SINAM

SINAM
Jurus Legendaris


__ADS_3

Zuorr...


Judoro berdiri kokoh, Shaka ungu dari tubuhnya begitu dahsyat, angin kencang memberikan tekanan sehingga debu beterbangan.


Mikami dan Ikumo terkejut sambil menutupi wajahnya, “hebat, aku belum pernah melihat Shaka sebesar ini. ” ucap Ikumo.


“benar, sepertinya Judoro berniat menggunakan Jurus andalannya. ” sahut Mikami.


Hikari berdiri tegak menatap Judoro, rambutnya terhempas kesana-kemari terkena tekanan Shaka Judoro, “orang ini sangat kuat, aku harus waspada. ” gumamnya serius, sekujur tubuhnya dipenuhi luka.


“HIIAAAA!! ” Judoro berteriak keras, Shaka miliknya membuat tanah sekelilingnya hancur.


Braaakk..


kaki Judoro tenggelam kedalam tanah, dia memasang kuda-kuda setengah berjongkok dengan kaki kanan sedikit ke depan, sepertinya dia bersiap menyerang.


“lihatlah baik-baik Jurus yang akan merenggut nyawamu ini, penguasa air.! ” Judoro tersenyum jahat.


“kuda-kuda ini.?! ” Mikami terkejut.


“tidak salah lagi, ini adalah jurus legendaris dari desa Arkan, Jurus pamungkas yang sering digunakan oleh pimpinan desa Arkan yang sebelumnya.! ” Ikumo juga terkejut.


“tidak ku sangka Judoro juga bisa menggunakannya. ” ucap Mikami, “ayo menjauh, serangannya pasti berdampak pada kita. ”


Mikami dan Ikumo menjauh.


Hikari bersiap, “Jurus Gelombang Es.!”


setelah itu, tanah di sekujur Hikari pecah dan memuncratkan air yang langsung membentuk tsunami, kemudian membeku tepat di depan Hikari.


“bodoh! Jurus seperti itu tidak mungkin bisa menahan serangan ku! ” teriak Judoro sambil tersenyum jahat.


Braaakkk..


Judoro mulai bergerak yang menyebabkan tanah hancur, dia melesat cepat kearah Hikari untuk menyerang, tubuhnya tidak terlihat karena dibalut Shaka ungu kehitaman yang begitu besar.


“Jurus Raungan Harimau Kelaparan.! ” teriak Judoro, seketika Shaka ditubuhnya terlihat membentuk kepala harimau yang mulutnya menganga lebar.


“kuat sekali, Jurus Gelombang Es jelas bukanlah tandingannya.! ” Hikari melompat mundur, sepertinya dia menyadari apa yang akan terjadi.


Mikami dan Ikumo berada di atas pohon memandang dari kejauhan, “Jurus Raungan Harimau Kelaparan adalah Jurus yang menggunakan kaki sebagai pusat Shaka, seluruh Shaka ditubuh mengalir dan dipusatkan diujung kaki, lalu menyerang dengan kecepatan tinggi yang siap menghancurkan segalanya. ” jelas Mikami.


Wusshhh...


“matilah..!! ” Judoro melesat cepat.


Booomm..


Shaka ungu kehitaman yang berbentuk kepala Harimau tersebut menghancurkan pertahanan es milik Hikari dengan mudahnya saat ujung kaki Judoro menyentuh dinding es tersebut.


“apa?! ” Hikari terkejut, “dia menembusnya dengan mudah.?! ”


Wusshh..


Judoro masih melesat cepat kearah Hikari, kepala Harimau yang berwarna ungu itu begitu mengancam dimata Hikari.


“tidak ada pilihan lain. ” Hikari memainkan tangannya yang tinggal sebelah, “Jurus Tujuh Dinding Es.! ” teriaknya.


Kraak.. Kraak.. Kraak..


setelah itu tanah didepan Hikari hancur dan muncul deretan tembok es berjumlah tujuh yang lumayan besar, tembok es itu menutupi tubuh Hikari dari pandangan Judoro.


“Jurus rendahan seperti itu tidak akan mampu menahan serangan ku.! ” Judoro berteriak dengan tubuh yang melesat cepat, sepertinya serangannya masih ingin menghancurkan segalanya.


Boomm..


kaki Judoro yang tertutup oleh Shaka yang berbentuk kepala Harimau menghantam perisai es milik Hikari yang berada di paling depan.


