SINAM

SINAM
Pertemuan Himiko Dan Satoji


__ADS_3

matahari mulai terbenam, langit mulai gelap, dan rembulan mulai menampakan wajahnya. didalam pepohonan, berdiri seorang pemuda dengan dahan pohon sebagai tempat dia berpijak, dia adalah Hitomi.


Hitomi termenung, “ meninggalkan desa Sanji dan ikut bersama Himiko, lalu kembali untuk balas dendam, atau tetap di desa Sanji dan bertarung menghadapi Himiko saat dia akan menghancurkan desa.. itu mustahil, apa yang harus ku lakukan. ” gumamnya, “ ini benar-benar pilihan sulit, sekarang aku mengerti apa yang dirasakan ayah sembilan tahun yang lalu. ” dia terlihat serius.


Hitomi menatap bulan yang semakin bersinar dengan indah, “ balas dendam hanya akan menimbulkan rasa sakit pada orang lain, dan itu hanya akan menimbulkan dendam yang baru... aku sudah melewati masa gelap yang penuh kebencian, sekarang sudah saatnya aku berada di tempat yang penuh cahaya. ” batinnya serius, “ sudah ku putuskan, aku akan menghentikan Himiko tanpa harus membunuhnya. ” lanjutnya.


Tap...


Hitomi mulai bergerak, dia melompat diantara pepohonan.


“ sebentar lagi pasukan Sanji dan Pimpinan pasti akan datang, aku tidak boleh bertemu mereka.! ” ucap Hitomi.


Tap.. Tap..


disisi lain, Himiko terlihat berjalan di tengah-tengah hutan, di sebuah jalan setapak yang di kanan kirinya terdapat pepohonan, dia berjalan santai, cahaya bulan menerangi langkahnya.


Himiko menatap bulan, “ Hikasa sudah mati, sekarang tinggal menghancurkan Desa Yama, Sanji dan Arkan. ” gumamnya penuh kebencian, “ tapi, aku yang sekarang masih terlalu lemah, aku belum menguasai Elemen Api sepenuhnya. ”


Tap.. Tap..


Tiba-tiba terdengar langkah kaki dari depan Himiko, namun belum terlihat orang itu.


“ ada orang.?! ” Himiko terkejut dan bersiap.


sesaat kemudian, terlihat seorang anak laki-laki berjalan kearah Himiko, rambutnya cukup panjang, dia adalah Satoji Taro, salah satu sahabat Sinam, entah apa yang dicarinya.


“ anak kecil.?! ” Himiko terkejut. “ dan mata itu.. mata yang penuh kebencian sama seperti ku. ” dia menatap mata Satoji.


Satoji terkejut melihat Himiko, “ gawat, ada petarung.! ” dia bersiap mundur dengan wajah ketakutan.


“ apa yang kau lakukan di sini? di tengah hutan yang gelap ini.? ” tanya Himiko serius.


“ aku.. aku melihat dari kejauhan kebakaran hutan, dan aku dengar dari para petarung desa Sanji bahwa pengendali Elemen Api ada disini. ” jawab Satoji gugup, “ aku ingin bertemu dengannya. ” lanjutnya.


“ ingin bertemu dengannya.? ” ucap Himiko, lalu melirik kearah pedang yang ada di pinggang Satoji, “ begitu, ya.. jadi kau adalah petarung yang mencari keberadaan ku, kalau begitu.. ” ucap Himiko tersenyum jahat.


“ Jurus Bola Api.! ” Himiko mengeluarkan jurus.


Blaaarr..


detik berikutnya, Himiko menyemburkan bola api dari mulutnya.


“ apa.?! ” Satoji tersentak menatap bola api yang tertuju kearahnya, wajahnya begitu jelas terlihat karena sinar bola api.


Boommm..


bola api menghancurkan tempat itu, asap menggumpal, pepohonan juga terbakar.

__ADS_1


Himiko menatap kerusakan dan asap serangannya, “ gawat, ini sama saja dengan memberi sinyal pada petarung Sanji bahwa aku ada disini. ” dia terlihat kesal.


