mereka datang.! ” Hikari juga bergegas maju dengan sebilah pedang.
“untuk mengulur waktu, aku harus menghemat Shaka sebisa mungkin. ” batin Hikari.
Ctang...
tebasan pertama, Hikari menahan serangan dari Mikami, keduanya sama-sama terdorong mundur, namun mereka kembali maju.
Hikari berlari kearah Mikami yang juga berlari kearahnya, namun tiba-tiba dia dikejutkan oleh Ikumo dan Judoro yang memotong Mikami.
Ctang.. Ting.. Trang..
Ikumo melesatkan tebasan beruntun dari beberapa pedang yang ada di tangan kanan serta mulutnya, dengan cepat Hikari menahan dengan tebasan.
“teknik berpedang yang sangat luar biasa, jika tangan kirinya masih ada, mungkin aku tidak bisa menahan semua tebasan nya. ” batin Hikari melirik tangan kiri Ikumo yang sudah puntung.
disaat bersamaan, Judoro juga mengarahkan pukulan serta tendangan kearah Hikari yang hanya bisa menghindar.
diawal pertarungan, keempat petarung tersebut tidak ada yang menggunakan jurus mereka,semuanya hanya mengandalkan teknik berpedang dan pukulan sambil berlompatan kesana-kemari.
Mikami memandang Hikari yang berhasil menepis semua serangan Ikumo, “cih, kemampuan berpedang nya tidak bisa diremehkan, dia bahkan mampu mengimbangi pimpinan pasukan Sanji. ” dia terlihat kesal lalu bergegas maju.
Ctang.. Cting...
pertarungan tiga lawan satu terus berlanjut, berulang kali Hikari terkena goresan, namun itu hanya luka kecil.
Blaak..
disuatu kesempatan, Judoro berhasil melepaskan pukulan dengan tinju kirinya, walau sempat menahan, tapi Hikari tetap terpental jauh dan terjatuh.
“lihat kemana kau. ! ” tiba-tiba Ikumo berteriak sambil melesatkan tebasan dari atas, namun pedangnya terlihat bercahaya.
“apa?! ” Hikari terkejut dan menoleh, “pedangnya dialiri Shaka, aku harus menggunakan Air ku. ”
Hikari mengayun mundur pedangnya, air mulai terlihat melingkari seluruh pedangnya, “terima ini. ! ” dia berteriak sambil melesatkan tebasan kearah pedang Ikumo.
Blaarr.
kedua tebasan itu bertemu, tekanan yang dihasilkan cukup menghancurkan tempat sekeliling, kemudian debu datang menutupi.
Tap..
Hikari dan Ikumo keluar dari kepulan debu tersebut, pakaian keduanya terlihat sangat lesu.
Ikumo menatap Hikari dari kejauhan, disampingnya berdiri Judoro dan Mikami, “apa yang barusan? apakah mungkin itu pedang kembar.?! ” Ikumo terlihat serius namun bersemangat.
“kedua pedang legendaris tersebut tidak berkekuatan Air, hanya Api dan Petir.. mungkin dia menguasai Elemen Air lebih dari yang kita duga. ” Mikami juga serius.
“Pedang Kembar katamu? apa kau percaya pada legenda tersebut? lucu sekali.. ” setelah itu Judoro tertawa kecil.
“jika kau menganggap Pedang Kembar hanya legenda tak berdasar, itu artinya kau belum melihat Lembah Pedang Kembar, Judoro. ” sahut Mikami.
“Lembah Pedang Kembar.?! ” tanya Judoro serius.
“hehehe, jadi kau benar-benar tidak tahu, ya. memalukan. ” ejek Ikumo, “Lembah Pedang Kembar adalah Lembah yang tercipta karena pertarungan antara pengguna Pedang Api dan Pedang Petir, menurut cerita, pertarungan tersebut benar-benar dahsyat, sayang sekali aku belum lahir di masa itu.. sampai sekarang, sebagai pecinta senjata, aku sangat ingin memiliki salah satunya. ” jelasnya.