Hikari menatap lawannya, “walaupun terlihat seperti tembok es biasa, namun Jurus Tujuh Dinding Es adalah pertahanan terkuat ku, dia adalah satu-satunya orang yang memaksa ku menggunakan Jurus ini.” batinnya.

__ADS_1


Crashh...


tembok es pertama milik Hikari retak dan akhirnya pecah.


Judoro melesat kearah tembok berikutnya, namun kecepatannya mulai menurun.


“padahal terlihat seperti dinding es biasa, tapi kekuatannya benar-benar dahsyat.! ” batin Judoro.


“apa?! dia menghancurkannya?! ” Hikari terkejut.


Crashh... Crashh..


Judoro berhasil menghancurkan tembok kedua dan ketiga, namun daya serangnya semakin melemah saja.


“gawat, aku harus mundur.! ” Hikari melompat mundur.


ujung kaki Judoro sudah bertemu dengan tembok es ke empat, namun cukup lama bagi Judoro untuk menghancurkan tembok tersebut.


Kraak..


tembok es mulai retak.


Bleeb..


Tiba-tiba Shaka berbentuk kepala Harimau ditubuh Judoro menghilang, yang terlihat hanya asap di sekujur tubuh Judoro, sepertinya jurusnya tidak mampu menembus pertahanan Hikari.


“hosh.. hosh..! ” Judoro berdiri kokoh dengan nafas tidak beraturan, sepertinya itu akibat menggunakan jurus barusan.


Hikari tersenyum tipis, “walaupun dia sudah berhasil menghancurkan tiga tembok es milikku, tapi tetap saja dia tidak bisa menembus pertahanan ku, berikutnya giliran ku yang menyerang. ”


“apa? Jurus Judoro tidak bisa menembusnya? memangnya sekuat apa tembok es itu.?! ” Mikami dan Ikumo terkejut dan kesal.


“hosh.. hosh..! ” Judoro meletakkan tangan kirinya di tembok es keempat yang sudah setengah hancur untuk bersandar, “jadi, Jurus ku hanya bisa menembus tiga tembok, ya. ” gumamnya.


Hikari tersenyum menatap Judoro, “kuakui Jurus mu itu sangat hebat, tapi tetap saja kau tidak bisa menghancurkan pertahanan ku. ” dia mengeluarkan beberapa es berbentuk pisau besar untuk menyerang Judoro, “sekarang.. enyahlah.! ”


Judoro tertunduk, “HaHaHa...HaHaHa...! ” tiba-tiba dia mengangkat kepalanya dan tertawa terbahak-bahak dengan wajah mencekam.


Judoro menatap Hikari tajam, “kau memang hebat penguasa air, kau benar-benar hebat! hanya kau seorang yang mampu membuat ku seperti ini.. Hahaha..! ” pujinya, “kalau begitu, biarkan aku tahu siapa namamu sebelum kau ku bunuh.. ”


“jika kau bertanya nama pada seseorang, kenalkan lebih dulu siapa kau. ” jawab Hikari.


“baiklah, aku adalah Judoro, pimpinan pasukan Arkan yang tidak akan terkalahkan. ” Judoro tersenyum.


“aku Hikari, salah satu petinggi desa Elemen, sekaligus adik dari penguasa Petir dan penguasa Api. ” Hikari berbicara lantang.


“kalau begitu... lihatlah jurus ku yang berikutnya! jurus yang akan mengenalkan mu pada kematian.! ” Judoro berteriak lantang.


Zuooorrr...


Tiba-tiba Shaka Judoro meledak dan tanah kembali hancur, kali ini lebih dahsyat dari yang sebelumnya.


“HIIIAAAA..! ” Judoro berteriak keras.


“apa?! dia masih menyimpan jurus hebat?! ” Hikari terkejut.


Wussshhh


Hikari melepaskan es berbentuk pisau kearah Judoro, namun tidak bergeming sedikitpun.


“percuma saja.! ini adalah jurus yang tidak tertandingi, jurus yang hanya bisa digunakan oleh orang-orang pilihan seperti ku.! ” teriak Judoro.


“memang benar ini jurus yang sangat hebat, namun aku harus bersiap untuk menerima resiko yang akan ku dapat nanti. ” batin Judoro, “Hikari sang penguasa air, tidak ku sangka dia memaksa ku sampai ke titik ini. ”


Zuooorrr..


Shaka ungu Judoro terus menggelegar, tekanan udara semakin tinggi menghempas segalanya, tanah disekelilingnya hancur berantakan.