“ dan lagi.. ” Himiko menatap bekas serangannya yang tidak ada mayat Satoji, “ anak itu berhasil lolos.. takkan ku biarkan.! ” dia bergerak.


“ hosh.. hosh..! ” Satoji mengatur nafas, saat ini dia duduk di bawah pohon besar, “ sudah kuduga, dia bukan orang sembarangan, menatap matanya saja sudah membuat ku takut, ternyata dia adalah pengendali Elemen Api yang di bicarakan itu. ” gumamnya.


Tap..


Tiba-tiba Himiko muncul di hadapan Satoji yang masih duduk.


“ kali ini, kau takkan ku biarkan lolos. ” ucap Himiko menatap datar Satoji.


Satoji terkejut, dia terlihat ketakutan dan mundur, namun batang pohon menyulitkannya bergerak ke belakang.


Satoji terlihat ketakutan, “ maafkan aku, aku hanya ingin menjadi murid mu, tolong ajari aku mengendalikan Elemen Api. ” ucapnya sambil menunduk.


Sriing..


Himiko menarik pedangnya, “ tidak ada alasan bagiku untuk menjadikan kau murid ku. ” ucapnya datar, lalu mengayunkan pedangnya kearah Satoji, api berkobar di pedang tersebut.


Zuooorr..


saat pedang Himiko hampir menyentuh Satoji, Tiba-tiba Shaka merah pekat membalut tubuh Satoji dan menyebabkan tekanan udara yang sangat kuat.


Sraak..


“ apa yang terjadi.?! ” Himiko terkejut, dia menutup matanya dari debu yang beterbangan.


setelah tekanan udara berhenti, terlihat Satoji di balut dengan Shaka merah yang begitu mencekam, matanya tajam layaknya serigala, taring dan kukunya juga panjang.


Satoji menatap Himiko, matanya bersinar memantulkan cahaya bulan, “ hey, anak muda, aku adalah Iblis Serigala yang akan melindungi anak ini, aku tidak akan membiarkan mu membunuhnya.! ” ucapnya terdengar mendominasi.


“ Iblis Serigala.?! ” Himiko terkejut.


“ Pedang yang kau gunakan adalah Pedang Kembar, di ciptakan oleh Asano dan Asato bersaudara untuk menghadapi para Pewaris Kekuatan Iblis.. aku bisa merasakannya dan itu memancing amarah ku.! ” ucap Satoji, “ sejujurnya sulit untuk menghadapi Pedang tersebut, tapi, melihat kondisimu yang sekarang, sepertinya tidak juga. ” lanjut Satoji yang dikendalikan Iblis Serigala, dia tersenyum jahat.


Himiko tersenyum, “ begitu, ya.. jadi kau tahu aku baru saja bertarung dan sudah kehabisan Shaka. ” ucapnya.


“ tentu saja, aku bisa merasakannya dengan jelas.. kau sudah kehabisan tenaga karena menggunakan Pedang Kembar itu. ” ucap Satoji.


Himiko mengambil pedangnya, “ kau jangan terlalu meremehkan ku, aku tahu banyak tentang kalian para Iblis, dengan pedang ini, aku bisa menebas Iblis tanpa harus takut dengan regenerasi kalian. ” ucapnya lalu menyarungkan pedangnya, “ jadi, jika kau ingin pertarungan terhindarkan, kau cukup diam dan jangan beritahu pada petarung Sanji tentang keberadaan ku, dan aku akan pergi. ” lanjutnya.


“ kau salah, aku tidak akan membiarkan mu pergi. ” ucap Satoji.


“ apa.?! ” Himiko terlihat kesal.


“ anak ini bukan penduduk Sanji, dan yang dikatakannya padamu tadi memang benar, dia ingin menguasai Elemen Api dan menjadi murid mu. ” ucap Iblis Serigala yang berada di tubuh Satoji.