“sayangnya aku tidak, pasukan Shaka lebih senang bertarung tanpa senjata, tidak seperti pasukan Sanji. ” ucap Judoro.
__ADS_1
Mikami melirik Ikumo dan Judoro, “sudah cukup ceritanya, ayo kita akhiri pertarungan ini. ”
Csss..
Mikami mengaliri pedangnya dengan Shaka yang sangat besar, “terimalah serangan ku ini. ” dia menatap Hikari.
“aku juga tidak akan menahan diri. ” sahut Hikari.
Hikari mengeluarkan airnya, kemudian air tersebut membeku dengan bentuk seperti ujung belati.
Wushh...
bongkahan bongkahan es melesat kearah Mikami yang langsung menghindar kesana kesini.
tidak butuh waktu lama, Mikami berhasil melewati serangan Hikari, kini dirinya sudah berada di depan Hikari dengan tebasan pedang yang dialiri Shaka.
Mikami melompat, “matilah..! ” teriak Mikami.
“gawat, sepertinya tebasan ini sangat kuat. ” Hikari melompat mundur.
Blaaarrr...
pedang Mikami menghantam bumi, tanah terbelah lumayan lebar dan panjang seperti jurang.
“sial! ” Hikari masuk kedalam lubang tersebut.
Ikumo melirik Mikami dengan tatapan kesal, “cih, kemampuan bersenjata berasal dari Sanji, aku akan memperlihatkan teknik terkuat ku. ” batinnya.
Tap.. Tap..
Mikami berjalan menuju tempat Hikari terjatuh, “tidak mungkin serangan meleset seperti itu membunuhnya. ” Gumamnya.
Blaaarrr...
dengan sangat cepat air muncrat dari lubang tersebut menyerang Mikami.
“sudah kuduga, tidak mungkin semudah itu. ” Mikami menghindar dengan melompat mundur.
Tap..
Hikari berdiri tegak, menatap semua musuh, di sekujur tubuhnya dipenuhi dengan air yang menari-nari siap menerkam.
tanpa basa-basi, Ikumo melompat tinggi, kemudian memainkan tarian pedangnya, “Jurus Pedang Seribu. ” ucapnya.
seketika itu juga, ribuan pedang yang tercipta dari Shaka muncul, lalu melesat kearah Hikari.
Hikari menarik tangannya ke depan, seketika air membentuk petak dan membeku dengan ukuran besar dan tebal, “Tembok Es. ”
Mikami dan Judoro memandangi kedua petarung yang berada di depan mereka dengan masing-masing jurus, “kalau tidak salah, Jurus ini adalah Jurus yang melukai penguasa Api tadi. ” ucap Mikami.
“dengan kemampuan pengendalian yang masih jauh dari penguasa Api, sepertinya penguasa Air tidak mungkin bisa menahannya. ” ucap Judoro.
Boomm..
seribu pedang Shaka milik Ikumo menghantam tembok es milik Hikari, masih belum jelas apa yang terjadi, saat ini debu menutupi pandangan semua orang dari Hikari.
sesaat kemudian, terlihat tembok es milik Hikari masih utuh, sudah jelas serangan Ikumo tidak memberikan pengaruh.
Hikari tersenyum, “jujur saja, dari segi menyerang aku bukanlah kedua tandingan kakakku, tapi masalah pertahanan akulah yang terkuat.. karena dari awal aku tidak ingin membunuh. ”
“apa?! ” Ikumo terkejut.
__ADS_1
Mikami tersenyum melirik Ikumo, “sepertinya serangan sangat lemah. ”
“tutup mulut mu.! ” Ikumo terlihat geram, “akan ku perlihatkan semua kemampuan ku di pertarungan ini.! ” dia kembali bersiap dengan jurus berikutnya.