Mikami dan Ikumo tertegun melihat kejadian didepan mata mereka, “mengerikan, sungguh Shaka yang sangat besar. ” Ikumo seperti tidak percaya.

__ADS_1


“Judoro sialan, dia terus membuat kita terkejut. ” Mikami keheranan, “Ikumo ayo pergi sejauh mungkin, berbahaya jika kita disini. ”


Mikami dan Ikumo berlari sejauh mungkin.


disisi lain, para pasukan Arkan, Yama dan Sanji yang mengejar Hikaru dan Himiko berhenti sejenak, mereka yang dari kejauhan bisa melihat Shaka ungu Judoro yang begitu besar.


“ini..?! apa yang terjadi di sana?”


“tidak salah lagi, itu adalah Shaka milik pimpinan kita. ”


“benar, siapa orang yang membuat pimpinan sampai mengeluarkan seluruh kekuatannya.? ”


ucap mereka bergantian, mereka terlihat sangat takjub dengan pemandangan ini.


Hikaru dan Himiko juga menghentikan langkahnya, “Hikari.. maafkan kakak, aku tidak bisa berbuat apa-apa padahal akulah pimpinan desa. ”


“ayah, apa yang terjadi? Shaka milik paman tidak berwarna ungu, apakah paman akan baik-baik saja.? ” tanya Himiko.


“tidak ada yang perlu kau pikirkan sekarang, yang terpenting kau harus tetap hidup. ” jawab Hikaru, “Himiko.. ingatlah kejadian ini dalam hidupmu.. rasa sakit karena peperangan yang hanya menyisakan darah.. suatu saat kau akan mengerti makna dari perdamaian yang sesungguhnya. ”


Himiko terdiam sejenak, “lalu.. dimana Sinam? apakah ayah akan membiarkan dia terbunuh.?! ” air matanya hampir menetes.


Hikaru menghela nafas lalu tersenyum, “Himiko, percayalah, adik sepupumu itu pasti baik-baik saja.. suatu saat nanti kalian pasti bertemu. ”


Hikaru dan Himiko kembali berlari, sementara pasukan musuh langsung mengejar.


kembali ke pertempuran antara Hikari dan Judoro, terlihat Judoro memasang kuda-kuda yang berbeda dari sebelumnya, Shaka ungu kehitaman miliknya begitu menakutkan.


“Jurus Tujuh Dinding Es.! ” Hikari berteriak.


Krak.. krak.. krak..


tanah hancur dan muncul sederet tembok es yang berjumlah tujuh sama seperti sebelumnya.


“aku tidak yakin ini bisa menahan serangannya, tapi hanya ini pertahanan terkuat ku. ” batin Hikari.


“aku datang.! ” Judoro berteriak dengan wajah mencekam.


Wusshh..


Judoro melesat cepat kearah Hikari.


Brakk.. Bruukk...


bumi yang ia lewati hancur dan membentuk parit.


saat ini, tubuh Judoro terbalut oleh Shaka ungu kehitaman yang sangat besar, lama-kelamaan Shaka tersebut membentuk tubuh seekor naga lengkap dengan tubuhnya.


“Jurus Raungan Naga Kematian.! ” teriak Judoro.


Hikari menatap Judoro yang berada di antara taring taring naga berwarna ungu tersebut, “mustahil bisa bertahan. ” gumamnya sambil tersenyum tipis.


“Raungan Naga Kematian? aku belum pernah dengar sebelumnya.!” Ikumo terkejut.


“aku pernah dengar, kalau tidak salah itu adalah Jurus terkuat dari desa Arkan. mereka yang tidak pernah mengandalkan senjata saat bertarung, harus memperkuat fisik serta mengendalikan Shaka sebaik-baiknya sehingga lebih hebat dalam pertarungan tangan kosong. ” sahut Mikami.


“kau benar, bahkan manusia besar itu tidak terluka setelah terkena beberapa tebasan pedang dari penguasa air. ” lanjut Ikumo.


Kraakk..


Judoro sudah menghancurkan dinding es pertama milik Hikari.


“satu, ” hitung Judoro.


“dua, tiga, empat lima enam..! ” lanjutnya.


Trashh.. Crashh.. Trashh..


enam dinding es telah hancur, kini tinggal satu dinding es lagi membatasi Judoro dengan Hikari.

__ADS_1


“matilah.! ” teriak Judoro penuh nafsu membunuh. Naga ungu yang terbentuk dari Shaka miliknya terus melesat walau mulai melambat.


__ADS_2