__ADS_1


“ bukan penduduk Sanji? apa maksud mu.?! ” Himiko terlihat serius.


mata Serigala Satoji terlihat begitu tajam di kegelapan, “ namanya adalah Satoji Taro.. seluruh keluarganya di bantai.. dia mencari kekuatan untuk balas dendam.. aku yakin kau merasakan kebencian di dalam dirinya. ” ucapnya.


“ Klan.. Taro..? ” Himiko tertegun.


“ jadi, aku ingin kau menjadikannya murid, dengan begitu kita tidak perlu bertarung, dan lagi.. dia juga bisa membantu mu. ” ucap Satoji, “ jika kau menolak, aku Iblis Serigala tidak takut berhadapan dengan mu. ” lanjutnya.


Himiko menatap Satoji yang di balut Shaka merah, “ begitu, ya.. jadi anak ini memikul beban kebencian, sama seperti ku.. aku mengerti bagaimana perasaannya.. rasa sakit karena kehilangan, keharusan balas dendam tapi tidak punya kekuatan, hidup dalam ingatan berdarah bersama kebencian yang semakin bertambah.. tidak bisa dimaafkan.! ” batinnya terlihat penuh kebencian.


Himiko menghela nafas, menatap datar mata Iblis Serigala tersebut, “ bukan untuk menghindari bertarung dengan mu Iblis Serigala, tapi.. aku mengerti bagaimana perasaan anak ini.. aku akan menjadikannya murid. ” ucapnya sambil tersenyum.


Satoji yang di kendalikan Iblis Serigala tersenyum, taring panjang terlihat jelas, “ terimakasih.. Pewaris Pedang Kembar.! ” ucapnya.


Csss..


setelah itu, Shaka merah di tubuh Satoji menghilang bersama kuku serta taringnya yang kembali normal, pada akhirnya matanya juga kembali normal dan terpejam.


Bukk..


tubuh Satoji terjatuh, dia pingsan.


Himiko menatap Satoji yang pingsan, “ Satoji, ya.. aku berjanji akan membuat mu kuat. ” batinnya.


jauh dari tempat Himiko,namun masih di hutan yang sama, mayat Hikasa tergeletak diatas tanah dengan tubuh menatap langit diantara puing-puing.


diatasnya, langit terlihat gelap berbeda dengan tempat yang lain, mungkin itu diakibatkan pertarungan yang menimbulkan hawa panas sehingga mengundang awan mendung.


Tes.. Tes..


hujan mulai menetes, perlahan semakin deras dan membasahi mayat Hikasa.


Pcak.. Pcak..


terlihat segerombolan orang berlari di bawah derasnya hujan, mereka membawa penerangan yang berupa sebuah api kecil yang di balut kaca seperti lentera, tubuh mereka basah terkena hujan, mereka adalah pasukan Sanji lengkap dengan Ikumo serta Komuki sang pimpinan.


salah satu memandang kerusakan yang terjadi di sekitar, “ ini... bagaimana mungkin kerusakan bisa sedahsyat ini.. sebenarnya pertarungan seperti apa yang baru saja terjadi. ” ucapnya.


Ikumo dan Komuki terus berjalan, hingga pada akhirnya mereka menemukan jasad Hikasa yang tergeletak di bawah derasnya hujan.


Komuki terkejut, “ orang ini..? ” ucapnya.


“ ya, dia adalah Hikasa sang pengendali Elemen Petir. ” ucap Ikumo menatap Hikasa yang tergeletak, “ sepertinya dia adalah petarung yang baru saja menghadapi pengendali Elemen Api. ” lanjutnya serius.


“ kita terlambat. ” ucap Komuki, “ sepertinya pengendali Api yang memenangkan pertarungan ini.. dan jika Hikasa adalah orang pertama yang diburu pengendali Api, itu artinya dia.. ” dia menghentikan ucapan.


“ dia masih berasal dari Desa Elemen.. atau mungkin anak Hikaru sang Pimpinan Desa Elemen.. ” ucap Ikumo serius, “ pertama dia menghabisi Hikasa karena berkhianat, setelah itu dia akan menyerang desa Sanji, Yama maupun Arkan.. cepat atau lambat. ” lanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2